Informasi Lagu
457
Nomor
Do=As
Nada Dasar
Kode
KJ 457
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=As
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
95
Jumlah Bait
6 bait
Style
ChristmasWaltz
Pencipta Lagu
Robert Lowry (1872)
Pencipta Syair
Annie Sherwood Hawks (1872)
Penerjemah
Yamuger (1977)
Cross Ref.
KK 684, KPJ 144, NP 285, KPPK 321, PPK 157 , NKI 96, KC 299
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 6 bait
Ya Tuhan, tiap jam ku memerlukanMu, Engkaulah yang membri sejahtera penuh. Reff Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ku datang, Juruslamat, berkatilah!
Ya Tuhan, tiap jam dampingi hambaMu; jikalau Kau dekat, enyah penggodaku. Reff
Ya Tuhan, tiap jam, di suka-dukaku, jikalau Tuhan jauh, percuma hidupku. Reff
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksudMu; bri janjiMu genap di dalam hidupku. Reff
Ya Tuhan, tiap jam kupuji namaMu; Tuhanku yang kudus, kekal ku milikMu! Reff
Ya Tuhan, tiap jam penuhi hatiku; Supaya bersyukur selalu padaMu! Reff
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — KJ 457 1
Slide 2 — KJ 457 2
Slide 3 — KJ 457 3
Slide 4 — KJ 457 4
Slide 5 — KJ 457 5
Slide 6 — KJ 457 6
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 457
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Ya Tuhan, Tiap Jam" (I Need Thee Every Hour)** adalah sebuah kesaksian tentang bagaimana seseorang menemukan kekuatan spiritual di tengah rutinitas hidup yang melelahkan.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu pujian klasik ini:

### 1. Sang Penulis: Annie Sherwood Hawks
Lagu ini ditulis oleh **Annie Sherwood Hawks** pada tahun 1872. Pada saat itu, Annie adalah seorang ibu rumah tangga berusia 37 tahun yang tinggal di Brooklyn, New York.

Meskipun ia aktif di gereja, ia bukanlah seorang penulis lagu profesional. Ia menulis puisi ini pada suatu pagi musim semi yang cerah. Annie kemudian menceritakan bagaimana inspirasi lagu tersebut datang kepadanya:

> *"Saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Tiba-tiba, saya merasakan kehadiran Tuhan yang sangat dekat. Saya merasa seolah-olah Tuhan sedang berbicara kepada saya, dan saya merasa sangat membutuhkan-Nya di setiap saat dalam hidup saya, bukan hanya saat-saat sulit, tetapi juga saat-saat yang tampak biasa saja."*

Dalam momen kesadaran spiritual tersebut, kata-kata *"I need Thee every hour"* (Aku perlu Engkau tiap jam) mengalir begitu saja dari hatinya. Ia menuliskan bait-bait puisi tersebut di tengah kesibukan mengurus rumah tangganya.

### 2. Pertemuan dengan Robert Lowry
Setelah menulis puisi tersebut, Annie memberikan karyanya kepada pendetanya, **Robert Lowry**. Lowry adalah seorang komponis lagu rohani yang sangat terkenal pada masa itu.

Lowry sangat terkesan dengan kedalaman emosi dalam lirik karya Annie. Ia kemudian menyusun melodi yang indah dan menambahkan bagian refrein (chorus) yang sangat ikonik:
> *"I need Thee, oh, I need Thee; / Every hour I need Thee; / Oh, bless me now, my Savior, / I come to Thee."*
> *(Aku perlu, ya, aku perlu; / Tiap jam aku perlu; / Ya, berkati aku sekarang, Juruselamatku, / Aku datang pada-Mu.)*

Lowry kemudian menerbitkan lagu ini dalam sebuah koleksi lagu kebaktian pada tahun 1872.

### 3. Penggenapan di Masa Duka
Menariknya, saat Annie menulis lagu ini, ia merasa hidupnya sedang baik-baik saja dan penuh dengan kebahagiaan. Ia mengakui bahwa ia tidak menulis lagu ini karena sedang dalam kesedihan yang mendalam.

Namun, ia kemudian memberikan kesaksian bahwa Tuhan memberikan lagu ini kepadanya untuk mempersiapkannya menghadapi masa depan. Beberapa tahun kemudian, Annie kehilangan suaminya dan harus hidup sebagai janda. Ia berkata:

> *"Saya tidak mengerti mengapa lagu itu ditulis saat itu, tetapi kemudian, dalam masa duka yang mendalam karena kehilangan suami saya, lagu yang saya tulis itu justru menjadi penghiburan terbesar bagi jiwa saya sendiri."*

### 4. Pesan Utama Lagu
Lagu "Ya Tuhan, Tiap Jam" menjadi salah satu lagu yang paling dicintai di seluruh dunia karena kejujurannya. Pesannya sangat sederhana: **ketergantungan total kepada Tuhan.**

Banyak orang mengira kita hanya butuh Tuhan saat terjadi bencana atau krisis. Namun, lagu ini mengingatkan kita bahwa di setiap jam, di setiap menit, dan dalam setiap langkah—baik saat senang maupun susah—manusia membutuhkan hadirat dan kasih karunia Tuhan agar bisa bertahan.

### Kesimpulan
Lagu ini bukan lahir dari sebuah ruangan belajar yang sunyi, melainkan dari **dapur sebuah rumah** di tengah tugas-tugas domestik seorang ibu. Ia mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak hanya hadir dalam ibadah formal, tetapi Ia ingin dilibatkan dalam setiap detail rutinitas hidup kita yang paling sederhana sekalipun.

Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi doa yang sering dinyanyikan oleh jutaan orang di seluruh dunia, sebagai pengingat akan kerinduan jiwa untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta.