BN
Hosiana Anak Daud
Hosiana Anak Ni
Informasi Lagu
45
Nomor
Kode
BN 45
Buku
Buku Nyanyian HKBP
Metronom
0
Cross Ref.
BL 73, KJ 162, NR 48 , BE 45 , KK 214
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
7 bait
Hosiana Anak Daud, Dia mau melawat kita
B’ri tempat di hatimu, ratakan jalan bagi-Nya
Ranting palma angkatlah sambut Tuhan soraklah
Hosiana datanglah, masuk dalam hati kami
Kami sungguh bergemar, menyambut-Mu Tuhan kami
Kini kami berseru: datanglah Kau Tuhanku
Hosiana datanglah, Raja damai dan perkasa
Kasih pengorbanan-Mu memberikan kes’lamatan
Umat-Mu yang Kau tebus menikmati rahmat-Mu
Hosiana lihatlah, kami umat pilihan-Mu
Pimpin kami semuanya, tumbuh beriman pada-Mu
Kuatkanlah umat-Mu, melakukan p’rintah-Mu
Hosiana nyatalah, kegenapan janji Allah
Kemuliaan-Mu Tuhan belum nyata bagi dunia
Hanya orang beriman yang percaya kuasa-Mu
Hosiana berkat-Mu, b’rilah bagi umat Tuhan
Agar taat pada-Mu menghadapi pencobaan
Oleh kuasa Roh Kudus, kami kuat dan menang
Hosiana Engkaulah, Allah jadi manusia
Dengan Roh-Mu pimpinlah, umat-Mu tetap setia
Memuliakan nama-Mu, s’lalu dan selamanya
Slide Lirik
7 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Hosianna! Davids Sohn" (Hosiana! Putra Daud) adalah salah satu lagu himne berbahasa Jerman yang sangat terkenal, terutama di tradisi Kristen Protestan, dan secara khusus sering dinyanyikan pada Minggu Palem (Palmsonntag) atau kadang-kadang pada masa Adven. Kisah di baliknya melibatkan dua tokoh penting dari sejarah musik gereja Jerman: **Johann Ulich** yang menciptakan melodinya, dan **Benjamin Schmolck** yang menulis liriknya.
Mari kita telusuri kisah detailnya:
---
### 1. Latar Belakang Alkitabiah: Peristiwa Minggu Palem
Inti dari lagu ini berakar pada salah satu peristiwa paling signifikan dalam Injil: **Masuknya Yesus ke Yerusalem secara Triumfal**. Kisah ini dicatat di keempat Injil (Matius 21:1-11, Markus 11:1-11, Lukas 19:28-44, Yohanes 12:12-19).
* **Penyelenggaraan Nubuat:** Yesus dengan sengaja memilih untuk memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda, menggenapi nubuat nabi Zakharia 9:9: "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
* **Reaksi Orang Banyak:** Ribuan orang yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah menyambut Yesus dengan antusiasme yang luar biasa. Mereka menghamparkan jubah mereka di jalan, memotong dahan-dahan palma dan ranting-ranting pohon dari ladang, lalu melambai-lambaikannya sambil berseru:
* "**Hosianna!**" (dari bahasa Ibrani "Hoshi'ana" yang berarti "Selamatkanlah sekarang!" atau "Selamatkanlah kami!") – sebuah seruan permohonan yang telah menjadi seruan pujian.
* "**Hosianna bagi Anak Daud!**" (Hosianna dem Sohne Davids!) – mengakui Yesus sebagai Mesias, pewaris takhta Daud yang dijanjikan.
* "**Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!**"
* "**Hosianna di tempat yang maha tinggi!**"
Peristiwa ini penuh ironi dan paradoks. Orang banyak menyambut-Nya sebagai raja, namun bukan raja dalam pengertian duniawi dengan kekuatan militer, melainkan seorang raja yang datang dengan kerendahan hati, menunggangi keledai. Mereka memuji-Nya, namun hanya beberapa hari kemudian, sebagian dari kerumunan yang sama akan menyerukan "Salibkan Dia!"
---
### 2. Sang Komponis Melodi: Johann Ulich (1646-1712)
* **Latar Belakang:** Johann Ulich adalah seorang organis dan komposer Jerman dari era Barok. Ia lahir di Zittau dan menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di gereja-gereja di kota tersebut.
