BLP
Lawanlah Godaan
Yield Not To Temptation
Informasi Lagu
458
Nomor
Kode
BLP 458
Buku
Buku Lagu Perkantas
Metronom
0
Jumlah Bait
6 bait
Cross Ref.
KJ 436, NP 259, KK 501
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Lawanlah godaan, slalu bertekun; tiap kemenangan
kau tambah teguh; nafsu kejahatan harus kautentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang.
Reff
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia bri pertolongan: pastilah kau menang.
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah; tindakanmu
tulus tiada bercela: junjung kebenaran, hidup dalam
trang, harap akan Yesus: pasti kau menang.
Reff
Allah memberikan tajuk mulia bagi yang berjaya
di dalam iman; Kristus memulihkan kau yang
tertekan, harap akan Yesus: pasti kau menang.
Reff
Yield not to temptation, For yielding is sin;
Each victry wilhelp you some other to win.
Fight manfully onward. Dark passions subdue,
Look ever to Jesus: He'l cary you through
Reff
Ask the Savior to help you, Comfort, strenathen and keep you
He ls willing to ald you: He wilcarry you through
Shun evil companions bad language disdain
God's name hold in rev'rence, nor take in vain
Be thoughtful and earnest, kindhearted and true
Look ever to Jesus: He'l carry you through
Reff
To Him that oer cometh, God giveth a crown
Thru faith we will conquer Tho often cast down
He who is our Savior, Our strength will renew
Look ever to Jesus: He'll carry you through
Reff
Slide Lirik
8 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
"Lawanlah Godaan" atau "Yield Not To Temptation" adalah salah satu himne Kristen yang paling dikenal dan dicintai, digubah oleh Horatio Richmond Palmer pada tahun 1868. Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang suatu kejadian dramatis atau tragedi pribadi yang ekstrem, melainkan lahir dari pemikiran mendalam Palmer tentang kondisi manusia yang universal: perjuangan melawan godaan dan kebutuhan akan kekuatan ilahi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang powerful ini:
### 1. Horatio Richmond Palmer: Sang Komposer dan Pendidik Musik
Horatio Richmond Palmer (1834-1907) adalah seorang komposer, pendidik musik, dan editor yang sangat berpengaruh di Amerika pada abad ke-19. Ia lahir di Pleasant Mount, Pennsylvania, dan menunjukkan bakat musik sejak usia muda. Palmer tidak hanya mengarang musik, tetapi juga menjadi tokoh sentral dalam gerakan "music normal institute" di Amerika, yang bertujuan untuk melatih guru-guru musik di sekolah-sekolah dan gereja. Ia percaya bahwa musik harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya musisi profesional.
Karya-karyanya meliputi banyak buku lagu, himne, dan komposisi musik rohani lainnya. Gayanya cenderung sederhana, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang lugas namun mendalam, sehingga sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat.
### 2. Konteks Penulisan: Refleksi Universal, Bukan Tragedi Pribadi
Meskipun seringkali lagu-lagu inspiratif lahir dari pengalaman pribadi yang pahit atau momen krisis, kisah di balik "Yield Not To Temptation" justru lebih universal. Dikatakan bahwa Palmer menulis melodi dan liriknya dengan cepat, dalam waktu kurang dari satu jam, setelah merenungkan kerapuhan sifat manusia dan perjuangan sehari-hari melawan godaan.
Palmer sendiri pernah berkata tentang lagu ini:
> "Saya tidak sedang mengalami godaan tertentu ketika saya menulisnya. Lagu itu datang begitu saja. Mungkin saya sedang memikirkan orang-orang di sekitar saya yang tampaknya mengalami kesulitan dalam melawan godaan."
Ini menunjukkan bahwa Palmer tidak menulis dari pengalaman pribadinya yang sedang *tergoda*, melainkan dari observasinya sebagai seorang gembala rohani dan pendidik yang memahami perjuangan umum manusia. Ia ingin memberikan sebuah alat, sebuah pengingat musik, yang dapat menopang orang-orang dalam momen-momen keraguan dan tekanan.
### 3. Pesan Inti dan Lirik yang Mendalam
Lirik "Yield Not To Temptation" sangat lugas dan praktis, mencerminkan pemahaman Palmer tentang psikologi manusia dan ajaran Alkitab. Mari kita bedah pesan di setiap bagian:
* **Ayat 1:**
* "Yield not to temptation, for yielding is sin" (Lawanlah godaan, karena menyerah adalah dosa). Ini adalah panggilan tegas untuk tidak berkompromi dengan dosa.
* "Each victory will help you, some other to win" (Setiap kemenangan akan membantumu meraih yang lain). Menekankan pentingnya "kemenangan kecil" yang membangun karakter dan kekuatan. Ini adalah konsep progresif dalam pertumbuhan rohani.
* "Fight manfully onward, dark passions subdue" (Berjuanglah dengan gagah berani, taklukkan nafsu gelap). Mengajak untuk proaktif melawan dorongan negatif.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Ini adalah inti dari sumber kekuatan: bukan pada diri sendiri, tetapi pada Yesus Kristus.
