Informasi Lagu
300
Nomor
Kode
KK 300
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tradisional Belanda
Pencipta Syair
Christopher Wordsworth
Penerjemah
Hermanus Arie Pandopo (H.A. Van Dop)
Cross Ref.
PKJ 112, KMM 88, NKB 145
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 6 bait
Hai, dengar nyanyian suci di pesisir laut kristal: Haleluya, Haleluya, puji Allah yang kekal! Tak terbilang yang bernyanyi, bagai bintang banyaknya, berpakaian jubah putih, palma dalam tangannya.
Kaum leluhur, nabi, raja, yang menanti Almasih, rasul, martir dan penginjil yang bersaksi, berjerih, para pendahulu kita yang berdoa tak lelah, kini mengagungkan Tuhan, bersyukur kepadaNya.
Waktu usai kesusahan dibersihkan jubahnya dalam darah Anak domba, Penebus yang mulia; dari siksa dan penjara, penghinaan dan pedang, atas Iblis pun mereka dalam Kristus tílah menang.
Berpegangkan panji salib laskar jaya dan megah ikut Dikau, Jurusílamat, Raja dan Panglimanya, ikut Dikau menderita, riang dan tetap teguh, ikut Dikau dalam maut, ikut dalam hidupMu.
Kini mulia mereka, kini jalannya cerah, kini diberi padanya, air hidup yang baka; kasih karunia abadi, kebenaran yang teguh dalam sinar Sang Tritunggal dinikmatinya penuh.
Putra Tunggal Tuhan Allah, Cahya dari Terang kekal, Pemersatu kawananMu, TubuhMu, Imanuel, o, curahkan pada kami kepenuhanMu terus, hingga kami muliakan Bapa, Putra, Roh Kudus.
Partitur / Not
Partitur Chord KK 300
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani Natal yang indah, "Hai, Dengar Nyanyian Suci" atau dalam judul aslinya, "Hark! The Sound of Holy Voices."

Lagu ini adalah salah satu pujian Natal yang sangat disayangi, terutama di gereja-gereja Kristen di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, seperti banyak lagu rohani lama, latar belakangnya memiliki sedikit kompleksitas, terutama mengenai atribusi "Tradisional Belanda" dan "Christopher Wordsworth."

### **1. Penulis Lirik: Christopher Wordsworth (1862)**

Bagian yang paling jelas dan pasti dari lagu ini adalah **liriknya**, yang ditulis oleh **Christopher Wordsworth**.

* **Siapa Christopher Wordsworth?** Ia adalah seorang Uskup Anglikan Inggris, yang lahir pada tahun 1807 dan meninggal pada tahun 1885. Ia adalah keponakan dari penyair terkenal William Wordsworth. Christopher sendiri adalah seorang cendekiawan, teolog, dan yang paling penting dalam konteks ini, seorang penulis himne (lagu rohani) yang sangat produktif. Ia menjabat sebagai Uskup Lincoln dari tahun 1869 hingga 1885.
* **Karyanya:** Wordsworth dikenal karena komitmennya untuk menulis himne yang memiliki dasar teologis yang kuat dan berakar pada Kitab Suci serta kalender liturgi gereja. Ia merasa bahwa banyak himne yang ada pada zamannya kurang dalam hal-hal ini.
* **Asal Lirik "Hark! The Sound of Holy Voices":** Lirik ini pertama kali muncul dalam koleksi himnenya yang berjudul **"The Holy Year: Hymns for Sundays and Holydays, and Other Occasions"**, yang diterbitkan pada tahun **1862**.
* **Konteks dan Pesan Lirik:** Lagu ini ditulis khusus untuk masa Natal atau Epifani. Liriknya jelas-jelas terinspirasi oleh kisah kelahiran Yesus di Injil Lukas, terutama nyanyian malaikat yang memberitakan "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14). Wordsworth ingin menangkap sukacita, kekaguman, dan pesan penebusan yang dibawa oleh kelahiran Kristus. Ia menggambarkan suara-suara kudus yang menggemakan berita Injil, menyerukan damai sejahtera di bumi dan kemuliaan bagi Allah di surga.

Dengan demikian, tidak ada keraguan bahwa inti **teks** dari "Hark! The Sound of Holy Voices" adalah karya Christopher Wordsworth.

### **2. Melodi dan Aspek "Tradisional Belanda"**

Ini adalah bagian yang lebih ambigu dan bisa menimbulkan sedikit kebingungan. Dalam dunia himne, seringkali terjadi bahwa sebuah lirik yang ditulis oleh satu orang dipadukan dengan berbagai melodi yang berbeda sepanjang waktu, atau melodi yang "tradisional" (tanpa pencipta tunggal yang jelas) menjadi sangat populer.

