Informasi Lagu
409
Nomor
As=Do
Nada Dasar
Kode
BN 409
Buku
Buku Nyanyian HKBP
Nada Dasar
As=Do
Metronom
80
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Ira David Sankey (1840)
Pencipta Syair
Elizabeth C Clephane (1830)
Penerjemah
Pdt Toga PL Rajagukguk BSM
Cross Ref.
BL 273, BE 409
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Sekawanan domba pulang kandang Satu lagi tak pulang Namun satu sesat mungkin pergi jauh Sangat jauh dari jalan Tuhan Dalam kubangan lumpur dosa manusia Tiada kesenangan hatinya susah Tiada kesenangan hatinya susah
Yesus Gembala Agung bersabda Satu yang tidak pulang Walau hanya satu tidak kembali Harus pulang, Aku tak henti Dia pun mencari tanpa rasa penat Memanggil domba-Nya yang jauh tersesat Memanggil domba-Nya yang jauh tersesat
Berat derita-Nya Tuhan Yesus Mencari yang tersesat Bercucuran darah dari tubuh-Nya Dari kaki serta tangan-Nya Dari kepala-Nya bercucuran darah O Yesus Tuhanku, kasih-Mu besar O Yesus Tuhanku, kasih-Mu besar
Akhirnya Yesus menemukannya Domba yang t’lah tersesat Dibersihkan, dibasuh dengan bersih Dibersihkan dengan darah-Nya Mari pujilah Gembala yang setia Yang menyelamatkan manusia sesat Yang menyelamatkan manusia sesat
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — BN 409 1
Slide 2 — BN 409 2
Slide 3 — BN 409 3
Slide 4 — BN 409 4
Partitur / Not
Partitur Chord BN 409
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"The Ninety and Nine"** (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai **"Sekawanan Domba"** atau terkadang dikaitkan dengan narasi "Angka Biru-Biru" dalam konteks himne rohani) adalah salah satu cerita paling mengharukan dalam sejarah musik Kristen.

Lagu ini merupakan kolaborasi antara seorang penulis syair yang hidup dalam kesepian dan seorang penyanyi yang diilhami oleh Roh Kudus secara spontan. Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Penulis Syair: Elizabeth Cecilia Clephane
Syair lagu ini ditulis oleh **Elizabeth Cecilia Clephane** (1830–1869) dari Skotlandia. Elizabeth adalah seorang wanita yang hidupnya dipenuhi oleh penderitaan fisik; ia sakit-sakitan hampir sepanjang hidupnya dan meninggal pada usia 39 tahun.

Meskipun hidup dalam kesakitan, ia memiliki iman yang mendalam. Ia menulis puisi "The Ninety and Nine" pada tahun 1868, terinspirasi dari perumpamaan Yesus tentang domba yang hilang di **Lukas 15:4-7**. Puisi ini pertama kali dipublikasikan di sebuah majalah mingguan berjudul *The Children’s Hour* setelah kematiannya.

### 2. Pertemuan yang Tidak Direncanakan (Ira D. Sankey)
Keajaiban lagu ini terjadi beberapa tahun kemudian, pada Mei 1874, saat penginjil terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey** sedang mengadakan rangkaian kebaktian di Edinburgh, Skotlandia.

Dalam perjalanan kereta api dari Glasgow ke Edinburgh, Sankey membeli sebuah koran dan menemukan potongan puisi "The Ninety and Nine" yang terselip di dalam koran tersebut. Ia membacanya, terkesan, dan menyimpannya di saku.

### 3. Penciptaan Melodi yang Spontan
Pada hari terakhir kebaktian di Edinburgh, Moody memberikan khotbah tentang "Gembala yang Baik". Setelah berkhotbah, Moody bertanya kepada Sankey, "Apakah Anda memiliki lagu yang cocok untuk menutup khotbah ini?"

Sankey sempat bingung. Ia mencari-cari di buku nyanyiannya, namun tidak menemukan lagu yang pas. Tiba-tiba, ia teringat potongan puisi di sakunya. Ia mengambilnya, meletakkannya di atas organnya, dan berdoa memohon hikmat Tuhan.

Saat itulah, **secara spontan**, Sankey mulai mengiringi syair tersebut dengan melodi yang muncul begitu saja dari hatinya. Ia menggabungkan syair sedih namun penuh harapan karya Clephane dengan melodi yang ia mainkan saat itu juga di depan ribuan orang. Moody sangat terharu hingga menangis, dan seluruh jemaat terpaku.

### 4. Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perbedaan antara "sembilan puluh sembilan" domba yang aman di dalam kandang dan "satu" domba yang tersesat di pegunungan yang gelap dan terjal.

* **Pesan Utama:** Sang Gembala tidak merasa puas dengan 99 domba yang sudah aman. Ia rela meninggalkan kenyamanan kandang, menempuh bahaya, duri, dan malam yang gelap demi mencari satu domba yang hilang.
* **Relevansi:** Lagu ini menjadi sangat populer karena pesannya yang universal tentang kasih Allah yang tidak menyerah pada satu orang pendosa sekalipun.

### Mengapa Sering Disebut "Angka Biru-Biru"?
Dalam beberapa literatur himne lama di Indonesia, penerjemahan judul atau referensi visual mengenai "domba" sering kali menggunakan bahasa puitis. Penggunaan istilah "Angka Biru-Biru" kemungkinan merujuk pada adaptasi dari buku nyanyian tertentu (seperti *Kidung Jemaat* atau buku himne kuno lainnya) di mana visualisasi "domba yang tersesat di kejauhan/birunya pegunungan" menjadi metafora kesepian dan kehilangan.

### Kesimpulan
Lagu ini menjadi bukti bagaimana Tuhan memakai penderitaan seorang wanita (Elizabeth Clephane) untuk menciptakan sebuah pesan kebenaran, lalu memakai seorang penyanyi (Ira D. Sankey) untuk memberikan "suara" pada pesan tersebut di saat yang paling tepat.

Hingga hari ini, "The Ninety and Nine" tetap menjadi salah satu lagu penginjilan paling berpengaruh di dunia karena berhasil menangkap esensi dari **kasih yang mencari** (searching love) dari sang Gembala Agung.