BLP
Adakah Tempat Baginya?
Have You Any Room for Jesus?
Informasi Lagu
69
Nomor
Kode
BLP 69
Buku
Buku Lagu Perkantas
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 203, KPPK 197, KLIK 426
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
8 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Adakah Tempat Bagi-Nya"** (*Have You Any Room for Jesus?*) adalah salah satu himne yang paling menyentuh hati karena pesan penginjilannya yang sangat personal.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis dan Latar Belakang (1878)
Lagu ini ditulis oleh **Daniel W. Whittle** (1840–1901), seorang pria yang memiliki latar belakang unik. Whittle bukanlah seorang musisi atau pendeta sejak awal; ia adalah seorang perwira tentara Union selama Perang Saudara Amerika.
Kisah pertobatannya sendiri sangat dramatis. Saat menjadi tawanan perang, ia menemukan sebuah Alkitab di barak dan mulai membacanya. Setelah perang usai, ia menjadi seorang penginjil yang bekerja sama dengan musisi terkenal **Philip Bliss** dan **Dwight L. Moody**.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
Lirik lagu ini terinspirasi dari kisah kelahiran Yesus di Betlehem, di mana Yusuf dan Maria tidak mendapatkan tempat di penginapan (*inn*) sehingga Yesus harus lahir di palungan.
Whittle merenungkan realitas spiritual: **"Jika Yesus datang kembali hari ini, apakah dunia—atau bahkan hati manusia—masih tidak memiliki ruang bagi-Nya?"**
Whittle menulis lirik ini sebagai sebuah undangan bagi para pendengar untuk memeriksa isi hati mereka. Ia ingin menekankan bahwa Yesus tidak memaksa masuk; Ia adalah "Tamu" yang mengetuk pintu hati, namun seringkali pintu itu tertutup rapat oleh kesibukan, dosa, atau keduniawian.
### 3. Musik oleh C.C. Williams
Meskipun liriknya ditulis oleh Daniel Whittle (sering menggunakan nama pena *El Nathan*), melodi yang kita kenal sekarang digubah oleh **C.C. Williams** (nama lengkapnya adalah Charles Crozat Williams).
Williams adalah seorang komposer dan pemimpin pujian yang bekerja sama dengan Whittle. Ia menciptakan melodi yang bernada melankolis namun mendesak, yang sangat cocok dengan pesan liriknya yang bersifat introspektif.
### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini disusun dalam bentuk dialog antara Tuhan dan manusia:
* **Bait 1 & 2:** Menggambarkan Yesus yang datang mengetuk, namun manusia terlalu sibuk dengan urusan duniawi ("Penuh dengan urusan dunia," "Hati yang penuh dengan kesenangan").
* **Bait 3:** Mengingatkan pada penolakan di Betlehem, di mana Yesus lahir di tempat yang sangat hina karena tidak ada tempat lain.
* **Bait 4:** Sebuah peringatan bahwa waktu akan habis dan penyesalan akan datang jika seseorang terus menutup pintu hatinya bagi Yesus.
### 5. Dampak Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani di akhir abad ke-19. Keistimewaan lagu ini terletak pada kata **"Adakah?"** (Have You?). Whittle tidak hanya menulis tentang kisah masa lalu, tetapi memaksa pendengarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut secara pribadi: *“Di dalam hatimu, di saat ini, adakah tempat bagi Yesus?”*
### Ringkasan Pesan
Kisah di balik lagu ini adalah ajakan untuk **"memberi ruang."** Seringkali, seperti penginapan di Betlehem yang terlalu ramai, hati kita terlalu penuh dengan kekhawatiran, ambisi, dan keinginan pribadi sehingga tidak ada ruang bagi Sang Juru Selamat. Melalui lagu ini, Whittle dan Williams mengajak setiap orang untuk "mengosongkan" hatinya agar Yesus bisa bertahta di sana.
