Informasi Lagu
418
Nomor
Kode
KLIK 418
Buku
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR
Metronom
100
Jumlah Bait
4 bait
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
Tradisional Inggris
Pencipta Syair
Edwin Orr
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI (1990)
Cross Ref.
NKB 13, NP 127
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
O Allahku, jenguklah diriku, ujilah hati dan pikiranku. Aku telah berdosa dan cemar, sucikan dan jadikan ‘ku benar.
Pujianku tetaplah bagiMu, kar’na ‘Kau hapus dosa-dosaku. Nyatakanlah firmanMu yang kudus, agar ‘ku junjung namaMu terus.
Ya Tuhanku, hidupku t’rimalah; kasih yang murni, o curahkanlah. Taklukkanlah dendam dan nafsuku, tinggallah ‘Kau tetap di hatiku.
O Roh Kudus, bangkitkan jiwaku; mari berkarya dalam hidupku. FirmanMulah tumpuan yang teguh, dan ‘ku dambakan rahmatMu penuh.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KLIK 418 1
Slide 2 — KLIK 418 2
Slide 3 — KLIK 418 3
Slide 4 — KLIK 418 4
Partitur / Not
Partitur Chord KLIK 418
Sejarah Lagu
Lagu "Search Me, O God" (O Allahku, Jenguklah Diriku) adalah sebuah himne yang sangat kuat dan introspektif, yang akar ceritanya jauh lebih tua dari karya individu mana pun, karena ia secara langsung diambil dari salah satu mazmur paling pribadi dan mendalam dalam Alkitab Ibrani: **Mazmur 139.**

Meskipun pertanyaan Anda menyebut "Tradisional Inggris / Edwin Orr" sebagai penulis/komposer, perlu diklarifikasi bahwa **teks asli himne ini berasal dari Mazmur 139:23-24**. Edwin Orr, seorang sejarawan kebangunan rohani terkenal dan evangelis, tidak menciptakan teks ini; kemungkinan besar ia mungkin telah mempopulerkannya, menggunakannya secara luas dalam pelayanannya, atau mengompilasi versi musik tertentu dalam salah satu koleksinya. Namun, inti dari lagu tersebut adalah Mazmur 139 itu sendiri.

Mari kita selami kisah di balik lagu yang agung ini:

---

### Kisah di Balik "Search Me, O God"

**1. Akar Kuno: Mazmur 139 (Kira-kira Abad ke-10 SM)**

Inti dari himne ini adalah doa yang diucapkan oleh pemazmur (tradisionalnya Raja Daud), yang tercatat dalam Mazmur 139, terutama ayat 23 dan 24:

> "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenalilah pikiran-pikiranku; Lihatlah, apakah ada jalan kejahatan padaku, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Mazmur 139 adalah salah satu ekspresi iman yang paling personal dan mendalam dalam seluruh Alkitab. Ini adalah perenungan tentang **kemahatahuan Tuhan (Tuhan Maha Mengetahui), kemahasejatian Tuhan (Tuhan Maha Hadir), dan kemahakuasaan Tuhan (Tuhan Maha Kuasa)**. Pemazmur dengan kagum merenungkan bagaimana Tuhan mengenalnya sepenuhnya:

* Tuhan mengetahui saat ia duduk dan berdiri.
* Tuhan memahami pikirannya dari jauh.
* Tuhan menyelidiki jalannya dan pembaringannya.
* Tuhan mengetahui setiap kata yang akan diucapkan sebelum kata itu ada di lidah.
* Tuhan membentuknya di dalam kandungan ibunya dengan ajaib dan dahsyat.

Setelah membangun landasan tentang pengetahuan Tuhan yang tak terbatas ini, pemazmur tidak lari atau mencoba menyembunyikan diri. Sebaliknya, ia membuat salah satu seruan yang paling berani dan rentan kepada Tuhan: **"Selidikilah aku."**

Ini bukan sekadar permintaan agar Tuhan melihat dirinya; ini adalah permintaan agar Tuhan **mengungkapkan kepada dirinya sendiri** apa yang mungkin tersembunyi bahkan dari kesadarannya sendiri. Ini adalah pengakuan kerendahan hati bahwa ia mungkin memiliki "jalan kejahatan" (pikiran, motif, tindakan yang tidak menyenangkan Tuhan) yang ia tidak sadari, atau yang ia tutupi dari dirinya sendiri.

Doa ini adalah:
* **Pengakuan Dosa yang Mendalam:** Kesediaan untuk tunduk pada pemeriksaan ilahi sepenuhnya.
* **Kerinduan akan Kesucian:** Sebuah keinginan tulus untuk dibersihkan dan diselaraskan dengan kehendak Tuhan.
* **Permohonan Bimbingan:** Permintaan agar Tuhan tidak hanya mengungkap dosa tetapi juga membimbingnya "di jalan yang kekal" – jalan kebenaran, kehidupan, dan kehendak Tuhan.

