Informasi Lagu
35
Nomor
Do=C
Nada Dasar
Kode
KJ 35
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=C
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
92
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Lowell Mason (1830)
Pencipta Syair
William Cowper (1771)
Penerjemah
Yamuger (1977)
Cross Ref.
KPJ 278, BE 673, KK 242
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota; yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya, terhapus dosanya, terhapus dosanya yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.
Penyamun yang di sisiNya di bri anugerah; pun aku yang penuh cela dibasuh darahNya, dibasuh darahNya, dibasuh darahNya, pun aku yang penuh cela dibasuh darahNya.
Ya Anakdomba, darahMu tak hilang kuasanya, sehingga slamat umatMu dan suci slamanya, dan suci slamanya, dan suci slamanya, sehingga slamat umatMu dan suci slamanya.
Sejak kupandang salibMu dengan iman teguh, kasihMulah kupuji trus seumur hidupku, seumur hidupku, seumur hidupku, kasihMulah kupuji trus seumur hidupku.
Dan jika nanti lidahku tak lagi bergerak, tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak, di sorgaMu kelak, di sorgaMu kelak, tetap kupuji kuasaMu di sorgaMu kelak.
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 35
Sejarah Lagu
"Tercurah Darah Tuhanku" (There Is A Fountain Filled With Blood) adalah salah satu himne Kristen yang paling kuat dan abadi, kaya akan makna teologis dan latar belakang pribadi yang mendalam dari para penciptanya. Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah himne: penyair Inggris **William Cowper** yang menulis liriknya, dan komponis Amerika **Lowell Mason** yang kemudian menciptakan melodi ikonik yang kita kenal sekarang.

Mari kita selami kisah detailnya:

---

### Bagian 1: Lirik – Lahir dari Jiwa yang Tersiksa dan Penebusan (William Cowper, Sekitar Tahun 1772)

Lirik "There Is A Fountain Filled With Blood" ditulis oleh **William Cowper (1731-1800)**, seorang penyair Inggris yang sangat berbakat namun juga sangat rentan terhadap depresi berat dan gangguan mental. Hidupnya adalah pergulatan konstan antara pencerahan spiritual dan keputusasaan yang mendalam.

1. **Masa Muda dan Trauma:**
Cowper mengalami masa kecil yang sulit. Ibunya meninggal saat ia berusia enam tahun, meninggalkannya dengan trauma mendalam. Ia kemudian dikirim ke sekolah asrama yang keras, di mana ia sering diintimidasi. Pengalaman-pengalaman ini memperparah kecenderungannya terhadap melancholia.

2. **Perjuangan dengan Kesehatan Mental:**
Selama bertahun-tahun, Cowper berulang kali mengalami episode depresi klinis dan bahkan upaya bunuh diri. Ia sering merasa terasing dari Tuhan, percaya bahwa ia adalah salah satu dari "orang-orang terkutuk" yang tidak akan pernah bisa menerima penebusan. Keyakinan fatalistik ini adalah penderitaan terbesar dalam hidupnya.

3. **Pertemuan dengan John Newton:**
Titik balik penting dalam hidup Cowper terjadi ketika ia pindah ke Olney, Buckinghamshire, pada tahun 1767. Di sana, ia menjalin persahabatan dekat dengan **John Newton**, seorang mantan kapten kapal budak yang telah bertobat dan menjadi seorang pendeta Anglikan yang bersemangat (penulis himne "Amazing Grace"). Newton menjadi mentor spiritual, teman, dan jangkar bagi Cowper.

4. **Proyek Olney Hymns:**
Newton menyadari bakat puitis Cowper dan juga betapa menulis bisa menjadi terapi baginya. Ia mengundang Cowper untuk berkolaborasi dengannya dalam sebuah proyek menulis himne baru untuk kebaktian mereka di Olney. Tujuannya adalah untuk menciptakan himne yang lebih personal, alkitabiah, dan mudah dipahami oleh jemaat awam. Dari kolaborasi inilah lahir **Olney Hymns**, yang diterbitkan pada tahun 1779.

5. **Inspirasi untuk "There Is A Fountain":**
"There Is A Fountain Filled With Blood" (awalnya berjudul "Praise for the Fountain Opened") adalah salah satu dari himne yang ditulis Cowper untuk Olney Hymns. Lirik ini mencerminkan pergulatannya sendiri dengan dosa dan kerinduan akan pembersihan.
* **Sumber Alkitabiah:** Imagery "air mancur yang terbuka" diambil langsung dari **Zakharia 13:1**: "Pada waktu itu akan ada suatu mata air terbuka bagi kaum keturunan Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran." Cowper menghubungkan "mata air" ini dengan darah Yesus Kristus yang dicurahkan di Kalvari.
* **Pengalaman Pribadi:** Meskipun Cowper terus berjuang dengan depresi sepanjang hidupnya, periode-periode pencerahan rohani memberinya pemahaman mendalam tentang kasih karunia dan penebusan Kristus. Himne ini adalah ekspresi dari keyakinannya pada kuasa darah Kristus untuk membersihkan dosa, bahkan bagi mereka yang merasa paling tidak layak, seperti dirinya.
* **"The Dying Thief":** Baris "The dying thief shall lose all his guilty stains" secara langsung merujuk pada penjahat yang disalibkan di samping Yesus, yang bertobat di saat-saat terakhir hidupnya dan dijanjikan tempat di Firdaus. Ini adalah contoh kuat bagi Cowper (dan bagi kita) bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh darah Kristus.
* **Harapan di Tengah Keputusasaan:** Himne ini, dengan semua citranya yang kuat dan kadang-kadang gamblang tentang darah, adalah seruan harapan dan kepastian penebusan bagi jiwa yang tersiksa. Ia berbicara tentang kuasa abadi darah Kristus yang tidak pernah kehilangan kekuatannya, bahkan ketika daging dan hati gagal.

---

### Bagian 2: Melodi – Menghidupkan Kata-kata (Lowell Mason, 1830)

Setelah liriknya diterbitkan dalam Olney Hymns, "There Is A Fountain Filled With Blood" menjadi populer di kalangan orang percaya. Namun, melodi yang paling kita kenal sekarang dikarang jauh kemudian oleh **Lowell Mason (1792-1872)**.

1. **Lowell Mason: Bapak Musik Gereja Amerika:**
Lowell Mason adalah seorang komponis, pendidik musik, dan pemimpin paduan suara yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat pada abad ke-19. Ia adalah tokoh kunci dalam pengembangan pendidikan musik di sekolah-sekolah umum dan mereformasi musik gereja. Sebelumnya, musik gereja di Amerika seringkali terlalu kompleks dan tidak mudah dinyanyikan oleh jemaat. Mason menganjurkan melodi yang lebih sederhana, khusyuk, dan mudah diingat.

2. **Melodi "OLNEY":**
Mason tertarik pada lirik-lirik himne Cowper karena kedalaman teologis dan ekspresi emosinya. Untuk lirik "There Is A Fountain Filled With Blood", ia mengarang sebuah melodi yang kemudian dikenal dengan nama **"OLNEY"** (sebuah penghormatan kepada asal mula lirik tersebut dari Olney Hymns). Melodi ini pertama kali diterbitkan dalam koleksinya, **"The Boston Händel and Haydn Society Collection of Church Music"** pada tahun 1830.

3. **Sinergi Lirik dan Melodi:**
* Melodi Mason sempurna melengkapi lirik Cowper. Ini adalah melodi yang mengalir, khusyuk, namun memiliki bagian-bagian yang "naik" dan memberikan perasaan harapan dan penekanan pada kata-kata kunci.
* Kesederhanaan dan keindahan melodi Mason membuatnya mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh jemaat, memungkinkan pesan kuat liriknya meresap ke dalam hati banyak orang.
* Gabungan lirik yang mendalam dan melodi yang kuat ini menciptakan sebuah himne yang sangat emosional dan transformatif, yang dengan cepat menyebar luas di seluruh gereja Protestan di Amerika dan di seluruh dunia.

---

### Warisan dan Dampak

"Tercurah Darah Tuhanku" telah menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan.
* **Pesan Penebusan:** Pesannya yang jelas tentang pengorbanan Kristus dan kuasa darah-Nya untuk mengampuni dosa dan memberikan hidup kekal adalah inti dari iman Kristen.
* **Sumber Penghiburan:** Bagi banyak orang, terutama mereka yang bergumul dengan rasa bersalah atau keputusasaan, himne ini menawarkan penghiburan dan jaminan yang mendalam akan kasih karunia Tuhan yang tak terbatas.
* **Populer di Revival:** Lagu ini sangat populer selama kebangunan rohani (revival) pada abad ke-19 dan ke-20 karena pesannya yang langsung dan kuat tentang konversi dan penebusan.
* **Citra yang Kuat:** Meskipun citra "darah" bisa tampak grafis bagi beberapa orang, bagi orang Kristen itu melambangkan harga yang sangat besar yang dibayar untuk keselamatan mereka dan kedalaman kasih Allah.

Kisah di balik lagu ini adalah testament dari iman yang gigih di tengah penderitaan (Cowper) dan semangat inovasi untuk memuliakan Tuhan melalui musik (Mason). Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah himne abadi yang terus menginspirasi dan menghibur jutaan jiwa dengan janji penebusan Kristus.