* **Karya:** Melodi yang kita kenal sekarang sebagai "Hosianna! Davids Sohn" sebenarnya berasal dari melodi yang Ulich publikasikan pada tahun **1671** dalam koleksinya berjudul "Heiliger Ton-Künstler Oder Geistliche Kirchen- und Haus-Musick".
* **Penggunaan Awal:** Menariknya, melodi ini awalnya tidak ditulis khusus untuk teks "Hosianna! Davids Sohn". Melodi ini dirancang untuk himne Adven yang lebih tua, seperti "Nun komm, der Heiden Heiland" (Sekarang datanglah, Penyelamat bangsa-bangsa), yang merupakan terjemahan Martin Luther dari himne Latin kuno "Veni Redemptor Gentium" karya Santo Ambrosius.
* **Karakter Melodi:** Melodi Ulich dicirikan oleh kesederhanaannya yang agung, ritme yang kokoh, dan melodi yang mudah diingat. Kualitas-kualitas ini membuatnya sangat cocok untuk nyanyian jemaat dan memberikannya daya tahan yang luar biasa. Ia memiliki kualitas "dirge-like" atau prosesional yang kuat, sangat pas untuk gambaran masuknya raja.
---
### 3. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)
* **Latar Belakang:** Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran dan salah satu penulis himne Protestan Jerman yang paling produktif pada abad ke-18. Ia lahir di Brauchitschdorf, Silesia (sekarang bagian dari Polandia), dan menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pendeta di Schweidnitz.
* **Jumlah Karya:** Schmolck sangat dihormati atas kesalehannya dan kemampuannya menulis himne. Ia menulis lebih dari 1.100 himne, yang banyak di antaranya menjadi bagian standar dari buku nyanyian gereja Lutheran Jerman.
* **Penulisan Lirik "Hosianna! Davids Sohn":** Schmolck menulis lirik untuk "Hosianna! Davids Sohn" pada tahun **1731**. Ia sering kali mengambil melodi-melodi yang sudah ada dan populer (seperti melodi Ulich) lalu menulis teks baru yang segar dan relevan di atasnya. Ini adalah praktik umum dalam hymnody, yang disebut *contrafactum*.
* **Inspirasi dan Pesan:** Schmolck terinspirasi langsung oleh narasi Injil tentang Minggu Palem (terutama Matius 21:9). Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah himne yang akan membantu jemaatnya menghayati kembali peristiwa itu dan menyadari makna teologisnya.
* Liriknya mengajak jemaat untuk bergabung dalam seruan "Hosianna!" kepada Yesus, mengakui Dia sebagai Mesias ("Anak Daud") dan Raja yang datang bukan dengan kemegahan duniawi, tetapi dengan kerendahan hati dan damai.
* Ada penekanan pada penyambutan Yesus ke dalam hati seseorang, bukan hanya ke kota Yerusalem.
* Himne ini juga merefleksikan pengakuan atas keilahian dan keselamatan yang dibawa oleh Yesus.
---
### 4. Kisah di Balik Kombinasi: Melodi dan Lirik Bertemu
Jadi, kisah "Hosianna! Davids Sohn" bukanlah kisah satu orang yang menciptakan semuanya. Ini adalah kisah **dua karya seni yang terpisah dalam waktu namun sempurna saat bersatu**:
* Johann Ulich menciptakan melodi yang agung dan kokoh pada tahun 1671, awalnya untuk himne Adven.
* Enam puluh tahun kemudian, pada tahun 1731, Benjamin Schmolck, seorang pendeta yang ingin jemaatnya merasakan semangat Minggu Palem, menulis lirik yang penuh semangat yang secara indah dan kuat menggemakan seruan orang banyak di Yerusalem, dan ia memilih melodi Ulich yang sudah dikenal dan dicintai untuk mengiringi teks barunya.
Kombinasi antara melodi Ulich yang tak lekang oleh waktu dan lirik Schmolck yang kuat secara teologis dan mudah dihayati, menghasilkan sebuah himne yang langsung menyentuh hati dan menjadi sangat populer. Ia memenuhi kebutuhan jemaat untuk memiliki lagu yang spesifik untuk merayakan Minggu Palem, menggenapi janji Mesias dan menyambut Kristus sang Raja.
### 5. Warisan dan Signifikansi
* **Penggunaan Liturgis:** Hingga hari ini, "Hosianna! Davids Sohn" adalah salah satu himne Minggu Palem yang paling umum dinyanyikan di gereja-gereja Protestan berbahasa Jerman, dan terjemahannya juga digunakan di seluruh dunia. Kadang-kadang juga dinyanyikan pada masa Adven karena fokusnya pada "Anak Daud" sebagai Mesias yang akan datang.
