GB
Yesus, Jurus'lamat
He Hideth My Soul
Informasi Lagu
220
Nomor
Kode
GB 220
Buku
Gita Bakti
Metronom
0
Cross Ref.
NKI 300, NP 146, KPPK 228
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Yesus, Juruslamat, Pelindung ajaib,
pelindung bagi diriku.
Naungan jiwaku yang kokoh, teguh,
tempat nan sejuk dan tentram
Jiwaku teduh dalam naungan-Nya,
di dunia gelap dan gersang.
Hidupku tenangoleh kasih penuh;
ku aman dalam tangan-Nya.
Ku aman dalam tangan-Nya.
Yesus, Juruslamat, Penopang ajaib,
penopang bagi hidupku.
Bebanku ditanggung: ku jadi tegak;
kekuatan dibri bagiku.
Tiada terhitung berkat bagiku
di dalam kepenuhan-Nya.
Kelak Tuhan datang ku diangkat-Nya
Gloria, kunyanyi megah.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Naungan Jiwaku"** (judul asli: *He Hideth My Soul*) adalah salah satu mahakarya paling menyentuh yang lahir dari kolaborasi dua tokoh besar dalam sejarah musik gerejawi: penulis lirik **Fanny J. Crosby** dan komposer **William J. Kirkpatrick**.
Untuk memahami keindahan lagu ini, kita harus melihat konteks kehidupan Fanny Crosby, seorang wanita yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki penglihatan rohani yang luar biasa tajam.
### 1. Sosok Fanny J. Crosby: "Sang Burung Bulbul"
Fanny Crosby (1820–1915) menjadi buta saat ia masih bayi (berusia 6 minggu) karena kesalahan prosedur medis. Meskipun kehilangan penglihatannya, ia tidak pernah mengeluh. Ia justru menganggap kebutaan sebagai "anugerah" yang memungkinkannya untuk fokus sepenuhnya pada puisi dan hubungan dengan Tuhan.
Ia menulis ribuan himne sepanjang hidupnya, sering kali dengan kecepatan yang luar biasa. Ia sering mengatakan, *"Jika saya bisa memiliki satu keinginan di dunia ini, itu adalah agar saya bisa melihat wajah ibu saya, lalu kemudian bertemu dengan Juruselamat saya di surga."*
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1890)
Lagu ini ditulis pada tahun 1890. Saat itu, Fanny Crosby sudah berusia 70 tahun. Pada usia senja, ia merenungkan perjalanan hidupnya yang panjang—semua kesulitan, tantangan, dan penghiburan yang ia terima dari Tuhan.
Liriknya berakar dari **Mazmur 32:7**: *"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku dengan sorak-sorai kemenangan."*
Fanny ingin menggambarkan perasaan aman yang mutlak bagi orang percaya yang "bersembunyi" di dalam naungan Tuhan. Ia tidak merasa sendirian karena Tuhan adalah "batu karang yang kokoh" yang menopang jiwanya di tengah badai kehidupan.
### 3. Peran William J. Kirkpatrick
William J. Kirkpatrick adalah seorang komposer yang sangat produktif pada masanya. Ia sering bekerja sama dengan Fanny Crosby. Musik yang ia ciptakan untuk lirik ini memiliki melodi yang tenang, stabil, dan memberikan kesan damai. Kombinasi melodi yang lembut dengan lirik yang puitis membuat lagu ini terasa sangat intim, seperti sebuah doa pribadi.
### 4. Makna Mendalam di Balik Liriknya
Jika kita membedah liriknya, kita akan melihat kedalaman teologis yang luar biasa:
* **"Batu karang yang kokoh":** Menggambarkan perlindungan yang tidak tergoyahkan. Bagi Fanny, meskipun dunia mungkin tidak stabil, Tuhan tetap menjadi pijakan yang pasti.
* **"Di tengah badai":** Fanny tidak menjanjikan bahwa orang Kristen akan bebas dari masalah. Sebaliknya, ia mengakui adanya "badai," namun dalam badai tersebut, Tuhan adalah tempat perlindungan yang aman.
* **"Sorak-sorai":** Menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan bukan hanya tentang ketahanan, tetapi juga sukacita yang melimpah.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer karena resonansinya yang universal. Banyak orang di seluruh dunia merasa dikuatkan oleh lagu ini saat mereka sedang dalam masa-masa tergelap hidup mereka, mulai dari masa perang, sakit penyakit, hingga kedukaan.
**Kisah Menarik:**
Ada sebuah cerita yang sering dikaitkan dengan Fanny Crosby: Ketika ditanya apakah ia menyesal karena buta, ia menjawab bahwa jika ia bisa melihat, ia mungkin tidak akan pernah bisa menulis ribuan lagu yang menghibur dunia. Baginya, **"Naungan Jiwaku"** bukan sekadar lirik, melainkan pengakuan jujur bahwa saat matanya tertutup dari dunia, ia justru melihat kebesaran Tuhan dengan lebih jelas.
