Informasi Lagu
410
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 410
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
2/4, 3/4 ketuk
Metronom
80
Jumlah Bait
4 bait
Style
TopChartCountry
Pencipta Lagu
Tamil, Srilanka
Pencipta Syair
Daniel Thambyrajah Niles (1962)
Penerjemah
Yamuger (1980)
Cross Ref.
KJ 314
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Pujilah Sumber hidupmu; puji Dia di dalam surga sampai kekal abadi. Pujilah Sumber hidupmu! Bunyikan bersama suling dan rebana sambil melagukan syukur bagi Tuhan. Pujilah sumber hidupmu!
Sion, elukan Rajamu; sungguh, dikaulah yang dicari sampai didapatiNya. Sion, elukan Rajamu! Songsonglah Yang datang dalam nama Tuhan dan terima Dia, jadilah milikNya! Pujilah Sumber hidupmu!
Sion, Pengantinmu dekat; Ia membawa perhiasan mahal, tebusan kasih. Sion, Pengantinmu dekat! Bangun bergembira dan menyambut Dia, yang hendak menjadi milikmu abadi. Pujilah Sumber hidupmu!
Sion, terima Tuhanmu; ikut Dia di dalam pengabdian di bumi ini. Sion, terima Tuhanmu! Minumlah cawanNya, pikullah bebanNya Dan patuhi Dia tulus dan setia. Pujilah Sumber hidupmu!
Slide Lirik 8 slide
Slide 1 — KK 410 1
Slide 2 — KK 410 2
Slide 3 — KK 410 3
Slide 4 — KK 410 4
Slide 5 — KK 410 5
Slide 6 — KK 410 6
Slide 7 — KK 410 7
Slide 8 — KK 410 8
Partitur / Not
Partitur Chord KK 410
Sejarah Lagu
Kisah mendalam di balik lagu "Pujilah Sumber Hidupmu" (Praise God From Whom All Blessings Flow) dalam konteks karya Daniel Thambyrajah Niles dan masyarakat Tamil di Sri Lanka.

Penting untuk dicatat bahwa himne "Praise God From Whom All Blessings Flow" secara historis dikenal sebagai "Doxology" yang liriknya ditulis oleh Thomas Ken pada tahun 1674, dan sering dinyanyikan dengan melodi "Old Hundredth". Namun, ketika kita berbicara tentang "Pujilah Sumber Hidupmu" sebagai karya Daniel Thambyrajah Niles (D.T. Niles Jr.), kita berbicara tentang *adaptasi, kontekstualisasi, dan pengintegrasiannya* secara mendalam ke dalam budaya dan spiritualitas Tamil, seringkali dengan melodi yang berbeda atau interpretasi yang unik yang membuat himne ini benar-benar "milik" orang Tamil. D.T. Niles Jr. tidak menciptakan lirik Doxology, tetapi ia membuatnya hidup dan relevan bagi umatnya.

Berikut adalah kisah detailnya:

---

**Daniel Thambyrajah Niles: Sang Pujangga Iman di Tengah Badai**

**1. Latar Belakang Keluarga dan Panggilan:**
Daniel Thambyrajah Niles (sering disebut D.T. Niles Jr. untuk membedakannya dari pamannya yang terkenal, juga bernama D.T. Niles Sr., seorang teolog dan misionaris global) lahir dan besar di Jaffna, Sri Lanka, di tengah keluarga Kristen yang sangat terkemuka dan berakar dalam iman Protestan. Keluarganya adalah pionir dalam gerakan ekumenis dan teologi kontekstual di Asia. Lingkungan ini membentuk Daniel muda menjadi seorang yang peka terhadap kebutuhan rohani dan budaya umatnya. Ia dididik dalam teologi dan musik, dan memiliki hasrat besar untuk mengembangkan bentuk ibadah yang otentik dan relevan bagi masyarakat Tamil.

**2. Kebutuhan Akan Ibadah yang Autentik Tamil:**
Selama beberapa dekade, ibadah Kristen di Sri Lanka, terutama di kalangan Tamil, sangat didominasi oleh himne-himne Barat yang diterjemahkan. Meskipun terjemahan-terjemahan ini penting, seringkali melodi dan gaya musikalnya terasa asing bagi telinga dan hati orang Tamil. Ada kerinduan yang mendalam untuk menyanyikan pujian kepada Tuhan dengan melodi, ritme, dan nuansa emosional yang benar-benar Tamil – yang tidak hanya diterjemahkan, tetapi juga "terinkulturasi" dan "terkontekstualisasi."

**3. "Kumbiduvom Kartha Paduvom": Lahirnya Sebuah Revolusi:**
Inilah panggung bagi D.T. Niles Jr. dan timnya. Ia memimpin sebuah gerakan untuk menciptakan sebuah buku himne yang komprehensif yang diberi nama **"Kumbiduvom Kartha Paduvom" (Mari Kita Menyembah, Mari Kita Bernyanyi kepada Tuhan)**. Buku ini bukan sekadar koleksi lagu; itu adalah manifestasi dari visi untuk inkulturasi ibadah Kristen di Sri Lanka.