* **Pesan Abadi:** Lagu ini terus mengingatkan umat beriman tentang kedatangan Yesus sebagai Raja yang rendah hati, panggilan untuk menyambut-Nya dengan sukacita dan pujian, serta paradoks iman yang melihat kekuasaan sejati dalam kerendahan hati.
* **Inspirasi Musikal:** Melodi Ulich juga telah digunakan oleh komposer lain dalam karya-karya mereka, membuktikan keindahan dan ketahanannya.
Singkatnya, "Hosianna! Davids Sohn" adalah perpaduan harmonis antara sebuah melodi tua yang indah dan sebuah teks baru yang bersemangat, keduanya lahir dari tradisi musik gereja Jerman yang kaya, dan dijiwai oleh kisah abadi tentang kedatangan Raja Damai ke Yerusalem.
Mari kita telusuri kisah detailnya:
---
### 1. Latar Belakang Alkitabiah: Peristiwa Minggu Palem
Inti dari lagu ini berakar pada salah satu peristiwa paling signifikan dalam Injil: **Masuknya Yesus ke Yerusalem secara Triumfal**. Kisah ini dicatat di keempat Injil (Matius 21:1-11, Markus 11:1-11, Lukas 19:28-44, Yohanes 12:12-19).
* **Penyelenggaraan Nubuat:** Yesus dengan sengaja memilih untuk memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda, menggenapi nubuat nabi Zakharia 9:9: "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
* **Reaksi Orang Banyak:** Ribuan orang yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah menyambut Yesus dengan antusiasme yang luar biasa. Mereka menghamparkan jubah mereka di jalan, memotong dahan-dahan palma dan ranting-ranting pohon dari ladang, lalu melambai-lambaikannya sambil berseru:
* "**Hosianna!**" (dari bahasa Ibrani "Hoshi'ana" yang berarti "Selamatkanlah sekarang!" atau "Selamatkanlah kami!") – sebuah seruan permohonan yang telah menjadi seruan pujian.
* "**Hosianna bagi Anak Daud!**" (Hosianna dem Sohne Davids!) – mengakui Yesus sebagai Mesias, pewaris takhta Daud yang dijanjikan.
* "**Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!**"
* "**Hosianna di tempat yang maha tinggi!**"
Peristiwa ini penuh ironi dan paradoks. Orang banyak menyambut-Nya sebagai raja, namun bukan raja dalam pengertian duniawi dengan kekuatan militer, melainkan seorang raja yang datang dengan kerendahan hati, menunggangi keledai. Mereka memuji-Nya, namun hanya beberapa hari kemudian, sebagian dari kerumunan yang sama akan menyerukan "Salibkan Dia!"
---
### 2. Sang Komponis Melodi: Johann Ulich (1646-1712)
* **Latar Belakang:** Johann Ulich adalah seorang organis dan komposer Jerman dari era Barok. Ia lahir di Zittau dan menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di gereja-gereja di kota tersebut.
* **Karya:** Melodi yang kita kenal sekarang sebagai "Hosianna! Davids Sohn" sebenarnya berasal dari melodi yang Ulich publikasikan pada tahun **1671** dalam koleksinya berjudul "Heiliger Ton-Künstler Oder Geistliche Kirchen- und Haus-Musick".
* **Penggunaan Awal:** Menariknya, melodi ini awalnya tidak ditulis khusus untuk teks "Hosianna! Davids Sohn". Melodi ini dirancang untuk himne Adven yang lebih tua, seperti "Nun komm, der Heiden Heiland" (Sekarang datanglah, Penyelamat bangsa-bangsa), yang merupakan terjemahan Martin Luther dari himne Latin kuno "Veni Redemptor Gentium" karya Santo Ambrosius.
* **Karakter Melodi:** Melodi Ulich dicirikan oleh kesederhanaannya yang agung, ritme yang kokoh, dan melodi yang mudah diingat. Kualitas-kualitas ini membuatnya sangat cocok untuk nyanyian jemaat dan memberikannya daya tahan yang luar biasa. Ia memiliki kualitas "dirge-like" atau prosesional yang kuat, sangat pas untuk gambaran masuknya raja.
---
### 3. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)
* **Latar Belakang:** Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran dan salah satu penulis himne Protestan Jerman yang paling produktif pada abad ke-18. Ia lahir di Brauchitschdorf, Silesia (sekarang bagian dari Polandia), dan menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pendeta di Schweidnitz.
