KJ
Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil
Softly and Tenderly
Informasi Lagu
353
Nomor
Kode
KJ 353
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 443
Syair / Lirik
4 bait
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau.
Lihatlah Dia prihatin menunggu, menunggu aku dan kau.
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!"
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!"
Janganlah ragu, Tuhanmu mengajak, mengajak aku dan kau;
Jangan enggan menerima kasih-Nya terhadap aku dan kau.
Waktu serta kesempatan berlalu yang dibri aku dan kau;
nanti gelap kematian membayang mengancam aku dan kau.
Yesus berjanji membrikan kasih-Nya kepada aku dan kau.
Ia mengampuni orang berdosa seperti aku dan kau.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Softly and Tenderly"** (dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi **"Sungguh Lembut"**) adalah salah satu himne (pujian) paling terkenal dan menyentuh hati dalam sejarah kekristenan. Lagu ini diciptakan oleh **Will Lamartine Thompson** pada tahun **1880**.
Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan dan pengaruh lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Will Lamartine Thompson
Will L. Thompson (1847–1909) adalah seorang musisi dan penulis lagu asal Ohio, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki bakat musik yang luar biasa. Tidak seperti banyak penulis lagu rohani pada masanya yang berlatar belakang pendeta, Thompson adalah seorang pengusaha musik yang sukses. Ia memiliki toko musik dan penerbitannya sendiri.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu
Kisah penciptaan lagu ini berakar dari keyakinan Thompson bahwa musik adalah sarana untuk menyentuh hati yang paling keras sekalipun.
Pada suatu masa, Thompson merasa tergerak untuk menulis sebuah lagu yang bukan sekadar berisi dogma, melainkan sebuah **undangan pribadi**. Ia ingin menangkap esensi dari kasih Tuhan yang tidak memaksa, melainkan menunggu dengan sabar. Ia membayangkan Tuhan sebagai sosok yang "lemah lembut dan penuh kasih," yang memanggil orang-orang yang lelah dan tersesat untuk datang pulang.
Liriknya, *"Softly and tenderly Jesus is calling"* (Sungguh lembut dan manis Yesus memanggil), mencerminkan keyakinan Thompson bahwa keselamatan adalah tawaran kasih sayang, bukan tuntutan hukum.
### 3. Keteguhan Thompson dalam Misi Lagu Ini
Ada sebuah anekdot terkenal mengenai keteguhan hati Thompson terkait lagu ini. Suatu kali, D.L. Moody, penginjil besar dunia, sedang terbaring sakit di tempat tidur menjelang ajalnya. Thompson datang menjenguknya.
Moody berkata kepada Thompson, *"Will, saya lebih suka menulis lagu 'Softly and Tenderly' daripada apa pun yang bisa saya lakukan sepanjang hidup saya."*
Pernyataan Moody ini menunjukkan betapa besarnya dampak lagu tersebut bagi orang-orang yang sedang bergumul dengan iman mereka. Bagi Moody, lagu itu adalah representasi sempurna dari Injil: tawaran pengampunan yang tak berkesudahan.
### 4. Makna Teologis
Secara teologis, lagu ini mendobrak pandangan tradisional pada zamannya yang sering kali menekankan sisi penghakiman Tuhan yang menakutkan.
* **"Softly and tenderly"**: Menunjukkan sifat Tuhan yang sabar, tidak menggunakan kekerasan.
* **"Calling for you and for me"**: Menekankan bahwa undangan itu bersifat personal dan universal.
* **"Come home"**: Menggunakan metafora rumah, yang menyiratkan bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah "musafir" yang merindukan kembali kepada Penciptanya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat legendaris karena beberapa alasan:
* **Lagu Panggilan (Invitation Hymn):** Di banyak gereja, lagu ini menjadi lagu standar yang dinyanyikan saat sesi altar call (ajakan untuk menerima iman). Melodinya yang lambat dan tenang dirancang khusus untuk menciptakan suasana refleksi diri.
* **Budaya Populer:** Lagu ini muncul dalam berbagai film dan momen sejarah. Salah satu yang paling ikonik adalah saat lagu ini dinyanyikan dalam upacara pemakaman atau adegan yang menggambarkan pertobatan dalam film-film klasik.
