KK
Firmanmu, Tuhan, Adalah Kebun
Thy Word Is Like A Garden, Lord
Informasi Lagu
349
Nomor
Kode
KK 349
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
William Jensen Reynolds
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
KMM 52, NKB 115, GB 60
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Firman-Mu, Tuhan, Adalah Kebun"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul *Thy Word Is Like a Garden, Lord*) adalah sebuah perjalanan yang melibatkan dua tokoh dari era yang berbeda, yang kemudian disatukan melalui sebuah karya literatur rohani yang abadi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Edwin Hodder (1837–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Edwin Hodder**, seorang penulis asal Inggris yang cukup produktif pada abad ke-19. Hodder dikenal karena menulis banyak buku biografi dan sastra anak-anak. Namun, kontribusinya yang paling bertahan lama bagi dunia musik gerejawi adalah puisi-puisi rohaninya.
Puisi aslinya berjudul *"Thy Word is Like a Garden, Lord"* pertama kali diterbitkan dalam bukunya yang berjudul *The New Sunday School Hymn Book* pada tahun 1863.
**Makna Lirik:**
Melalui liriknya, Hodder menggambarkan Alkitab bukan sebagai buku yang kering atau sekadar kumpulan aturan, melainkan sebagai **taman yang hidup**. Ia menggunakan metafora alam untuk menunjukkan bahwa Firman Tuhan adalah tempat di mana:
* Seseorang bisa berteduh (seperti di bawah pohon).
* Seseorang bisa menemukan "harta karun" (seperti menggali tanah).
* Seseorang bisa menemukan pertumbuhan (seperti benih yang disiram air).
Pesan utamanya adalah bahwa Alkitab adalah sumber kehidupan yang menyediakan segalanya bagi jiwa manusia yang sedang haus atau mencari kebenaran.
### 2. Komposer: William J. Reynolds (1920–2009)
Banyak orang yang saat ini menyanyikan lagu ini di gereja tidak menggunakan melodi abad ke-19, melainkan melodi yang sangat populer yang disusun oleh **William J. Reynolds**.
William J. Reynolds adalah seorang tokoh musik gerejawi yang sangat berpengaruh dari Amerika Serikat. Beliau adalah seorang pendidik, komposer, dan editor musik yang banyak bekerja untuk *Baptist Sunday School Board*. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam memajukan kualitas musik di gereja-gereja.
Reynolds menggubah melodi untuk lirik Hodder ini untuk memberikan napas baru. Melodinya yang tenang, kontemplatif, dan mudah dinyanyikan (seringkali dengan nuansa *hymn* yang lembut) membuat pesan lirik Hodder menjadi jauh lebih personal dan menyentuh bagi jemaat modern.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini menjadi klasik karena metafora yang digunakan sangat kuat dan mudah dimengerti oleh segala usia:
* **Bait pertama:** Mengibaratkan Alkitab sebagai taman. Di taman itu ada benih yang ditanam (Firman) yang tumbuh di hati manusia.
* **Bait kedua:** Mengibaratkan Alkitab sebagai bintang di malam hari atau pedang di medan perang. Ini menekankan aspek bimbingan dan perlindungan Firman Tuhan dalam menghadapi dunia yang gelap atau penuh pergumulan.
* **Bait ketiga:** Mengibaratkan Alkitab sebagai harta karun yang harus digali. Ini menekankan pentingnya studi Alkitab yang mendalam—bahwa kita harus berusaha untuk menemukan kekayaan hikmat di dalamnya.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pertemuan antara **kata-kata puitis dari abad ke-19** (Hodder) yang merindukan keintiman dengan Tuhan melalui pembacaan Alkitab, dengan **kepiawaian komposisi musik abad ke-20** (Reynolds) yang berhasil menerjemahkan kerinduan itu ke dalam nada yang menenangkan.
Lagu ini bukan sekadar puji-pujian, melainkan sebuah doa agar setiap orang yang membuka Alkitab merasakan pengalaman seperti masuk ke sebuah taman yang indah, di mana Tuhan sendiri yang menyambut dan memberi makan jiwa mereka.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Edwin Hodder (1837–1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Edwin Hodder**, seorang penulis asal Inggris yang cukup produktif pada abad ke-19. Hodder dikenal karena menulis banyak buku biografi dan sastra anak-anak. Namun, kontribusinya yang paling bertahan lama bagi dunia musik gerejawi adalah puisi-puisi rohaninya.
