BLP
Kumasuki Gerbang-Nya
I Will Enter His Gate With Thanksgiving / He Has Made Me Glad
Informasi Lagu
3
Nomor
Kode
BLP 3
Buku
Buku Lagu Perkantas
Metronom
0
Jumlah Bait
2 bait
Style
GospelBrother
Pencipta Lagu
Leona Pearl Von Brethorst (1976)
Pencipta Syair
Leona Pearl Von Brethorst (1976)
Cross Ref.
KLIK 65
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Kumasuki gerbangNya dengan hati bersyukur,
HalamanNya dengan pujian
Kataku hari ini harinya Tuhan,
'kubersuka s'bab Dia girangkan 'ku.
Reff
Dia girangkan 'ku, Oh Dia girangkan 'ku. 'Ku
ber suka s'bab Dia girangkan 'ku
Dia girangkan 'ku, Oh Dia girangkan 'ku. 'Ku
bersuka s'bab Dia girangkan 'ku
I will enter His gate with thanks giving in my heart
I will enter His courts with praise
I will say this is the day that the Lord has made,
I will rejoice for He has made me glad.
Reff
He has made me glad, O He has made me glad. I
will rejoice for He has made me glad
He has made me glad, O He has made me glad. I
will rejoice for He has made me glad
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Kumasuki Gerbang-Nya dengan Hati Bersyukur" (judul asli bahasa Inggris: "I Will Enter His Gates with Thanksgiving" atau kadang dikenal juga dengan bagian kedua liriknya "He Has Made Me Glad") adalah salah satu lagu pujian Kristen paling populer dan dikenal di seluruh dunia. Diciptakan oleh **Leona Pearl Von Brethorst** pada tahun 1972, kisah di baliknya adalah contoh indah bagaimana kesederhanaan, tujuan yang jelas, dan inspirasi dari Kitab Suci dapat melahirkan karya abadi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
1. **Sang Komposer: Leona Pearl Von Brethorst**
Leona Pearl Von Brethorst (sering disingkat Leona P. Von Brethorst) adalah seorang pendidik Kristen, musisi, dan penulis lagu asal Kanada. Ia mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan, khususnya di bidang pendidikan Kristen, dan dikenal karena kecintaannya pada Alkitab serta kemampuannya untuk mengajar dan menginspirasi, terutama anak-anak dan kaum muda. Leona mengajar di berbagai institusi Kristen sepanjang kariernya, termasuk Berean Bible College (sekarang Master's College and Seminary) di Calgary, Alberta, Kanada, pada saat lagu ini diciptakan.
2. **Konteks dan Inspirasi (1972): Sebuah Kebutuhan Praktis**
Pada tahun 1972, Leona Von Brethorst sedang mengajar di Berean Bible College. Ia sering terlibat dalam persiapan untuk kegiatan anak-anak, seperti kemah musim panas Kristen atau kelas Sekolah Minggu. Pada saat itu, ia sedang mencari sebuah lagu baru yang *mudah dipelajari*, *mudah dinyanyikan*, dan *menarik* bagi anak-anak untuk mengekspresikan pujian dan syukur kepada Tuhan.
Inspirasinya datang langsung dari Kitab Suci, khususnya **Mazmur 100:4-5**:
* "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!" (Mazmur 100:4)
* "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:5)
Leona ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya mudah diingat tetapi juga secara langsung mengajarkan kebenaran Alkitabiah tentang bersyukur dan memuji Tuhan. Ia percaya bahwa anak-anak harus didorong untuk mendekat kepada Tuhan dengan hati yang penuh syukur dan sukacita.
3. **Momen Penciptaan: Di Depan Piano**
Dengan tujuan yang jelas di benaknya, Leona duduk di depan piano. Ia tidak bermaksud menciptakan sebuah himne yang kompleks atau karya musik agung, melainkan sebuah lagu yang sederhana dan lugas untuk kebutuhan praktis pelayanannya.