* **Reffrain/Chorus:**
* "Ask the Savior to help you, comfort, strengthen, and keep you" (Mintalah Sang Juruselamat menolongmu, menghibur, menguatkan, dan menjagamu). Ini adalah kunci praktis: doa dan ketergantungan penuh pada Tuhan.
* "He is willing to aid you, He will carry you through" (Ia bersedia membantumu, Ia akan menolongmu). Menggarisbawahi kemauan dan kesetiaan Tuhan untuk menolong.
* **Ayat 2:**
* "Shun evil companions, bad language disdain" (Hindarilah teman-teman jahat, bencilah bahasa buruk). Menyoroti pengaruh lingkungan dan perkataan.
* "God's name hold in reverence, nor take it in vain" (Hormatilah nama Tuhan, jangan menggunakannya dengan sia-sia). Mengingatkan tentang kekudusan Tuhan.
* "Be thoughtful and earnest, kind-hearted and true" (Berpikirlah dan bersungguh-sungguh, berhati baik dan jujur). Mengajak pada pengembangan karakter positif.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Pengulangan sumber kekuatan.
* **Ayat 3:**
* "To him that o'ercometh, God giveth a crown" (Bagi dia yang menang, Tuhan memberikan mahkota). Mengingatkan tentang janji dan upah kekal bagi yang setia.
* "Through faith we shall conquer, though often cast down" (Melalui iman kita akan menang, meskipun seringkali terjatuh). Mengakui kenyataan perjuangan, tetapi menegaskan kemenangan melalui iman.
* "He who is our Savior, our strength will renew" (Dia yang adalah Juruselamat kita, kekuatan kita akan diperbaharui). Penegasan kembali bahwa Tuhan adalah pembaharu kekuatan.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Pengulangan terakhir, mengunci pesan utama.
### 4. Melodi dan Komposisi
Melodi "Yield Not To Temptation" dirancang agar mudah diingat dan dinyanyikan oleh jemaat. Pola ritmisnya sederhana, harmoninya klasik himne abad ke-19, dan rentang vokalnya nyaman untuk dinyanyikan secara berkelompok. Palmer, sebagai seorang pendidik musik, memahami betul bagaimana menciptakan musik yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional untuk tujuan ibadah dan pengajaran.
### 5. Dampak dan Warisan
Segera setelah dirilis, "Yield Not To Temptation" menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja Protestan di Amerika dan di seluruh dunia. Pesannya yang jelas, praktis, dan berlandaskan Alkitab, ditambah dengan melodi yang mudah diingat, membuatnya menjadi favorit dalam ibadah, pertemuan kebangunan rohani, dan bahkan sebagai lagu pengantar tidur yang mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak.
Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Lawanlah Godaan", dan terus dinyanyikan hingga hari ini. Keberadaannya membuktikan bahwa Horatio Richmond Palmer berhasil menciptakan sebuah karya abadi yang tidak hanya menghibur telinga, tetapi juga menguatkan jiwa dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Singkatnya, "Yield Not To Temptation" adalah bukti kejeniusan Palmer dalam merangkum kebenaran spiritual universal ke dalam bentuk seni yang sederhana namun sangat efektif. Lagu ini adalah sebuah pengingat musik yang kuat bahwa dalam setiap godaan, ada kekuatan yang tersedia jika kita memilih untuk berpaling kepada Sumbernya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang powerful ini:
### 1. Horatio Richmond Palmer: Sang Komposer dan Pendidik Musik
Horatio Richmond Palmer (1834-1907) adalah seorang komposer, pendidik musik, dan editor yang sangat berpengaruh di Amerika pada abad ke-19. Ia lahir di Pleasant Mount, Pennsylvania, dan menunjukkan bakat musik sejak usia muda. Palmer tidak hanya mengarang musik, tetapi juga menjadi tokoh sentral dalam gerakan "music normal institute" di Amerika, yang bertujuan untuk melatih guru-guru musik di sekolah-sekolah dan gereja. Ia percaya bahwa musik harus mudah diakses dan dinyanyikan oleh semua orang, bukan hanya musisi profesional.
Karya-karyanya meliputi banyak buku lagu, himne, dan komposisi musik rohani lainnya. Gayanya cenderung sederhana, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang lugas namun mendalam, sehingga sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat.
### 2. Konteks Penulisan: Refleksi Universal, Bukan Tragedi Pribadi
Meskipun seringkali lagu-lagu inspiratif lahir dari pengalaman pribadi yang pahit atau momen krisis, kisah di balik "Yield Not To Temptation" justru lebih universal. Dikatakan bahwa Palmer menulis melodi dan liriknya dengan cepat, dalam waktu kurang dari satu jam, setelah merenungkan kerapuhan sifat manusia dan perjuangan sehari-hari melawan godaan.
Palmer sendiri pernah berkata tentang lagu ini:
> "Saya tidak sedang mengalami godaan tertentu ketika saya menulisnya. Lagu itu datang begitu saja. Mungkin saya sedang memikirkan orang-orang di sekitar saya yang tampaknya mengalami kesulitan dalam melawan godaan."
