BE
Dison Adong Huboan Tuhan
Informasi Lagu
848
Nomor
Kode
BE 848
Buku
Buku Ende
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Style
DisonAdong
Cross Ref.
KK 380
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Dison adong huboan Tuhan,
Parbue ni ngolungku na so tardok nian.
Sadia ma argana Tuhan
molo sai nirajuman sude denggan basaM?
Jalo ma Tuhan, sai las ma rohaM.
Tanganku na metmet da, Tuhan,
Na so hea mansari dope au on Tuhan;
Rohangku ma hulehon, Tuhan
Na boi pelehononku gabe las ni rohaM,
Jalo ma Tuhan, sai las ma rohaM.
Huingot do hataM da, Tuhan,
Ingkon sarihononhon anggim na metmet an;
Ampehon ma tanganMu sangkan,
Itak na otik i unang suda nian,
Jalo ma Tuhan, sai las ma rohaM.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Di Sini Aku Bawa / Dison Adong Huboan" oleh Pensilwally adalah salah satu lagu paling ikonik dan sakral dalam upacara pernikahan adat Batak. Lebih dari sekadar lagu, ia adalah sebuah narasi liris yang merangkum esensi dari momen krusial dalam sebuah *horja* (pesta adat) pernikahan Batak, yaitu saat mempelai wanita secara resmi diperkenalkan dan diterima ke dalam keluarga besar mempelai pria.
Mari kita selami kisah detail di balik lagu yang menyentuh hati ini:
**1. Latar Belakang Budaya: Penyatuan Dua Keluarga**
Dalam adat Batak, pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi penyatuan dua *marga* (klan) dan dua keluarga besar. Ini adalah peristiwa yang sangat besar, melibatkan banyak ritual dan doa restu dari para *tetua* (orang tua, ompu-ompu, hula-hula, dongan tubu, boru) serta leluhur. Salah satu momen paling mengharukan dan penuh makna adalah ketika mempelai wanita (yang dalam adat Batak disebut *parumaen* atau menantu perempuan) dibawa dan diperkenalkan kepada keluarga suaminya.
**2. Judul dan Makna Literal:**
* **"Di Sini Aku Bawa" (Indonesia):** Menggambarkan tindakan membawa atau mempersembahkan.
* **"Dison Adong Huboan" (Batak Toba):** Juga berarti "Di sini ada yang kubawa" atau "Di sini aku membawa."
Siapa "aku" dalam lirik ini? "Aku" adalah mempelai pria atau perwakilan dari pihak keluarga mempelai pria (biasanya ayah atau perwakilan tetua) yang berbicara kepada seluruh keluarga besarnya, khususnya kepada orang tua dan para tetua adat.
Apa yang "dibawa"? Tentu saja, yang utama adalah sang istri atau mempelai wanita itu sendiri. Namun, makna "yang dibawa" melampaui sekadar fisik. Ia juga membawa harapan, janji, status baru, dan *tondi* (jiwa/roh) yang akan menyatu dengan keluarga barunya.
**3. Momen Krusial dalam Adat Pernikahan:**
Lagu ini biasanya dinyanyikan pada saat resepsi pernikahan adat Batak, khususnya setelah prosesi *mangulosi* (pemberian ulos) selesai atau pada momen ketika mempelai wanita duduk di samping suaminya di hadapan keluarga besar mempelai pria. Ini adalah saat dimana secara formal, keluarga besar pria, khususnya orang tua dan para tetua, akan memberikan restu dan nasihat kepada kedua mempelai.
Dalam konteks ini, lirik lagu adalah sebuah ungkapan hati dari pihak mempelai pria yang memperkenalkan istrinya kepada keluarganya, seraya memohon penerimaan dan restu.
**4. Isi Lirik dan Makna Mendalam:**
Lirik lagu ini, meski sederhana, mengandung makna yang sangat dalam:
* **"Dison Adong Huboan" (Di sini aku bawa):** Pengakuan bahwa ia (mempelai pria) telah berhasil membawa seorang wanita yang kini akan menjadi bagian dari keluarganya.
* **Permohonan Restu dan Penerimaan:** Lirik selanjutnya adalah sebuah permohonan tulus agar keluarga besar dapat menerima sang *parumaen* ini dengan sepenuh hati, memberikan kasih sayang, dan mendoakannya.
* **Harapan untuk Masa Depan:** Lagu ini juga mengandung harapan agar pernikahan ini diberkati Tuhan, langgeng, harmonis, dan dikaruniai keturunan (*gabe anak gabe boru*) yang akan melanjutkan garis keturunan dan adat.