Konon, lagu itu mengalir begitu saja. Melodi yang ceria dan lirik yang hampir sama persis dengan Mazmur 100:4-5 itu tercipta dengan sangat cepat. Leona mengambil inti dari ayat-ayat tersebut dan merangkainya menjadi sebuah lagu yang mengundang jemaat (terutama anak-anak) untuk "masuk ke gerbang Tuhan dengan syukur dan ke pelataran-Nya dengan pujian." Bagian kedua lagu, "Dia menjadikan aku bersukacita," adalah respons alami terhadap kebaikan Tuhan yang digambarkan di Mazmur 100:5.
4. **Penyebaran dan Popularitas Global**
* **Awal Mula:** Lagu ini pertama kali dinyanyikan di sebuah kemah anak-anak atau dalam pertemuan Sekolah Minggu. Responnya sangat positif. Anak-anak dengan cepat menangkap melodi dan liriknya, dan mereka menyanyikannya dengan penuh sukacita.
* **Dari Mulut ke Mulut:** Karena kesederhanaan, pesan yang kuat, dan melodi yang menarik, lagu ini menyebar dengan cepat dari satu gereja ke gereja lain, dari satu kemah ke kemah lainnya, dan dari satu komunitas Kristen ke komunitas lainnya. Tidak ada strategi pemasaran besar-besaran; lagu itu menyebar karena daya tariknya sendiri.
* **Publikasi:** Tak lama kemudian, "I Will Enter His Gates" mulai muncul di buku-buku lagu pujian Kristen dan kompilasi musik gereja.
* **Terjemahan:** Daya tarik universal dari pesan syukur dan pujian membuat lagu ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Kumasuki Gerbang-Nya". Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu pujian wajib di gereja-gereja Protestan maupun Katolik, di ibadah anak-anak, remaja, hingga dewasa.
5. **Warisan dan Makna Abadi**
"Kumasuki Gerbang-Nya" bukan hanya sekadar lagu anak-anak. Melalui kesederhanaannya, lagu ini mengingatkan kita akan kebenaran fundamental: bahwa kita harus selalu mendekati Tuhan dengan hati yang bersyukur dan memuji, karena Dia baik, kasih setia-Nya kekal, dan kesetiaan-Nya tidak berkesudahan. Lagu ini menjadi pengingat yang kuat akan sukacita yang datang dari pengenalan akan Tuhan.
Leona Pearl Von Brethorst sendiri mungkin tidak pernah membayangkan bahwa sebuah lagu sederhana yang ia tulis untuk anak-anak akan menjadi himne global yang dinyanyikan oleh jutaan orang dari berbagai usia dan latar belakang di seluruh dunia, terus menginspirasi hati untuk bersyukur dan memuji Tuhan. Kisahnya adalah bukti bahwa bahkan dari tindakan pelayanan yang paling sederhana pun, dapat lahir sesuatu yang memiliki dampak spiritual yang luar biasa dan abadi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
1. **Sang Komposer: Leona Pearl Von Brethorst**
Leona Pearl Von Brethorst (sering disingkat Leona P. Von Brethorst) adalah seorang pendidik Kristen, musisi, dan penulis lagu asal Kanada. Ia mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan, khususnya di bidang pendidikan Kristen, dan dikenal karena kecintaannya pada Alkitab serta kemampuannya untuk mengajar dan menginspirasi, terutama anak-anak dan kaum muda. Leona mengajar di berbagai institusi Kristen sepanjang kariernya, termasuk Berean Bible College (sekarang Master's College and Seminary) di Calgary, Alberta, Kanada, pada saat lagu ini diciptakan.
2. **Konteks dan Inspirasi (1972): Sebuah Kebutuhan Praktis**
Pada tahun 1972, Leona Von Brethorst sedang mengajar di Berean Bible College. Ia sering terlibat dalam persiapan untuk kegiatan anak-anak, seperti kemah musim panas Kristen atau kelas Sekolah Minggu. Pada saat itu, ia sedang mencari sebuah lagu baru yang *mudah dipelajari*, *mudah dinyanyikan*, dan *menarik* bagi anak-anak untuk mengekspresikan pujian dan syukur kepada Tuhan.