### Kesimpulan
"Naungan Jiwaku" adalah lagu tentang **keamanan di dalam Tuhan.** Ia mengajarkan bahwa tempat perlindungan yang sejati bukanlah di dunia ini, melainkan di dalam jiwa yang berserah kepada Tuhan. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena, seperti Fanny Crosby, kita semua manusia yang sering kali merasa takut dan rentan, dan kita semua membutuhkan "naungan" yang tidak pernah goyah oleh badai zaman.
Untuk memahami keindahan lagu ini, kita harus melihat konteks kehidupan Fanny Crosby, seorang wanita yang hidup dalam kegelapan fisik namun memiliki penglihatan rohani yang luar biasa tajam.
### 1. Sosok Fanny J. Crosby: "Sang Burung Bulbul"
Fanny Crosby (1820–1915) menjadi buta saat ia masih bayi (berusia 6 minggu) karena kesalahan prosedur medis. Meskipun kehilangan penglihatannya, ia tidak pernah mengeluh. Ia justru menganggap kebutaan sebagai "anugerah" yang memungkinkannya untuk fokus sepenuhnya pada puisi dan hubungan dengan Tuhan.
Ia menulis ribuan himne sepanjang hidupnya, sering kali dengan kecepatan yang luar biasa. Ia sering mengatakan, *"Jika saya bisa memiliki satu keinginan di dunia ini, itu adalah agar saya bisa melihat wajah ibu saya, lalu kemudian bertemu dengan Juruselamat saya di surga."*
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1890)
Lagu ini ditulis pada tahun 1890. Saat itu, Fanny Crosby sudah berusia 70 tahun. Pada usia senja, ia merenungkan perjalanan hidupnya yang panjang—semua kesulitan, tantangan, dan penghiburan yang ia terima dari Tuhan.
Liriknya berakar dari **Mazmur 32:7**: *"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku dengan sorak-sorai kemenangan."*
Fanny ingin menggambarkan perasaan aman yang mutlak bagi orang percaya yang "bersembunyi" di dalam naungan Tuhan. Ia tidak merasa sendirian karena Tuhan adalah "batu karang yang kokoh" yang menopang jiwanya di tengah badai kehidupan.
### 3. Peran William J. Kirkpatrick
William J. Kirkpatrick adalah seorang komposer yang sangat produktif pada masanya. Ia sering bekerja sama dengan Fanny Crosby. Musik yang ia ciptakan untuk lirik ini memiliki melodi yang tenang, stabil, dan memberikan kesan damai. Kombinasi melodi yang lembut dengan lirik yang puitis membuat lagu ini terasa sangat intim, seperti sebuah doa pribadi.
### 4. Makna Mendalam di Balik Liriknya
Jika kita membedah liriknya, kita akan melihat kedalaman teologis yang luar biasa:
* **"Batu karang yang kokoh":** Menggambarkan perlindungan yang tidak tergoyahkan. Bagi Fanny, meskipun dunia mungkin tidak stabil, Tuhan tetap menjadi pijakan yang pasti.
* **"Di tengah badai":** Fanny tidak menjanjikan bahwa orang Kristen akan bebas dari masalah. Sebaliknya, ia mengakui adanya "badai," namun dalam badai tersebut, Tuhan adalah tempat perlindungan yang aman.
* **"Sorak-sorai":** Menunjukkan bahwa hubungan dengan Tuhan bukan hanya tentang ketahanan, tetapi juga sukacita yang melimpah.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer karena resonansinya yang universal. Banyak orang di seluruh dunia merasa dikuatkan oleh lagu ini saat mereka sedang dalam masa-masa tergelap hidup mereka, mulai dari masa perang, sakit penyakit, hingga kedukaan.
**Kisah Menarik:**
Ada sebuah cerita yang sering dikaitkan dengan Fanny Crosby: Ketika ditanya apakah ia menyesal karena buta, ia menjawab bahwa jika ia bisa melihat, ia mungkin tidak akan pernah bisa menulis ribuan lagu yang menghibur dunia. Baginya, **"Naungan Jiwaku"** bukan sekadar lirik, melainkan pengakuan jujur bahwa saat matanya tertutup dari dunia, ia justru melihat kebesaran Tuhan dengan lebih jelas.
### Kesimpulan
"Naungan Jiwaku" adalah lagu tentang **keamanan di dalam Tuhan.** Ia mengajarkan bahwa tempat perlindungan yang sejati bukanlah di dunia ini, melainkan di dalam jiwa yang berserah kepada Tuhan. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena, seperti Fanny Crosby, kita semua manusia yang sering kali merasa takut dan rentan, dan kita semua membutuhkan "naungan" yang tidak pernah goyah oleh badai zaman.
Cross Reference
Sama Tema
Tuntunan Tuhan
Dari Fajar Pagi Hari
GB
Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
GB
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
GB
Ya Cah'ya Kasih
GB
Tuhan Adalah Gembalaku
GB
Ya Kasih Yang Merangkulku
GB
Bila 'Ku Ragu
GB
Tuhanku, Pimpinlah
GB
Tiap Langkahku
GB
Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
GB
'Kau Bagianku Abadi
GB
Sampai Masa Tua
GB
Di Jalanku, Ku Punya Sobat
GB
Di Saat Hidupku Sendiri
GB
Ini Dunia Bapaku
GB