Informasi Lagu
191
Nomor
Kode
KC 191
Buku
Kidung Ceria
Metronom
0
Cross Ref.
KK 597, NR 167, KC 191
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1. Batu penjuru Greja dan Dasar yang esa, yaitu Yesus Kristus, Pendiri umat-Nya. Dengan kurban darah-Nya Gereja ditebus, baptisan dan firman-Nya membuat-Nya kudus. 2. Terpanggil dari bangsa seluruh dunia, manunggallah Gereja ber-Tuhan Yang Esa. Aneka kurnianya, esa baptisannya, esa perjamuannya, esa harapannya. 3. Gereja takkan punah selama-lamanya, dibimbing tangan Tuhan, dibela kasih-Nya. Ditantang pengkhianat dan banyak musuhnya, dan bertahanlah jemaat dsn jaya mulia.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KC 191 1
Slide 2 — KC 191 2
Slide 3 — KC 191 3
Partitur / Not
Partitur Chord KC 191
Sejarah Lagu
Kisah mendetail di balik lagu himne yang agung dan penuh makna, "The Church's One Foundation" (Batu Penjuru G'reja). Kisah ini adalah cerminan dari pergulatan teologis, iman yang teguh, dan kerinduan akan kesatuan dalam Gereja Kristen pada abad ke-19.

---

**Judul Asli:** The Church's One Foundation
**Penulis Lirik:** Samuel John Stone (1839–1900)
**Penulis Melodi Populer (Aurelia):** Samuel Sebastian Reinagle (1818–1882)
**(CATATAN PENTING: Sering terjadi kesalahpahaman bahwa Samuel Sebastian Wesley yang menulis melodi "Aurelia". Padahal, S.S. Wesley adalah seorang komposer gereja terkemuka, tetapi melodi "Aurelia" yang paling sering digunakan untuk himne ini diciptakan oleh Samuel Sebastian Reinagle. Ada kemungkinan Wesley juga mengarang melodi lain untuk himne ini, namun Aurelia lah yang paling dikenal.)**

---

**Konteks Sejarah: Gejolak Teologis di Gereja Inggris (1860-an)**

Untuk memahami sepenuhnya motivasi di balik penulisan "The Church's One Foundation", kita harus kembali ke tahun 1860-an di Inggris. Gereja Inggris (Anglican) saat itu sedang menghadapi gejolak teologis yang sangat serius, yang dikenal sebagai **Kontroversi "Essays and Reviews"**.

Pada tahun 1860, sebuah koleksi tujuh esai yang ditulis oleh tujuh teolog Anglikan liberal diterbitkan dengan judul "Essays and Reviews". Karya ini menimbulkan badai kontroversi karena secara radikal menantang banyak doktrin tradisional Gereja. Di antara isu-isu yang dipertanyakan adalah:

* **Inspirasi Alkitab:** Para penulis mempertanyakan pandangan literal tentang inspirasi ilahi Alkitab, menyarankan bahwa Alkitab harus dibaca lebih seperti karya sastra manusia.
* **Mukjizat:** Mereka meragukan keakuratan historis beberapa mukjizat dalam Alkitab.
* **Hukuman Kekal:** Konsep neraka dan hukuman kekal dipertanyakan, dianggap tidak sesuai dengan sifat kasih Allah.
* **Penciptaan dan Ilmu Pengetahuan:** Ada upaya untuk mendamaikan iman dengan temuan ilmu pengetahuan modern (terutama Darwinisme yang baru muncul), yang sering kali dianggap merusak otoritas Alkitab.

Publikasi ini mengguncang Gereja Inggris hingga ke fondasinya. Banyak umat dan pendeta merasa iman mereka terancam, dan ada tuduhan bidat yang meluas. Para penulis dituduh merongrong doktrin-doktrin inti, serta mengancam kesatuan dan otoritas Gereja.

**Samuel John Stone: Seorang Pendeta yang Bertekad Mempertahankan Iman**

Di tengah kekacauan teologis ini, muncul seorang pendeta muda bernama Samuel John Stone. Lahir pada tahun 1839, Stone adalah putra seorang pendeta Anglikan dan memiliki keyakinan yang kuat pada ajaran tradisional Gereja. Sebagai seorang pendeta dan teolog, Stone sangat prihatin melihat bagaimana "Essays and Reviews" telah menyebabkan perpecahan, keraguan, dan kebingungan di antara umat Kristen. Ia merasakan adanya serangan langsung terhadap apa yang ia yakini sebagai fondasi iman Kristen yang tidak dapat digoyahkan.

