Informasi Lagu
566
Nomor
Kode
KK 566
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Absalom Kasianus Saragih
Pencipta Syair
Absalom Kasianus Saragih
Penerjemah
R.J. Saragih
Cross Ref.
BD GKPS 446
Dengarkan di YouTube
Partitur / Not
Partitur Chord KK 566
Sejarah Lagu
Lagu **"Kita Satu Tubuh"** (atau dalam bahasa Simalungun berjudul **"Sisada Angkula"**) adalah salah satu mahakarya dalam khazanah lagu rohani Batak Simalungun yang diciptakan oleh **Absalom Kasianus (A.K.) Saragih**.

Lagu ini bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan memiliki latar belakang filosofis dan teologis yang sangat kuat, yang berakar dari budaya Simalungun dan ajaran Kristen. Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:

### 1. Sosok A.K. Saragih
Absalom Kasianus Saragih adalah seorang seniman sekaligus tokoh yang sangat mencintai budaya dan gereja Simalungun. Ia dikenal sebagai sosok yang sering merenungkan hubungan antara identitas kesukuan (etnis) dengan iman Kristen. Baginya, musik adalah media terbaik untuk menyatukan jemaat dan melestarikan nilai-nilai kebaikan.

### 2. Filosofi "Sisada Angkula"
Istilah *Sisada Angkula* berasal dari bahasa Simalungun:
* **Sisada:** Satu, sama, atau menyatu.
* **Angkula:** Tubuh atau badan.

Secara harafiah, *Sisada Angkula* berarti "Satu Tubuh". Filosofi ini sangat kental dalam budaya Simalungun yang menjunjung tinggi kekeluargaan dan persaudaraan. A.K. Saragih ingin menerjemahkan konsep teologis **Tubuh Kristus** (dari surat Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:12-27) ke dalam bahasa dan budaya lokal Simalungun yang mudah dipahami oleh jemaat.

### 3. Latar Belakang Penciptaan
Lagu ini diciptakan pada masa di mana jemaat di daerah Simalungun sedang berusaha menguatkan rasa kebersamaan (ekumenisme dan persaudaraan antarjemaat). A.K. Saragih terinspirasi dari realitas bahwa dalam tubuh gereja, sering terjadi perpecahan, egoisme, dan pengelompokan.

Ia ingin mengingatkan bahwa umat Kristiani, terlepas dari latar belakang sosial atau perannya di gereja, adalah anggota dari satu tubuh yang sama. Jika satu anggota menderita, anggota lain harus merasakan sakitnya. Jika satu anggota dimuliakan, anggota lain ikut bersukacita.

### 4. Pesan dalam Lirik
Lirik lagu ini menekankan beberapa poin penting:
* **Kesetaraan:** Tidak ada anggota tubuh yang lebih penting daripada yang lain. Kepala tidak bisa bekerja tanpa kaki, begitu pula sebaliknya.
* **Tanggung Jawab Bersama:** Sebagai satu tubuh, setiap orang memiliki peran (karunia) masing-masing yang diberikan oleh Tuhan untuk melayani sesama.
* **Kasih sebagai Perekat:** Lagu ini mengajak jemaat untuk membuang rasa iri hati dan kesombongan, karena sebagai satu tubuh, musuh terbesar adalah perpecahan dari dalam sendiri.

### 5. Dampak dan Warisan
Sejak pertama kali diciptakan, lagu ini menjadi "lagu wajib" di hampir setiap ibadah di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). "Sisada Angkula" telah melampaui batas denominasi gereja di tanah Batak.

Kekuatan lagu ini terletak pada nadanya yang megah namun menyentuh, serta liriknya yang bersifat universal. Lagu ini sering dibawakan dalam acara perjamuan kudus, acara adat, atau pertemuan jemaat untuk mengingatkan kembali pentingnya persatuan.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu "Kita Satu Tubuh/Sisada Angkula" adalah sebuah upaya untuk **menginkulturasi iman Kristiani ke dalam identitas Simalungun**. A.K. Saragih berhasil menciptakan sebuah "hymne persaudaraan" yang bukan hanya dinyanyikan di bibir, tetapi juga dipraktikkan sebagai gaya hidup masyarakat Simalungun yang menjunjung tinggi semangat *habonaron do bona* (kebenaran adalah pangkal/dasar).

Lagu ini menjadi pengingat abadi bahwa di atas perbedaan, ada ikatan yang lebih kuat yang menyatukan setiap individu: **Identitas sebagai satu tubuh dalam kasih Tuhan.**