Puisi aslinya berjudul *"Thy Word is Like a Garden, Lord"* pertama kali diterbitkan dalam bukunya yang berjudul *The New Sunday School Hymn Book* pada tahun 1863.
**Makna Lirik:**
Melalui liriknya, Hodder menggambarkan Alkitab bukan sebagai buku yang kering atau sekadar kumpulan aturan, melainkan sebagai **taman yang hidup**. Ia menggunakan metafora alam untuk menunjukkan bahwa Firman Tuhan adalah tempat di mana:
* Seseorang bisa berteduh (seperti di bawah pohon).
* Seseorang bisa menemukan "harta karun" (seperti menggali tanah).
* Seseorang bisa menemukan pertumbuhan (seperti benih yang disiram air).
Pesan utamanya adalah bahwa Alkitab adalah sumber kehidupan yang menyediakan segalanya bagi jiwa manusia yang sedang haus atau mencari kebenaran.
### 2. Komposer: William J. Reynolds (1920–2009)
Banyak orang yang saat ini menyanyikan lagu ini di gereja tidak menggunakan melodi abad ke-19, melainkan melodi yang sangat populer yang disusun oleh **William J. Reynolds**.
William J. Reynolds adalah seorang tokoh musik gerejawi yang sangat berpengaruh dari Amerika Serikat. Beliau adalah seorang pendidik, komposer, dan editor musik yang banyak bekerja untuk *Baptist Sunday School Board*. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam memajukan kualitas musik di gereja-gereja.
Reynolds menggubah melodi untuk lirik Hodder ini untuk memberikan napas baru. Melodinya yang tenang, kontemplatif, dan mudah dinyanyikan (seringkali dengan nuansa *hymn* yang lembut) membuat pesan lirik Hodder menjadi jauh lebih personal dan menyentuh bagi jemaat modern.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini menjadi klasik karena metafora yang digunakan sangat kuat dan mudah dimengerti oleh segala usia:
* **Bait pertama:** Mengibaratkan Alkitab sebagai taman. Di taman itu ada benih yang ditanam (Firman) yang tumbuh di hati manusia.
* **Bait kedua:** Mengibaratkan Alkitab sebagai bintang di malam hari atau pedang di medan perang. Ini menekankan aspek bimbingan dan perlindungan Firman Tuhan dalam menghadapi dunia yang gelap atau penuh pergumulan.
* **Bait ketiga:** Mengibaratkan Alkitab sebagai harta karun yang harus digali. Ini menekankan pentingnya studi Alkitab yang mendalam—bahwa kita harus berusaha untuk menemukan kekayaan hikmat di dalamnya.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pertemuan antara **kata-kata puitis dari abad ke-19** (Hodder) yang merindukan keintiman dengan Tuhan melalui pembacaan Alkitab, dengan **kepiawaian komposisi musik abad ke-20** (Reynolds) yang berhasil menerjemahkan kerinduan itu ke dalam nada yang menenangkan.
Lagu ini bukan sekadar puji-pujian, melainkan sebuah doa agar setiap orang yang membuka Alkitab merasakan pengalaman seperti masuk ke sebuah taman yang indah, di mana Tuhan sendiri yang menyambut dan memberi makan jiwa mereka.
Cross Reference
KMM 52, NKB 115, GB 60
Firmanmu, Tuhan, Adalah Kebun
GB
FirmanMu Tuhan, Adalah Kebun
KMM
FirmanMu, Tuhan, Adalah Kebun
NKB
Sama Tema
Respons Terhadap Pelayanan Firman
Kitab Suci
KK
Ajar Kami Melakukan Firmanmu
KK
Firman Allah Yang Tersurat
KK
Batu Karang Yang Teguh
KK
Batu Karang Yang Teguh
KK
Firmanmu Kupegang Selalu
KK
Firmanmu, Tuhan
KK
Firmanmu, Tuhan, Suluh Bagiku
KK
Hai Langit, Pasanglah Telingamu
KK
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
KK
Sabda Tuhan Allah
KK
Sabda Tuhan Sempurna
KK
Sabdamu Abadi
KK
Kitab Suci. Hartaku
KK
Siapa Yang Berpegang
KK
Tak Kita Menyerahkan
KK
Tuhan Allah T'lah Berfirman
KK
Firman Allah Jayalah
KK