Informasi Lagu
19
Nomor
do = G
Nada Dasar
Kode
KKb 19
Buku
Kidung Kabungahan
Nada Dasar
do = G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 26 , KC 296 , KK 77, NP 129, NKI 226
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1. Abdi teh ulah dilarung, Nun, Gusti Yesus. Ka Gusti Yesus nyalindung, Gusti Panebus. Reff : Gusti Yesus, mugi dangukeun. Abdi teh ulah dilarung, ku berkah Gusti 2. Mugia kurnia Gusti, tetep nyarengan. Sangkan iman abdi kiat, tahan cocoba. 3. Gusti nu jadi Panglipur, anu satia. Hate abdi peurih paur, mugi diraksa. 4. Mung ka Gusti andi harep, taya towongna. Mung ka Gusti pasrah tetep, jiwa jeung raga. 1. Hamba ini jangan dilewati, Ya Tuhan Yesus Kepada Yesus berlindung, Tuhan Penebus Tuhan Yesus smoga dengarkan Hamba jangan dilewati oleh berkat Tuhan 2. Semoga karunia Tuhan tetap beserta Agar iman hamba kuat tahan cobaan 3. Tuhan jadi penghiburan, yang tetap setia hati hamba perih khawatir semoga dilindungi 4. Hanya pada Tuhan hamba harap tak henti Hanya ke Tuhan berserah tetap jiwa raga
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KKb 19 1
Slide 2 — KKb 19 2
Slide 3 — KKb 19 3
Slide 4 — KKb 19 4
Partitur / Not
Partitur Chord KKb 19
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Mampirlah Dengar Doaku" atau "Pass Me Not, O Gentle Saviour" adalah sebuah cerita yang menyentuh hati tentang empati, harapan, dan kekuatan doa, yang melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah himne Kristen: Fanny Jane Crosby sebagai penulis lirik dan William Howard Doane sebagai komposer musik.

Mari kita selami kisah detailnya:

**1. Fanny Jane Crosby: Mata Hati yang Luas (Penulis Lirik)**

Fanny Jane Crosby adalah salah satu penulis himne Kristen paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 lirik lagu yang telah diterbitkan. Yang menakjubkan, Fanny Crosby telah buta sejak usia enam minggu karena kesalahan medis. Namun, keterbatasan fisiknya tidak pernah membatasi visi spiritualnya. Sebaliknya, ia sering mengatakan bahwa kebutaannya adalah berkah, karena membantunya memusatkan perhatiannya pada Tuhan dan hal-hal rohani.

Crosby memiliki hati yang sangat peka terhadap penderitaan orang lain dan selalu aktif dalam kegiatan sosial serta pelayanan gerejawi. Ia sering mengunjungi rumah sakit, panti asuhan, dan terutama penjara atau misi penyelamatan di kota New York. Di tempat-tempat inilah ia menemukan inspirasi yang tak terhingga untuk lirik-liriknya.

**Peristiwa Inspiratif di Penjara (1868):**

Pada suatu hari di tahun 1868, Fanny Crosby mengunjungi sebuah misi penyelamatan di New York yang melayani para narapidana dan orang-orang terpinggirkan. Misi ini sering mengadakan pertemuan kebangunan rohani untuk memberikan penghiburan dan harapan bagi mereka yang merasa tersisih dan putus asa.

Saat itu, Crosby sedang memberikan kesaksian atau berkhotbah, menyampaikan pesan tentang kasih dan pengampunan Tuhan. Di tengah-tengah pertemuan yang penuh emosi itu, ia mendengar suara rintihan seorang pria dari antara kerumunan narapidana. Pria itu, yang mungkin merasa sangat berdosa dan tidak layak, dengan putus asa berseru:

**"O, do not pass me by! Oh, Lord, do not pass me by!"**
*(Oh, jangan lewati aku! Oh, Tuhan, jangan lewati aku!)*

Rintihan tulus ini, yang diucapkan dengan gemuruh hati dan air mata, langsung menusuk hati Fanny Crosby. Meskipun ia sendiri adalah seorang percaya yang teguh, ia merasakan kedalaman permohonan pria itu—rasa takut akan diabaikan, ditinggalkan, atau tidak menerima belas kasihan Tuhan. Ini adalah permohonan universal manusia yang membutuhkan kehadiran dan pengampunan ilahi.

Crosby sangat tersentuh oleh seruan ini. Malam itu juga, ia tidak bisa melupakan rintihan tersebut. Perkataan itu terus terngiang di telinganya dan memenuhi pikirannya. Ia merasakan dorongan kuat dari Roh Kudus untuk segera menuliskan sebuah himne yang akan menangkap esensi permohonan yang mendalam itu—sebuah doa agar Tuhan tidak pernah melewati siapa pun, tidak peduli seberapa berdosa atau tidak layaknya mereka merasa.

Dengan cepat, Fanny Crosby menuangkan perasaannya ke dalam lirik-lirik yang kini kita kenal:

* **Verse 1:** Pass me not, O gentle Saviour, Hear my humble cry; While on others Thou art calling, Do not pass me by.
* **Chorus:** Saviour, Saviour, Hear my humble cry; While on others Thou art calling, Do not pass me by.

Lirik-lirik ini bukan hanya sekadar catatan dari apa yang ia dengar, melainkan juga ekspresi dari empati mendalamnya terhadap kondisi jiwa yang mencari penebusan.

**2. William Howard Doane: Melodi yang Menggugah (Komposer Musik)**

William Howard Doane (1832–1915) adalah seorang industrialis dan pengusaha yang sukses, namun ia juga seorang musisi dan komposer yang berbakat dan berdedikasi. Doane memiliki minat besar dalam musik keagamaan dan sering bekerja sama dengan Fanny Crosby untuk menciptakan himne. Ia sering menerima lirik dari Crosby dan kemudian menggubah melodi yang cocok.

Ketika Doane menerima lirik "Pass Me Not, O Gentle Saviour" dari Fanny Crosby, ia segera menyadari kekuatan dan kedalaman pesan yang terkandung di dalamnya. Ia mampu menangkap urgensi, kerendahan hati, dan harapan yang diekspresikan dalam kata-kata Crosby.

Doane kemudian menciptakan melodi yang sederhana namun sangat mengharukan dan mudah diingat. Melodi ini dengan sempurna menangkap suasana permohonan yang tulus dan penuh harap. Keberhasilan lagu ini tidak hanya terletak pada liriknya yang kuat, tetapi juga pada melodi Doane yang mampu memperkuat emosi yang ingin disampaikan.

**3. Dampak dan Warisan Lagu:**

Segera setelah dipublikasikan, "Pass Me Not, O Gentle Saviour" menjadi sangat populer di kalangan umat Kristen di seluruh dunia. Lagu ini banyak dinyanyikan dalam pertemuan kebangunan rohani, kebaktian gereja, dan acara misi.

Mengapa lagu ini begitu abadi?

* **Pesan Universal:** Lagu ini mengungkapkan kerinduan universal manusia akan kehadiran dan belas kasihan Tuhan. Siapa pun, tanpa memandang latar belakang atau dosa-dosa masa lalu, dapat mengidentifikasi diri dengan permohonan "jangan lewati aku."
* **Kerendahan Hati:** Liriknya mencerminkan kerendahan hati yang mendalam, mengakui bahwa kita tidak layak tetapi tetap berharap pada kebaikan Tuhan.
* **Penghiburan dan Harapan:** Bagi mereka yang merasa terpinggirkan, sendirian, atau putus asa, lagu ini menawarkan penghiburan bahwa Tuhan tidak akan pernah mengabaikan seruan tulus dari hati yang bertobat.
* **Kolaborasi Ilahi:** Kisah di balik lagu ini juga menunjukkan bagaimana Tuhan dapat menggunakan berbagai talenta—keterampilan menulis lirik seorang wanita buta yang peka dan bakat musik seorang pengusaha—untuk menyampaikan pesan-Nya yang abadi.

Hingga hari ini, "Mampirlah Dengar Doaku" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan, terus menginspirasi jutaan orang untuk mencari Tuhan dengan hati yang tulus dan berharap bahwa Dia tidak akan pernah melewati mereka. Lagu ini menjadi pengingat abadi bahwa setiap seruan tulus dari hati yang merindukan Tuhan akan selalu didengar.