Ini menunjukkan bahwa Palmer tidak menulis dari pengalaman pribadinya yang sedang *tergoda*, melainkan dari observasinya sebagai seorang gembala rohani dan pendidik yang memahami perjuangan umum manusia. Ia ingin memberikan sebuah alat, sebuah pengingat musik, yang dapat menopang orang-orang dalam momen-momen keraguan dan tekanan.
### 3. Pesan Inti dan Lirik yang Mendalam
Lirik "Yield Not To Temptation" sangat lugas dan praktis, mencerminkan pemahaman Palmer tentang psikologi manusia dan ajaran Alkitab. Mari kita bedah pesan di setiap bagian:
* **Ayat 1:**
* "Yield not to temptation, for yielding is sin" (Lawanlah godaan, karena menyerah adalah dosa). Ini adalah panggilan tegas untuk tidak berkompromi dengan dosa.
* "Each victory will help you, some other to win" (Setiap kemenangan akan membantumu meraih yang lain). Menekankan pentingnya "kemenangan kecil" yang membangun karakter dan kekuatan. Ini adalah konsep progresif dalam pertumbuhan rohani.
* "Fight manfully onward, dark passions subdue" (Berjuanglah dengan gagah berani, taklukkan nafsu gelap). Mengajak untuk proaktif melawan dorongan negatif.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Ini adalah inti dari sumber kekuatan: bukan pada diri sendiri, tetapi pada Yesus Kristus.
* **Reffrain/Chorus:**
* "Ask the Savior to help you, comfort, strengthen, and keep you" (Mintalah Sang Juruselamat menolongmu, menghibur, menguatkan, dan menjagamu). Ini adalah kunci praktis: doa dan ketergantungan penuh pada Tuhan.
* "He is willing to aid you, He will carry you through" (Ia bersedia membantumu, Ia akan menolongmu). Menggarisbawahi kemauan dan kesetiaan Tuhan untuk menolong.
* **Ayat 2:**
* "Shun evil companions, bad language disdain" (Hindarilah teman-teman jahat, bencilah bahasa buruk). Menyoroti pengaruh lingkungan dan perkataan.
* "God's name hold in reverence, nor take it in vain" (Hormatilah nama Tuhan, jangan menggunakannya dengan sia-sia). Mengingatkan tentang kekudusan Tuhan.
* "Be thoughtful and earnest, kind-hearted and true" (Berpikirlah dan bersungguh-sungguh, berhati baik dan jujur). Mengajak pada pengembangan karakter positif.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Pengulangan sumber kekuatan.
* **Ayat 3:**
* "To him that o'ercometh, God giveth a crown" (Bagi dia yang menang, Tuhan memberikan mahkota). Mengingatkan tentang janji dan upah kekal bagi yang setia.
* "Through faith we shall conquer, though often cast down" (Melalui iman kita akan menang, meskipun seringkali terjatuh). Mengakui kenyataan perjuangan, tetapi menegaskan kemenangan melalui iman.
* "He who is our Savior, our strength will renew" (Dia yang adalah Juruselamat kita, kekuatan kita akan diperbaharui). Penegasan kembali bahwa Tuhan adalah pembaharu kekuatan.
* "Look ever to Jesus, He'll carry you through" (Pandanglah selalu Yesus, Ia akan menolongmu). Pengulangan terakhir, mengunci pesan utama.
### 4. Melodi dan Komposisi
Melodi "Yield Not To Temptation" dirancang agar mudah diingat dan dinyanyikan oleh jemaat. Pola ritmisnya sederhana, harmoninya klasik himne abad ke-19, dan rentang vokalnya nyaman untuk dinyanyikan secara berkelompok. Palmer, sebagai seorang pendidik musik, memahami betul bagaimana menciptakan musik yang tidak hanya indah tetapi juga fungsional untuk tujuan ibadah dan pengajaran.
### 5. Dampak dan Warisan
Segera setelah dirilis, "Yield Not To Temptation" menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja Protestan di Amerika dan di seluruh dunia. Pesannya yang jelas, praktis, dan berlandaskan Alkitab, ditambah dengan melodi yang mudah diingat, membuatnya menjadi favorit dalam ibadah, pertemuan kebangunan rohani, dan bahkan sebagai lagu pengantar tidur yang mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak-anak.
Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Lawanlah Godaan", dan terus dinyanyikan hingga hari ini. Keberadaannya membuktikan bahwa Horatio Richmond Palmer berhasil menciptakan sebuah karya abadi yang tidak hanya menghibur telinga, tetapi juga menguatkan jiwa dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Singkatnya, "Yield Not To Temptation" adalah bukti kejeniusan Palmer dalam merangkum kebenaran spiritual universal ke dalam bentuk seni yang sederhana namun sangat efektif. Lagu ini adalah sebuah pengingat musik yang kuat bahwa dalam setiap godaan, ada kekuatan yang tersedia jika kita memilih untuk berpaling kepada Sumbernya.