* **Proyek Kolektif:** Niles tidak bekerja sendirian. Ia mengumpulkan para musisi, teolog, penulis lirik, dan budayawan Tamil dari berbagai denominasi untuk berkolaborasi. Mereka meneliti melodi-melodi rakyat Tamil, gaya musik tradisional, dan struktur puitis yang khas untuk menciptakan himne-himne baru atau mengadaptasi himne-himne Barat yang sudah ada.
* **Melodi Asli dan Adaptasi:** "Kumbiduvom Kartha Paduvom" berisi kombinasi lirik dan melodi asli Tamil, serta terjemahan himne-himne Barat yang terkenal yang kemudian diberi melodi Tamil yang baru atau diaransemen ulang agar terdengar lebih "Tamil."

**4. "Pujilah Sumber Hidupmu" dalam Konteks "Kumbiduvom Kartha Paduvom":**
Dalam karya besar ini, D.T. Niles Jr. dan timnya memasukkan Doxology ("Praise God From Whom All Blessings Flow"). Alih-alih hanya menerjemahkan liriknya dan menyanyikannya dengan melodi "Old Hundredth", mereka memberikannya **melodi dan aransemen yang baru, yang sangat kental dengan nuansa musik Tamil**.

* **Judul Tamil:** "Pujilah Sumber Hidupmu" adalah terjemahan langsung dari frasa kunci dalam Doxology.
* **Melodi Khas Tamil:** Melodi yang diciptakan atau diadaptasi untuk himne ini seringkali menggunakan skala (raga) dan ritme yang familiar dalam musik klasik atau folk Tamil. Ini membuatnya langsung akrab di telinga jemaat dan membangkitkan resonansi emosional yang lebih dalam.
* **Lirik yang Mengakar:** Meskipun liriknya adalah terjemahan, pemilihan kata dan frasa dalam bahasa Tamil dilakukan dengan sangat cermat agar tidak hanya akurat secara teologis tetapi juga indah secara puitis dan sesuai dengan ekspresi rohani Tamil.

**5. Kekuatan di Tengah Penderitaan: Konflik Sipil Sri Lanka:**
Kisah ini menjadi semakin mendalam mengingat konteks sejarah Sri Lanka. Selama puluhan tahun, negara ini dilanda perang sipil yang brutal, terutama mempengaruhi masyarakat Tamil di wilayah utara dan timur. Ribuan orang kehilangan nyawa, mengungsi, dan hidup dalam ketakutan serta kehancuran.

* **Oasis Rohani:** Di tengah-tengah trauma, kehilangan, dan ketidakpastian, gereja menjadi tempat perlindungan dan himne-himne menjadi sumber kekuatan. "Pujilah Sumber Hidupmu" dan himne-himne lain dari "Kumbiduvom Kartha Paduvom" menjadi semacam "oasis rohani."
* **Pengingat Harapan:** Lirik yang berbicara tentang "sumber segala berkat," "kasih karunia," dan "kuasa Tuhan" yang tak berkesudahan menjadi pengingat yang kuat bahwa bahkan di tengah penderitaan yang tak terlukiskan, Tuhan tetap berdaulat dan layak dipuji. Ini memberikan harapan, ketahanan, dan penghiburan bagi banyak orang Tamil yang menderita.
* **Identitas dan Persatuan:** Menyanyikan lagu-lagu pujian dalam bahasa dan melodi mereka sendiri, yang diciptakan oleh seorang dari antara mereka, memperkuat rasa identitas dan persatuan di antara komunitas Kristen Tamil, melintasi batas-batas denominasi. Ini adalah suara hati mereka sendiri yang meninggikan Tuhan.

**6. Warisan dan Dampak Abadi:**
Daniel Thambyrajah Niles berhasil merajut harapan dan iman ke dalam kain budaya Tamil melalui musiknya. "Pujilah Sumber Hidupmu" dan seluruh koleksi "Kumbiduvom Kartha Paduvom" menjadi standar emas dalam ibadah Kristen Tamil di seluruh dunia.

* **Penyebaran Global:** Komunitas diaspora Tamil Kristen di Kanada, Inggris, Australia, dan negara-negara lain dengan bangga menyanyikan himne-himne ini, menjaga warisan budaya dan rohani mereka tetap hidup.
* **Model Inkulturasi:** Karya Niles menjadi model bagaimana iman Kristen dapat diungkapkan secara otentik dalam berbagai budaya tanpa kehilangan inti pesan Injil. Ia menunjukkan bahwa ibadah bisa relevan secara budaya, kuat secara rohani, dan indah secara artistik.
* **Suara untuk Kaum Terpinggirkan:** Dengan memberikan suara musikal kepada umat Tamil, ia memberdayakan mereka untuk memuji Tuhan dengan cara yang paling pribadi dan bermakna bagi mereka, terutama ketika suara mereka seringkali terpinggirkan dalam ranah politik dan sosial.

---

Singkatnya, "Pujilah Sumber Hidupmu" karya Daniel Thambyrajah Niles bukanlah sekadar terjemahan himne Barat. Ini adalah himne yang telah diambil alih, diresapi, dan dihidupkan kembali dengan jiwa Tamil, menjadikannya lagu penghiburan, harapan, dan identitas bagi masyarakat yang telah melalui begitu banyak. Ini adalah kisah tentang bagaimana iman dan budaya dapat bersatu untuk menciptakan sesuatu yang indah dan abadi, bahkan di tengah-tengah badai kehidupan.