* **Janji untuk Membangun Keluarga:** Secara implisit, lagu ini juga adalah janji dari mempelai pria untuk menjaga, melindungi, dan mencintai istrinya, serta membangun keluarga yang sesuai dengan ajaran adat dan agama.
* **Memperkenalkan Identitas Baru:** Bagi mempelai wanita, ini adalah momen penting di mana ia tidak lagi hanya dikenal sebagai putri dari marganya sendiri, tetapi juga sebagai anggota baru dari marga suaminya, dengan segala hak dan kewajibannya.
**5. Pensilwally dan Daya Tariknya:**
Pensilwally, sebagai grup musik yang dikenal dengan aransemen musik Batak yang modern namun tetap mempertahankan esensi tradisional, berhasil merangkum inti dari momen sakral ini ke dalam melodi dan lirik yang begitu menyentuh.
* **Melodi yang Mengharukan:** Irama lagu ini sering kali lambat, penuh penghayatan, dan sering diiringi dengan instrumen-instrumen khas Batak seperti *taganing* (gendang Batak) atau *keyboard* dengan nuansa *gondang* (musik tradisional Batak).
* **Vokal Penuh Perasaan:** Para penyanyi Pensilwally membawakan lagu ini dengan vokal yang dalam, seolah-olah mewakili suara hati seorang anak yang sedang meminta restu dan seorang suami yang memperkenalkan istrinya.
* **Kesesuaian Lirik:** Liriknya sangat puitis namun lugas, mudah dipahami dan sangat relevan dengan tradisi.
**6. Warisan dan Pengaruh:**
"Di Sini Aku Bawa / Dison Adong Huboan" telah menjadi lagu wajib di hampir setiap pesta pernikahan adat Batak. Sering kali, saat lagu ini dinyanyikan, suasana menjadi sangat emosional. Para orang tua akan meneteskan air mata haru, para tetua akan mengangguk-angguk penuh makna, dan kedua mempelai akan merasa lebih khidmat.
Lagu ini bukan hanya sekadar hiburan musik, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual adat itu sendiri. Ia berfungsi sebagai doa, permohonan, pernyataan cinta, dan harapan yang diucapkan melalui melodi dan lirik. Keberadaan lagu ini memperkaya dan memperkuat nilai-nilai budaya Batak tentang kekeluargaan, hormat kepada orang tua dan leluhur, serta pentingnya restu dalam memulai sebuah rumah tangga baru.
Singkatnya, "Di Sini Aku Bawa / Dison Adong Huboan" adalah sebuah mahakarya yang dengan indahnya mengabadikan momen paling sakral dalam hidup sepasang pengantin Batak, menjadikannya abadi dalam ingatan dan hati setiap generasi.
Mari kita selami kisah detail di balik lagu yang menyentuh hati ini:
**1. Latar Belakang Budaya: Penyatuan Dua Keluarga**
Dalam adat Batak, pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi penyatuan dua *marga* (klan) dan dua keluarga besar. Ini adalah peristiwa yang sangat besar, melibatkan banyak ritual dan doa restu dari para *tetua* (orang tua, ompu-ompu, hula-hula, dongan tubu, boru) serta leluhur. Salah satu momen paling mengharukan dan penuh makna adalah ketika mempelai wanita (yang dalam adat Batak disebut *parumaen* atau menantu perempuan) dibawa dan diperkenalkan kepada keluarga suaminya.
**2. Judul dan Makna Literal:**
* **"Di Sini Aku Bawa" (Indonesia):** Menggambarkan tindakan membawa atau mempersembahkan.
* **"Dison Adong Huboan" (Batak Toba):** Juga berarti "Di sini ada yang kubawa" atau "Di sini aku membawa."
Siapa "aku" dalam lirik ini? "Aku" adalah mempelai pria atau perwakilan dari pihak keluarga mempelai pria (biasanya ayah atau perwakilan tetua) yang berbicara kepada seluruh keluarga besarnya, khususnya kepada orang tua dan para tetua adat.
Apa yang "dibawa"? Tentu saja, yang utama adalah sang istri atau mempelai wanita itu sendiri. Namun, makna "yang dibawa" melampaui sekadar fisik. Ia juga membawa harapan, janji, status baru, dan *tondi* (jiwa/roh) yang akan menyatu dengan keluarga barunya.
**3. Momen Krusial dalam Adat Pernikahan:**
Lagu ini biasanya dinyanyikan pada saat resepsi pernikahan adat Batak, khususnya setelah prosesi *mangulosi* (pemberian ulos) selesai atau pada momen ketika mempelai wanita duduk di samping suaminya di hadapan keluarga besar mempelai pria. Ini adalah saat dimana secara formal, keluarga besar pria, khususnya orang tua dan para tetua, akan memberikan restu dan nasihat kepada kedua mempelai.