**2. Adaptasi Menjadi Himne (Sepanjang Sejarah Kristen)**

Selama berabad-abad, teks Mazmur 139:23-24 telah menjadi dasar bagi banyak doa pribadi, meditasi, dan, tentu saja, himne. Keuniversalan dan kekuatan emosional dari permohonan ini menjadikannya sempurna untuk ibadah komunal.

Dalam tradisi himne Inggris (dan Kristen secara umum), banyak mazmur diadaptasi menjadi lirik yang dapat dinyanyikan (seringkali dalam bentuk metrum tertentu). Meskipun ada berbagai adaptasi, himne "Search Me, O God" mempertahankan kesetiaan yang luar biasa terhadap teks Mazmur aslinya.

Teks ini sering dihubungkan dengan berbagai melodi yang berbeda sepanjang sejarah, menegaskan statusnya sebagai "tradisional." Beberapa himne dengan lirik ini mungkin telah ditulis sejak abad ke-18 atau ke-19, ketika gerakan himne metrik sangat populer.

**3. Konteks "Tradisional Inggris"**

Istilah "Tradisional Inggris" menunjukkan bahwa himne ini telah menjadi bagian dari repertoar gereja-gereja berbahasa Inggris selama beberapa waktu. Itu berarti ia telah diadaptasi, dinyanyikan, dan dipelihara melalui berbagai generasi, seringkali dengan melodi yang bervariasi atau sedikit penyesuaian lirik agar sesuai dengan konteks tertentu. Keabadiannya menunjukkan relevansi yang berkelanjutan dari pesannya.

**4. Keterkaitan dengan Edwin Orr (Abad ke-20)**

Seperti yang disebutkan sebelumnya, J. Edwin Orr (1912-1987) adalah seorang sejarawan kebangunan rohani, penginjil, dan penulis yang diakui secara internasional. Dia menghabiskan hidupnya mempelajari dan mendokumentasikan kebangunan rohani di seluruh dunia. Dia sangat menekankan doa dan kebangkitan spiritual.

Meskipun Orr tidak menulis teks himne "Search Me, O God," ada beberapa alasan mengapa namanya mungkin dikaitkan dengannya:

* **Popularisasi dalam Kebangunan Rohani:** Orr sering menggunakan atau menganjurkan penggunaan himne-himne yang kuat dan reflektif dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohaninya. "Search Me, O God" dengan pesannya tentang pertobatan, pemurnian, dan bimbingan ilahi, akan sangat cocok dengan tema-tema yang ia usung.
* **Penyertaan dalam Kompilasi:** Mungkin ada versi spesifik atau aransemen himne ini yang ia sertakan dalam koleksi lagu untuk kebangunan rohani atau buku pujian yang ia rekomendasikan.
* **Pentingnya Konsep:** Konsep "penyelidikan diri oleh Tuhan" adalah inti dari kebangunan rohani sejati—di mana individu dan jemaat mencari pemurnian dari Tuhan untuk mempersiapkan diri bagi pekerjaan-Nya. Orr mungkin sering merujuk pada Mazmur 139 atau mendorong nyanyian himne ini sebagai bagian dari disiplin spiritual.

Jadi, sementara Edwin Orr tidak menciptakan Mazmur 139 atau himne "Search Me, O God," ia kemungkinan besar berperan penting dalam mempopulerkan atau menegaskan kembali signifikansinya di kalangan Kristen pada zamannya, terutama dalam konteks kebangunan rohani.

---

### Pesan Abadi Hari Ini

"Search Me, O God" tetap menjadi salah satu doa yang paling kuat dan relevan bagi orang percaya di segala usia. Itu adalah seruan untuk:

* **Introspeksi Jujur:** Mengundang Tuhan untuk mengungkap kelemahan dan dosa yang tersembunyi.
* **Ketergantungan Total:** Mengakui bahwa kita tidak dapat sepenuhnya memahami hati kita sendiri tanpa bantuan ilahi.
* **Kerinduan akan Pertumbuhan:** Berkomitmen untuk berjalan dalam "jalan yang kekal" — jalan yang sesuai dengan kehendak dan tujuan Tuhan.

Himne ini berfungsi sebagai cermin spiritual, mendorong kita untuk secara teratur memeriksa hati kita di hadapan Tuhan yang Mahatahu, agar kita dapat terus bertumbuh dalam kekudusan dan berjalan dalam kebenaran-Nya.