* **Kekuatan Universal:** Karena liriknya yang sangat manusiawi dan tidak terikat pada denominasi tertentu, lagu ini terus dinyanyikan lintas generasi dan bahasa di seluruh dunia.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Sungguh Lembut" adalah kisah tentang **"undangan yang tak pernah ditarik kembali."** Will L. Thompson berhasil menciptakan melodi yang mampu meredam kebisingan dunia dan menempatkan pendengarnya dalam keheningan yang intim dengan Tuhan. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena ia menawarkan sesuatu yang selalu dicari manusia: tempat untuk pulang, pengampunan, dan penerimaan tanpa syarat.
Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan dan pengaruh lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Will Lamartine Thompson
Will L. Thompson (1847–1909) adalah seorang musisi dan penulis lagu asal Ohio, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki bakat musik yang luar biasa. Tidak seperti banyak penulis lagu rohani pada masanya yang berlatar belakang pendeta, Thompson adalah seorang pengusaha musik yang sukses. Ia memiliki toko musik dan penerbitannya sendiri.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu
Kisah penciptaan lagu ini berakar dari keyakinan Thompson bahwa musik adalah sarana untuk menyentuh hati yang paling keras sekalipun.
Pada suatu masa, Thompson merasa tergerak untuk menulis sebuah lagu yang bukan sekadar berisi dogma, melainkan sebuah **undangan pribadi**. Ia ingin menangkap esensi dari kasih Tuhan yang tidak memaksa, melainkan menunggu dengan sabar. Ia membayangkan Tuhan sebagai sosok yang "lemah lembut dan penuh kasih," yang memanggil orang-orang yang lelah dan tersesat untuk datang pulang.
Liriknya, *"Softly and tenderly Jesus is calling"* (Sungguh lembut dan manis Yesus memanggil), mencerminkan keyakinan Thompson bahwa keselamatan adalah tawaran kasih sayang, bukan tuntutan hukum.
### 3. Keteguhan Thompson dalam Misi Lagu Ini
Ada sebuah anekdot terkenal mengenai keteguhan hati Thompson terkait lagu ini. Suatu kali, D.L. Moody, penginjil besar dunia, sedang terbaring sakit di tempat tidur menjelang ajalnya. Thompson datang menjenguknya.
Moody berkata kepada Thompson, *"Will, saya lebih suka menulis lagu 'Softly and Tenderly' daripada apa pun yang bisa saya lakukan sepanjang hidup saya."*
Pernyataan Moody ini menunjukkan betapa besarnya dampak lagu tersebut bagi orang-orang yang sedang bergumul dengan iman mereka. Bagi Moody, lagu itu adalah representasi sempurna dari Injil: tawaran pengampunan yang tak berkesudahan.
### 4. Makna Teologis
Secara teologis, lagu ini mendobrak pandangan tradisional pada zamannya yang sering kali menekankan sisi penghakiman Tuhan yang menakutkan.
* **"Softly and tenderly"**: Menunjukkan sifat Tuhan yang sabar, tidak menggunakan kekerasan.
* **"Calling for you and for me"**: Menekankan bahwa undangan itu bersifat personal dan universal.
* **"Come home"**: Menggunakan metafora rumah, yang menyiratkan bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah "musafir" yang merindukan kembali kepada Penciptanya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat legendaris karena beberapa alasan:
* **Lagu Panggilan (Invitation Hymn):** Di banyak gereja, lagu ini menjadi lagu standar yang dinyanyikan saat sesi altar call (ajakan untuk menerima iman). Melodinya yang lambat dan tenang dirancang khusus untuk menciptakan suasana refleksi diri.
* **Budaya Populer:** Lagu ini muncul dalam berbagai film dan momen sejarah. Salah satu yang paling ikonik adalah saat lagu ini dinyanyikan dalam upacara pemakaman atau adegan yang menggambarkan pertobatan dalam film-film klasik.
* **Kekuatan Universal:** Karena liriknya yang sangat manusiawi dan tidak terikat pada denominasi tertentu, lagu ini terus dinyanyikan lintas generasi dan bahasa di seluruh dunia.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Sungguh Lembut" adalah kisah tentang **"undangan yang tak pernah ditarik kembali."** Will L. Thompson berhasil menciptakan melodi yang mampu meredam kebisingan dunia dan menempatkan pendengarnya dalam keheningan yang intim dengan Tuhan. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena ia menawarkan sesuatu yang selalu dicari manusia: tempat untuk pulang, pengampunan, dan penerimaan tanpa syarat.