* **Jumlah Karya:** Schmolck sangat dihormati atas kesalehannya dan kemampuannya menulis himne. Ia menulis lebih dari 1.100 himne, yang banyak di antaranya menjadi bagian standar dari buku nyanyian gereja Lutheran Jerman.
* **Penulisan Lirik "Hosianna! Davids Sohn":** Schmolck menulis lirik untuk "Hosianna! Davids Sohn" pada tahun **1731**. Ia sering kali mengambil melodi-melodi yang sudah ada dan populer (seperti melodi Ulich) lalu menulis teks baru yang segar dan relevan di atasnya. Ini adalah praktik umum dalam hymnody, yang disebut *contrafactum*.
* **Inspirasi dan Pesan:** Schmolck terinspirasi langsung oleh narasi Injil tentang Minggu Palem (terutama Matius 21:9). Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah himne yang akan membantu jemaatnya menghayati kembali peristiwa itu dan menyadari makna teologisnya.
* Liriknya mengajak jemaat untuk bergabung dalam seruan "Hosianna!" kepada Yesus, mengakui Dia sebagai Mesias ("Anak Daud") dan Raja yang datang bukan dengan kemegahan duniawi, tetapi dengan kerendahan hati dan damai.
* Ada penekanan pada penyambutan Yesus ke dalam hati seseorang, bukan hanya ke kota Yerusalem.
* Himne ini juga merefleksikan pengakuan atas keilahian dan keselamatan yang dibawa oleh Yesus.
---
### 4. Kisah di Balik Kombinasi: Melodi dan Lirik Bertemu
Jadi, kisah "Hosianna! Davids Sohn" bukanlah kisah satu orang yang menciptakan semuanya. Ini adalah kisah **dua karya seni yang terpisah dalam waktu namun sempurna saat bersatu**:
* Johann Ulich menciptakan melodi yang agung dan kokoh pada tahun 1671, awalnya untuk himne Adven.
* Enam puluh tahun kemudian, pada tahun 1731, Benjamin Schmolck, seorang pendeta yang ingin jemaatnya merasakan semangat Minggu Palem, menulis lirik yang penuh semangat yang secara indah dan kuat menggemakan seruan orang banyak di Yerusalem, dan ia memilih melodi Ulich yang sudah dikenal dan dicintai untuk mengiringi teks barunya.
Kombinasi antara melodi Ulich yang tak lekang oleh waktu dan lirik Schmolck yang kuat secara teologis dan mudah dihayati, menghasilkan sebuah himne yang langsung menyentuh hati dan menjadi sangat populer. Ia memenuhi kebutuhan jemaat untuk memiliki lagu yang spesifik untuk merayakan Minggu Palem, menggenapi janji Mesias dan menyambut Kristus sang Raja.
### 5. Warisan dan Signifikansi
* **Penggunaan Liturgis:** Hingga hari ini, "Hosianna! Davids Sohn" adalah salah satu himne Minggu Palem yang paling umum dinyanyikan di gereja-gereja Protestan berbahasa Jerman, dan terjemahannya juga digunakan di seluruh dunia. Kadang-kadang juga dinyanyikan pada masa Adven karena fokusnya pada "Anak Daud" sebagai Mesias yang akan datang.
* **Pesan Abadi:** Lagu ini terus mengingatkan umat beriman tentang kedatangan Yesus sebagai Raja yang rendah hati, panggilan untuk menyambut-Nya dengan sukacita dan pujian, serta paradoks iman yang melihat kekuasaan sejati dalam kerendahan hati.
* **Inspirasi Musikal:** Melodi Ulich juga telah digunakan oleh komposer lain dalam karya-karya mereka, membuktikan keindahan dan ketahanannya.
Singkatnya, "Hosianna! Davids Sohn" adalah perpaduan harmonis antara sebuah melodi tua yang indah dan sebuah teks baru yang bersemangat, keduanya lahir dari tradisi musik gereja Jerman yang kaya, dan dijiwai oleh kisah abadi tentang kedatangan Raja Damai ke Yerusalem.
Cross Reference
BL 73, KJ 162, NR 48 , BE 45 , KK 214
Hosianna Anak Ni Raja David
BE
Hosiana! Putra Daud
KJ
Hosiana! Putra Daud
KK
Hosiana! Raja-Mu
NR
Sama Tema
Adventus