---
**Petikan Lirik yang Paling Dikenal:**
*"Adakah tempat bagi-Nya, Sang Penebus yang mulia?*
*Dunia sibuk dan tak peduli, tak ada ruang bagi-Nya."*
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena menggambarkan perjuangan manusia modern yang seringkali sibuk, namun merasa kosong di dalam, dan membutuhkan kehadiran Yesus untuk mengisi kekosongan tersebut.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis dan Latar Belakang (1878)
Lagu ini ditulis oleh **Daniel W. Whittle** (1840–1901), seorang pria yang memiliki latar belakang unik. Whittle bukanlah seorang musisi atau pendeta sejak awal; ia adalah seorang perwira tentara Union selama Perang Saudara Amerika.
Kisah pertobatannya sendiri sangat dramatis. Saat menjadi tawanan perang, ia menemukan sebuah Alkitab di barak dan mulai membacanya. Setelah perang usai, ia menjadi seorang penginjil yang bekerja sama dengan musisi terkenal **Philip Bliss** dan **Dwight L. Moody**.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
Lirik lagu ini terinspirasi dari kisah kelahiran Yesus di Betlehem, di mana Yusuf dan Maria tidak mendapatkan tempat di penginapan (*inn*) sehingga Yesus harus lahir di palungan.
Whittle merenungkan realitas spiritual: **"Jika Yesus datang kembali hari ini, apakah dunia—atau bahkan hati manusia—masih tidak memiliki ruang bagi-Nya?"**
Whittle menulis lirik ini sebagai sebuah undangan bagi para pendengar untuk memeriksa isi hati mereka. Ia ingin menekankan bahwa Yesus tidak memaksa masuk; Ia adalah "Tamu" yang mengetuk pintu hati, namun seringkali pintu itu tertutup rapat oleh kesibukan, dosa, atau keduniawian.
### 3. Musik oleh C.C. Williams
Meskipun liriknya ditulis oleh Daniel Whittle (sering menggunakan nama pena *El Nathan*), melodi yang kita kenal sekarang digubah oleh **C.C. Williams** (nama lengkapnya adalah Charles Crozat Williams).
Williams adalah seorang komposer dan pemimpin pujian yang bekerja sama dengan Whittle. Ia menciptakan melodi yang bernada melankolis namun mendesak, yang sangat cocok dengan pesan liriknya yang bersifat introspektif.
### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini disusun dalam bentuk dialog antara Tuhan dan manusia:
* **Bait 1 & 2:** Menggambarkan Yesus yang datang mengetuk, namun manusia terlalu sibuk dengan urusan duniawi ("Penuh dengan urusan dunia," "Hati yang penuh dengan kesenangan").
* **Bait 3:** Mengingatkan pada penolakan di Betlehem, di mana Yesus lahir di tempat yang sangat hina karena tidak ada tempat lain.
* **Bait 4:** Sebuah peringatan bahwa waktu akan habis dan penyesalan akan datang jika seseorang terus menutup pintu hatinya bagi Yesus.
### 5. Dampak Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani di akhir abad ke-19. Keistimewaan lagu ini terletak pada kata **"Adakah?"** (Have You?). Whittle tidak hanya menulis tentang kisah masa lalu, tetapi memaksa pendengarnya untuk menjawab pertanyaan tersebut secara pribadi: *“Di dalam hatimu, di saat ini, adakah tempat bagi Yesus?”*
### Ringkasan Pesan
Kisah di balik lagu ini adalah ajakan untuk **"memberi ruang."** Seringkali, seperti penginapan di Betlehem yang terlalu ramai, hati kita terlalu penuh dengan kekhawatiran, ambisi, dan keinginan pribadi sehingga tidak ada ruang bagi Sang Juru Selamat. Melalui lagu ini, Whittle dan Williams mengajak setiap orang untuk "mengosongkan" hatinya agar Yesus bisa bertahta di sana.
---
**Petikan Lirik yang Paling Dikenal:**
*"Adakah tempat bagi-Nya, Sang Penebus yang mulia?*
*Dunia sibuk dan tak peduli, tak ada ruang bagi-Nya."*
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena menggambarkan perjuangan manusia modern yang seringkali sibuk, namun merasa kosong di dalam, dan membutuhkan kehadiran Yesus untuk mengisi kekosongan tersebut.
Cross Reference
NKB 203, KPPK 197, KLIK 426
Adakah Tempat Baginya
KLIK
Adakah Tempat Bagi-Nya?
KPPK
Adakah Tempat BagiNya
NKB
Sama Tema
Injil Keselamatan - Ajakan Bertobat