Informasi Lagu
105
Nomor
do=d
Nada Dasar
Kode
KK 105
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=d
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
76
Pencipta Lagu
Pontas Purba
Pencipta Syair
Pontas Purba
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Karna apapun yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Yang menabur dalam daging kan menuai kebinasaan. Yang menabur seturut Roh Allah kan menuai kehidupan yang abadi. Reff Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Jika kita tak jadi lemah, pasti kita akan menuai. Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Masih ada waktu, lakukanlah yang baik.
Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Hidup kita pun bagaikan rumput, hidup kita seperti bunga rumput, merekah di waktu pagi namun layu di sore hari. Tapi firman Tuhan semesta alam kan kekal abadi selama-lamanya. Reff Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Jika kita tak jadi lemah, pasti kita akan menuai. Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Masih ada waktu, lakukanlah yang baik. Syair: Binsan Sadihari Dope, Pontas Purba, 2009, berdasarkan Galatia 6:7-10, 1 Petrus 1:24-25 Lagu: Pontas Purba, 2009
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — KK 105 1
Slide 2 — KK 105 2
Slide 3 — KK 105 3
Slide 4 — KK 105 4
Slide 5 — KK 105 5
Partitur / Not
Partitur Chord KK 105
Sejarah Lagu
Lagu **"Masih Ada Waktu"** (atau yang lebih dikenal dalam bahasa Batak sebagai **"Binsan Sadihari Dope"**) adalah salah satu mahakarya dalam musik populer Batak yang diciptakan oleh **Pontas Purba**.

Lagu ini memiliki tempat yang sangat khusus di hati masyarakat Batak karena liriknya yang menyentuh realitas kehidupan, penyesalan, dan kefanaan dunia. Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:

### 1. Filosofi di Balik Judul
"Binsan Sadihari Dope" secara harfiah berarti *"Mumpung Masih Ada Waktu"*. Lagu ini merupakan sebuah **refleksi eksistensial**. Pontas Purba ingin menyampaikan pesan bahwa hidup manusia di dunia hanyalah sementara, dan setiap orang pasti akan menghadapi "akhir" (kematian).

Pesan utamanya bukanlah kesedihan, melainkan **ajakan untuk berbuat baik dan memperbaiki diri** selagi napas masih dikandung badan.

### 2. Kisah dan Makna Lirik
Lagu ini sering dianggap sebagai "pengingat" (warning) bagi mereka yang sering lupa diri karena kesibukan duniawi, harta, atau kekuasaan. Berikut adalah poin-poin emosional yang disampaikan dalam lagunya:

* **Kesadaran akan Kematian:** Liriknya menceritakan bahwa suatu saat nanti, sehebat apa pun seseorang, ia akan meninggalkan dunia ini. Orang-orang yang dicintai, harta yang dikumpulkan, semua tidak akan dibawa mati.
* **Pentingnya Kebaikan:** Liriknya menekankan agar kita tidak perlu sombong. Selagi masih hidup (*Binsan Sadihari Dope*), sebaiknya kita menanam kebaikan, saling mengasihi, dan meminta pengampunan dari Tuhan serta sesama.
* **Refleksi Dosa:** Lagu ini sering dikaitkan dengan momen pertobatan. Banyak orang yang mendengarkan lagu ini merasa tersentuh untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga atau orang tua yang mungkin sempat terabaikan.

### 3. Karakteristik Musik Pontas Purba
Pontas Purba dikenal sebagai pencipta lagu yang sangat puitis. Ia tidak menggunakan bahasa Batak yang kasar, melainkan bahasa yang santun dan penuh nasihat. Aransemen musik untuk lagu ini biasanya dibuat dengan tempo yang sedang atau lambat (balada), memberikan ruang bagi pendengar untuk meresapi setiap bait liriknya.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap relevan hingga sekarang:
* **Upacara Adat dan Kedukaan:** Lagu ini sering dimainkan dalam acara-acara renungan atau bahkan di acara kedukaan karena pesan universalnya mengenai kematian.
* **Nasihat Orang Tua:** Lagu ini sering dianggap sebagai "pesan moral" dari orang tua kepada anaknya. Di tanah Batak, lirik lagu ini sering dikutip dalam percakapan sehari-hari sebagai pengingat agar seseorang tetap rendah hati.
* **Kedalaman Makna:** Tidak banyak lagu pop daerah yang berani mengangkat tema "kematian sebagai pengingat untuk berbuat baik" dengan cara selembut dan seindah yang dilakukan Pontas Purba.

### 5. Pesan Moral yang Tersirat
Secara keseluruhan, lagu *Binsan Sadihari Dope* adalah pengingat bahwa:
1. **Waktu sangat terbatas.** Jangan menunda untuk melakukan hal baik.
2. **Jangan terjebak dalam keserakahan.** Kekayaan hanyalah titipan.
3. **Hubungan antarmanusia itu krusial.** Jangan sampai kita menyesal ketika orang yang kita sayangi sudah tiada, sementara kita belum sempat berbuat baik atau meminta maaf kepada mereka.

**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah tentang **kemanusiaan**. Pontas Purba melalui lagu ini bertindak sebagai penasihat spiritual melalui musik. Ia mengingatkan bahwa ketika "waktu" itu habis, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Oleh karena itu, lakukanlah yang terbaik selagi masih ada waktu (*Binsan sadihari dope, bahen ma na denggan...*).

Jika Anda mendengarkannya kembali, cobalah fokus pada liriknya; lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengingat agar kita hidup lebih berarti.