Informasi Lagu
465
Nomor
Kode
KK 465
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tera Marez Oyens
Pencipta Syair
Huub Oosterhuis
Cross Ref.
KJ 298
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Selama bumi didiami, berbunga trus, berbuah baik, Engkau, ya Allah, Bapa kami; sembah syukur padaMu naik!
Selama orang berbahasa dan bangsa-bangsa bertemu, sabda kasihMu berkuasa dan nama Yesus disebut.
Burung di langit Kausuapi, bunga di ladang berseri; tak usah kami pun kuatir: seluruh hidup Kauberi.
Kaulah Terang dan Hidup kami; padaMu maut menyerah. Kristuslah Roti yang surgawi dan kami jadi TubuhNya.
Patut sujud segala makhluk yang hidup dari tanganMu; ya Bapa, oleh hadiratMu harapan anakMu teguh.
Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — KK 465 1
Partitur / Not
Partitur Chord KK 465
Sejarah Lagu
Lagu **"Selama Bumi Didiami"** (judul asli Belanda: *Zolang er mensen zijn op aarde*) adalah sebuah karya yang memiliki kedalaman teologis dan historis yang unik. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara penyair ternama **Huub Oosterhuis** (penulis lirik) dan komponis **Tera de Marez Oyens** (penata musik).

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Pencipta: Huub Oosterhuis dan Gerakan Liturgi
Huub Oosterhuis (1933–2023) adalah seorang mantan pastor Yesuit asal Belanda yang dikenal sebagai tokoh pembaharu dalam dunia liturgi Kristen. Ia ingin menciptakan lagu-lagu ibadah yang tidak hanya bersifat dogmatis atau kaku, tetapi juga yang menyentuh realitas kehidupan manusia, keadilan sosial, dan harapan di tengah penderitaan.

Lirik yang ia tulis untuk *Zolang er mensen zijn op aarde* mencerminkan filsafat hidupnya: bahwa Tuhan tidak hadir sebagai sosok yang jauh di langit, melainkan "hadir" melalui solidaritas antarmanusia, kasih sayang, dan perjuangan untuk perdamaian di bumi.

### 2. Filosofi di Balik Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan bahwa selama manusia masih ada di bumi, selama itu pula ada tugas moral yang harus diemban:
* **Harapan yang Tak Padam:** Lagu ini menekankan bahwa meski dunia penuh dengan penderitaan dan kegelapan, selama ada manusia yang masih mampu mencintai, menolong, dan bersolidaritas, maka "terang" atau kehadiran Tuhan tetap ada.
* **Kemanusiaan sebagai Cermin Ilahi:** Pesan sentralnya adalah bahwa tindakan manusia yang penuh kasih adalah manifestasi dari kehadiran Tuhan. Ini adalah pemikiran yang sangat radikal dan inklusif pada masanya, yang menjembatani spiritualitas dengan aksi kemanusiaan.

### 3. Komposisi oleh Tera de Marez Oyens
Tera de Marez Oyens (1932–1996) adalah seorang komponis Belanda yang sangat dihormati. Musik yang ia gubah untuk lirik Oosterhuis ini memiliki karakteristik yang khas:
* **Melodi yang Kontemplatif:** Musiknya dirancang agar mudah dinyanyikan oleh jemaat (sifatnya komunal), namun memiliki bobot emosional yang dalam. Ada harmoni yang bergerak perlahan, mencerminkan keteguhan hati di tengah ketidakpastian dunia.
* **Pendekatan Modern:** Tera dikenal sebagai komponis yang mampu menggabungkan teknik modern dengan kepekaan emosional yang tinggi, sehingga lagu ini terdengar segar dan relevan bagi gereja-gereja yang ingin meninggalkan gaya nyanyian gerejawi klasik yang terlalu kaku.

### 4. Makna dalam Konteks Indonesia (Nyanyian Jemaat)
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan masuk ke dalam buku nyanyian gerejawi (seperti *NKB* atau *PKJ*). Di Indonesia, lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Minggu atau momen-momen yang berkaitan dengan aksi sosial atau pelayanan masyarakat.

Bagi banyak jemaat di Indonesia, lagu ini menjadi pengingat bahwa:
* Beribadah tidak terbatas di dalam gedung gereja, tetapi berlanjut dalam cara kita berinteraksi dengan sesama manusia ("selama bumi didiami").
* Tugas orang percaya adalah menjadi "pelita" atau pembawa terang di mana pun mereka berada.

### Kesimpulan
*Zolang er mensen zijn op aarde* bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah sebuah **manifesto iman** yang menyatakan bahwa masa depan bumi dan kemanusiaan sangat bergantung pada kemauan manusia untuk terus peduli satu sama lain.

Kolaborasi antara Oosterhuis (seorang pemikir progresif) dan de Marez Oyens (seorang komponis berbakat) menghasilkan sebuah karya yang melampaui batas denominasi, menjadikannya salah satu lagu rohani yang paling bermakna dalam tradisi Kristen modern, khususnya dalam menekankan pentingnya kehadiran manusia sebagai alat kasih Tuhan di dunia.