Dalam konteks ini, lirik lagu adalah sebuah ungkapan hati dari pihak mempelai pria yang memperkenalkan istrinya kepada keluarganya, seraya memohon penerimaan dan restu.
**4. Isi Lirik dan Makna Mendalam:**
Lirik lagu ini, meski sederhana, mengandung makna yang sangat dalam:
* **"Dison Adong Huboan" (Di sini aku bawa):** Pengakuan bahwa ia (mempelai pria) telah berhasil membawa seorang wanita yang kini akan menjadi bagian dari keluarganya.
* **Permohonan Restu dan Penerimaan:** Lirik selanjutnya adalah sebuah permohonan tulus agar keluarga besar dapat menerima sang *parumaen* ini dengan sepenuh hati, memberikan kasih sayang, dan mendoakannya.
* **Harapan untuk Masa Depan:** Lagu ini juga mengandung harapan agar pernikahan ini diberkati Tuhan, langgeng, harmonis, dan dikaruniai keturunan (*gabe anak gabe boru*) yang akan melanjutkan garis keturunan dan adat.
* **Janji untuk Membangun Keluarga:** Secara implisit, lagu ini juga adalah janji dari mempelai pria untuk menjaga, melindungi, dan mencintai istrinya, serta membangun keluarga yang sesuai dengan ajaran adat dan agama.
* **Memperkenalkan Identitas Baru:** Bagi mempelai wanita, ini adalah momen penting di mana ia tidak lagi hanya dikenal sebagai putri dari marganya sendiri, tetapi juga sebagai anggota baru dari marga suaminya, dengan segala hak dan kewajibannya.
**5. Pensilwally dan Daya Tariknya:**
Pensilwally, sebagai grup musik yang dikenal dengan aransemen musik Batak yang modern namun tetap mempertahankan esensi tradisional, berhasil merangkum inti dari momen sakral ini ke dalam melodi dan lirik yang begitu menyentuh.
* **Melodi yang Mengharukan:** Irama lagu ini sering kali lambat, penuh penghayatan, dan sering diiringi dengan instrumen-instrumen khas Batak seperti *taganing* (gendang Batak) atau *keyboard* dengan nuansa *gondang* (musik tradisional Batak).
* **Vokal Penuh Perasaan:** Para penyanyi Pensilwally membawakan lagu ini dengan vokal yang dalam, seolah-olah mewakili suara hati seorang anak yang sedang meminta restu dan seorang suami yang memperkenalkan istrinya.
* **Kesesuaian Lirik:** Liriknya sangat puitis namun lugas, mudah dipahami dan sangat relevan dengan tradisi.
**6. Warisan dan Pengaruh:**
"Di Sini Aku Bawa / Dison Adong Huboan" telah menjadi lagu wajib di hampir setiap pesta pernikahan adat Batak. Sering kali, saat lagu ini dinyanyikan, suasana menjadi sangat emosional. Para orang tua akan meneteskan air mata haru, para tetua akan mengangguk-angguk penuh makna, dan kedua mempelai akan merasa lebih khidmat.
Lagu ini bukan hanya sekadar hiburan musik, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual adat itu sendiri. Ia berfungsi sebagai doa, permohonan, pernyataan cinta, dan harapan yang diucapkan melalui melodi dan lirik. Keberadaan lagu ini memperkaya dan memperkuat nilai-nilai budaya Batak tentang kekeluargaan, hormat kepada orang tua dan leluhur, serta pentingnya restu dalam memulai sebuah rumah tangga baru.
Singkatnya, "Di Sini Aku Bawa / Dison Adong Huboan" adalah sebuah mahakarya yang dengan indahnya mengabadikan momen paling sakral dalam hidup sepasang pengantin Batak, menjadikannya abadi dalam ingatan dan hati setiap generasi.
Cross Reference
KK 380
Di Sini Aku Bawa
KK
Sama Tema
Liturgi
Ale Amanami
BE
Ai Ho Do Nampuna Harajaon
BE
Amen (2x
BE
Amen (2x
BE
Amen (3x
BE
Amen (3x
BE
Amen (4x
BE
Debata Amanta
BE
Endehon Ma Haleluya
BE
Haleluya (3x
BE
Haleluya (3x
BE
Haleluya (12x
BE
Haleluya Puji Tuhan
BE
Huboan Pelean
BE
Hupasahat Husombahon Pelean
BE
Husomba Ho Tuhan
BE
Jesus Kristus
BE
Mauliate, Puji Tuhan
BE
Tuhan Asi Roham
BE
Tuhan Jesus Kristus Asi Ma Roham
BE
Sangap Di Debata
BE