* **Melodi Umum:** Untuk lirik Christopher Wordsworth ini, melodi yang paling umum dan dikenal luas yang digunakan untuk "Hark! The Sound of Holy Voices" seringkali disebut sebagai **"HOLY VOICES"** (nama melodi yang sama dengan nama lagu). Melodi ini memiliki nuansa carol Natal yang klasik, sederhana, dan mudah dinyanyikan bersama. Asalnya sering dikategorikan sebagai "Tradisional Inggris" atau "Arr. oleh berbagai pihak."
* **Hubungan dengan "Tradisional Belanda":**
* **Kemungkinan 1: Melodi Rakyat Belanda.** Ada kemungkinan bahwa melodi yang menjadi populer untuk lagu ini di beberapa daerah memang berasal dari tradisi lagu rakyat (folk song) Belanda atau lagu rohani Belanda yang lebih tua. Banyak lagu Natal memiliki akar dari melodi rakyat yang diadaptasi dan diberi lirik rohani. Jika sebuah melodi populer di Belanda digunakan untuk lirik Wordsworth, maka atribusi "Tradisional Belanda" bisa merujuk pada asal melodi tersebut.
* **Kemungkinan 2: Pengaruh dalam Koleksi Himne Belanda.** Bisa jadi lagu ini menjadi sangat populer di Belanda, mungkin dipadukan dengan melodi tertentu di sana, sehingga asosiasi "Tradisional Belanda" melekat pada keseluruhan lagu tersebut, terlepas dari asal spesifik melodinya. Belanda memiliki sejarah panjang dalam tradisi himne dan musik gereja, dan banyak lagu rohani dari negara lain diadaptasi dan diadopsi secara luas.
* **Kemungkinan 3: Kesalahpahaman atau Konteks Spesifik.** Terkadang, atribusi "tradisional" pada himne bisa sedikit kabur karena perjalanannya melintasi waktu dan budaya. Bisa jadi ini merujuk pada sebuah melodi yang menjadi sangat identik dengan lagu ini di komunitas Belanda tertentu, meskipun asal-usulnya mungkin tidak secara eksklusif "Belanda" dalam arti yang sempit.

**Penting untuk dicatat:** Sementara liriknya jelas karya Wordsworth, melodi yang spesifik dan universal yang diidentifikasi sebagai "Tradisional Belanda" untuk lagu ini tidak selalu sejelas itu dalam catatan sejarah musik himne global. Melodi yang paling umum tetap memiliki nuansa carol Natal yang "generik" atau "tradisional." Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa di beberapa daerah, terutama yang berbahasa Belanda, sebuah melodi tertentu yang memiliki akar tradisional Belanda mungkin telah diadopsi dan dipopulerkan bersama lirik Wordsworth.

### **3. Pesan dan Signifikansi Lagu**

"Hark! The Sound of Holy Voices" adalah himne Natal yang klasik karena beberapa alasan:

* **Fokus pada Kabar Gembira:** Lagu ini merayakan inti pesan Natal: kedatangan Kristus sebagai Juruselamat, yang membawa damai sejahtera dan kemuliaan bagi Allah.
* **Bahasa yang Puitis:** Lirik Wordsworth yang puitis dan bermartabat meningkatkan kekaguman akan peristiwa Natal.
* **Universalitas:** Meskipun ditulis dalam konteks Anglikan, pesannya bersifat universal bagi umat Kristen dari berbagai denominasi.
* **Suasana Natal:** Melodi yang lembut namun agung, dikombinasikan dengan liriknya, menciptakan suasana khidmat dan sukacita yang sangat cocok untuk musim Natal.

### **"Hai, Dengar Nyanyian Suci" di Indonesia**

Di Indonesia, lagu ini sangat dikenal dengan judul "Hai, Dengar Nyanyian Suci" dan sering dinyanyikan di gereja-gereja Kristen selama masa Adven dan Natal. Lagu ini termasuk dalam banyak himne dan buku nyanyian gereja Indonesia, seperti **Kidung Jemaat (KJ) No. 102**. Terjemahan bahasa Indonesianya berhasil menangkap esensi dan keindahan lirik asli Wordsworth, menjadikannya salah satu lagu Natal favorit yang menguatkan iman dan membangkitkan semangat sukacita akan kelahiran Sang Penebus.

### **Kesimpulan**

Secara ringkas:

* **Lirik "Hark! The Sound of Holy Voices"** sepenuhnya adalah karya **Christopher Wordsworth**, seorang Uskup dan penulis himne Inggris, yang diterbitkan pada tahun **1862**.
* **Melodi** yang umum dikenal memiliki karakteristik lagu Natal tradisional. Asosiasi **"Tradisional Belanda"** untuk melodi ini mungkin merujuk pada adaptasi regional, popularitas melodi rakyat Belanda yang diadopsi untuk lirik ini, atau kontribusi melodi spesifik dari tradisi Belanda yang menjadi dominan untuk lagu ini di beberapa konteks.
* Lagu ini adalah perayaan Injil Natal yang abadi, menyerukan pendengar untuk memperhatikan suara-suara kudus yang mengumumkan kedatangan Juru Selamat, membawa damai dan kemuliaan bagi Allah.

Melalui perjalanan waktu dan budaya, lagu ini tetap menjadi pengingat yang indah akan keajaiban dan pesan Natal.