Stone memutuskan untuk merespons kontroversi ini bukan melalui argumen teologis yang rumit, tetapi melalui medium yang lebih merakyat dan inspiratif: **himne**. Ia ingin menyajikan kembali doktrin-doktrin inti Gereja dalam bentuk yang puitis, mudah dipahami, dan dapat dinyanyikan, sehingga dapat meneguhkan kembali iman jemaat.

**"Lyra Fidelium" dan Asal Mula Himne**

Pada tahun 1866, Samuel John Stone menerbitkan sebuah koleksi himne berjudul **"Lyra Fidelium"** (Lira Setia), yang berisi dua belas himne. Setiap himne dalam koleksi ini dirancang untuk mengilustrasikan dan menjelaskan salah satu dari **Dua Belas Artikel Kredo Nicea** (Aku percaya pada satu Allah...).

"The Church's One Foundation" secara khusus ditulis oleh Stone sebagai interpretasi puitis dari **Artikel IX Kredo Nicea**: "Aku percaya pada satu, kudus, katolik, dan apostolik Gereja." Ini adalah deklarasi keyakinan tentang sifat dan kesatuan Gereja.

Dengan himne ini, Stone ingin menyampaikan beberapa pesan kunci:

1. **Kristus adalah Fondasi Tunggal:** Mengingatkan bahwa Gereja tidak didirikan di atas opini manusia atau interpretasi yang berubah-ubah, melainkan di atas Yesus Kristus sendiri.
2. **Kesatuan Gereja:** Menegaskan bahwa meskipun ada perpecahan (schismata) dan ajaran sesat (heresia), Gereja pada intinya adalah satu, karena ia adalah Tubuh Kristus. Baris terkenal **"By schisms rent asunder, by heresies distressed"** adalah refleksi langsung dari gejolak yang disaksikan Stone.
3. **Sifat Ilahi Gereja:** Mengingatkan bahwa Gereja adalah ciptaan ilahi, mempelai Kristus, yang ditebus dengan darah-Nya.
4. **Harapan Masa Depan:** Meskipun Gereja menghadapi kesulitan di dunia, ia memiliki janji kemenangan kekal dan kemuliaan di surga.
5. **Sakramen sebagai Tanda Kesatuan:** Menggarisbawahi bahwa satu baptisan, satu roti, satu cawan, adalah tanda nyata dari kesatuan iman.

**Melodi "Aurelia" oleh Samuel Sebastian Reinagle**

Kekuatan lirik Stone segera diakui, namun sebuah himne menjadi benar-benar abadi ketika dipadukan dengan melodi yang tepat. Di sinilah peran **Samuel Sebastian Reinagle** (bukan Wesley) menjadi penting.

Reinagle adalah seorang organis dan komposer gereja yang juga berasal dari Inggris. Pada tahun 1864, ia mengarang sebuah melodi himne yang kuat, mulia, dan mudah dinyanyikan, yang ia beri nama **"Aurelia"**. Nama "Aurelia" berarti "emas" atau "keemasan", yang mungkin menyiratkan kualitas musiknya yang berharga.

Meskipun melodi "Aurelia" diciptakan dua tahun sebelum "Lyra Fidelium" diterbitkan, tak lama setelah "The Church's One Foundation" dipublikasikan, kedua karya ini ditemukan saling melengkapi dengan sempurna. Melodi "Aurelia" yang kokoh dan penuh martabat sangat cocok dengan pesan lirik Stone yang teguh dan agung. Kombinasi lirik Stone dan melodi Reinagle segera diadopsi secara luas dan menjadi sangat populer di seluruh dunia Anglikan dan Protestan.

**Warisan dan Pengaruh Abadi**

"The Church's One Foundation" telah menjadi salah satu himne Kristen yang paling dicintai dan sering dinyanyikan. Ia melampaui batas denominasi dan terus menginspirasi jutaan orang untuk merenungkan sifat dan misi Gereja.

Melalui himne ini, Samuel John Stone tidak hanya merespons kontroversi teologis zamannya, tetapi juga memberikan sebuah pernyataan iman yang abadi tentang kesatuan Gereja di bawah kepala Kristus. Ini adalah pengingat bahwa di tengah segala perpecahan dan perbedaan, ada satu dasar yang tak tergoyahkan: iman kepada Yesus Kristus, Sang Batu Penjuru Gereja.

Kisah di balik lagu ini adalah bukti bagaimana seni dan teologi dapat bersatu untuk meneguhkan iman di tengah badai keraguan, dan bagaimana sebuah lagu dapat menjadi benteng rohani bagi umat percaya.