Inspirasinya datang langsung dari Kitab Suci, khususnya **Mazmur 100:4-5**:
* "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!" (Mazmur 100:4)
* "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:5)
Leona ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya mudah diingat tetapi juga secara langsung mengajarkan kebenaran Alkitabiah tentang bersyukur dan memuji Tuhan. Ia percaya bahwa anak-anak harus didorong untuk mendekat kepada Tuhan dengan hati yang penuh syukur dan sukacita.
3. **Momen Penciptaan: Di Depan Piano**
Dengan tujuan yang jelas di benaknya, Leona duduk di depan piano. Ia tidak bermaksud menciptakan sebuah himne yang kompleks atau karya musik agung, melainkan sebuah lagu yang sederhana dan lugas untuk kebutuhan praktis pelayanannya.
Konon, lagu itu mengalir begitu saja. Melodi yang ceria dan lirik yang hampir sama persis dengan Mazmur 100:4-5 itu tercipta dengan sangat cepat. Leona mengambil inti dari ayat-ayat tersebut dan merangkainya menjadi sebuah lagu yang mengundang jemaat (terutama anak-anak) untuk "masuk ke gerbang Tuhan dengan syukur dan ke pelataran-Nya dengan pujian." Bagian kedua lagu, "Dia menjadikan aku bersukacita," adalah respons alami terhadap kebaikan Tuhan yang digambarkan di Mazmur 100:5.
4. **Penyebaran dan Popularitas Global**
* **Awal Mula:** Lagu ini pertama kali dinyanyikan di sebuah kemah anak-anak atau dalam pertemuan Sekolah Minggu. Responnya sangat positif. Anak-anak dengan cepat menangkap melodi dan liriknya, dan mereka menyanyikannya dengan penuh sukacita.
* **Dari Mulut ke Mulut:** Karena kesederhanaan, pesan yang kuat, dan melodi yang menarik, lagu ini menyebar dengan cepat dari satu gereja ke gereja lain, dari satu kemah ke kemah lainnya, dan dari satu komunitas Kristen ke komunitas lainnya. Tidak ada strategi pemasaran besar-besaran; lagu itu menyebar karena daya tariknya sendiri.
* **Publikasi:** Tak lama kemudian, "I Will Enter His Gates" mulai muncul di buku-buku lagu pujian Kristen dan kompilasi musik gereja.
* **Terjemahan:** Daya tarik universal dari pesan syukur dan pujian membuat lagu ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Kumasuki Gerbang-Nya". Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu pujian wajib di gereja-gereja Protestan maupun Katolik, di ibadah anak-anak, remaja, hingga dewasa.
5. **Warisan dan Makna Abadi**
"Kumasuki Gerbang-Nya" bukan hanya sekadar lagu anak-anak. Melalui kesederhanaannya, lagu ini mengingatkan kita akan kebenaran fundamental: bahwa kita harus selalu mendekati Tuhan dengan hati yang bersyukur dan memuji, karena Dia baik, kasih setia-Nya kekal, dan kesetiaan-Nya tidak berkesudahan. Lagu ini menjadi pengingat yang kuat akan sukacita yang datang dari pengenalan akan Tuhan.
Leona Pearl Von Brethorst sendiri mungkin tidak pernah membayangkan bahwa sebuah lagu sederhana yang ia tulis untuk anak-anak akan menjadi himne global yang dinyanyikan oleh jutaan orang dari berbagai usia dan latar belakang di seluruh dunia, terus menginspirasi hati untuk bersyukur dan memuji Tuhan. Kisahnya adalah bukti bahwa bahkan dari tindakan pelayanan yang paling sederhana pun, dapat lahir sesuatu yang memiliki dampak spiritual yang luar biasa dan abadi.
Cross Reference
KLIK 65
Ku Masuki Gerbangnya
KLIK
Sama Tema
Pembukaan Dan Ajakan Beribadah