KMM
Waktu Di Sorga Pujian Bertalun
One Day When Heaven Was Filled
Informasi Lagu
17
Nomor
Kode
KMM 17
Buku
Kidung Muda Mudi
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 70
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Waktu di Sorga Pujian Bertalun"** (judul asli bahasa Inggris: ***"One Day When Heaven Was Filled with His Praises"***) adalah salah satu lagu himne klasik yang sangat mendalam, yang merangkum esensi dari kehidupan, kematian, kebangkitan, dan janji kedatangan Yesus Kristus kembali.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok Penulis: J. Wilbur Chapman
Lirik lagu ini ditulis oleh **Dr. John Wilbur Chapman** (1859–1918), seorang penginjil terkemuka dari Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Chapman adalah sosok yang sangat berpengaruh dan merupakan mentor bagi penginjil besar Billy Sunday.
Chapman dikenal sebagai pengkhotbah yang sangat menekankan pada kasih Allah dan karya penebusan Kristus. Ia sering bepergian untuk melakukan kampanye penginjilan di berbagai kota, dan melalui pelayanannya, ribuan orang dimenangkan bagi Kristus.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1910**. Inspirasi utamanya bukanlah sebuah peristiwa tragis, melainkan sebuah **perenungan teologis yang mendalam mengenai perjalanan hidup Yesus Kristus.**
Liriknya disusun seperti sebuah narasi "biografi singkat" Yesus dalam satu lagu:
* **Bait 1:** Kelahiran Yesus ("Waktu di sorga pujian bertalun... Ia lahir di Betlehem").
* **Bait 2:** Pelayanan dan penderitaan-Nya ("Waktu di taman Ia berdoa...").
* **Bait 3:** Kematian-Nya di kayu salib ("Waktu di salib dosa dibuang...").
* **Bait 4:** Kebangkitan-Nya ("Waktu kubur-Nya tak lagi menahan...").
* **Bait 5 (Reff/Ending):** Harapan akan kedatangan-Nya kembali ("Hidup-Nya kasih, mati-Nya tebusan...").
Chapman ingin menciptakan sebuah lagu yang membuat jemaat dapat membayangkan setiap momen penting dalam kehidupan Kristus, sehingga mereka memahami bahwa keselamatan yang mereka miliki saat ini adalah hasil dari perjalanan panjang ketaatan Yesus.
### 3. Komposisi Musik: Charles H. Marsh
Lirik yang ditulis oleh Chapman kemudian diiringi oleh musik yang digubah oleh **Charles H. Marsh** (1885–1956). Marsh adalah seorang organis dan komposer yang bekerja sama dengan Chapman dalam berbagai kegiatan pelayanan penginjilan.
Musik yang diciptakan Marsh bersifat khidmat namun memiliki melodi yang mudah diingat (ritme yang mengalir). Kombinasi antara lirik naratif Chapman dan harmoni yang disusun Marsh membuat lagu ini sangat populer di gereja-gereja, terutama dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani (KKR) pada masa itu.
### 4. Makna Teologis: "One Day" (Suatu Hari)
Keunikan lagu ini terletak pada pengulangan frasa **"One Day" (Suatu hari/waktu)**. Setiap bait dimulai dengan kata ini. Ini memberikan efek retoris bahwa setiap peristiwa dalam hidup Yesus bukan terjadi secara kebetulan, melainkan sudah dalam rencana (agenda) Tuhan yang sempurna.
* **Pesan bagi pendengar:** Bahwa Tuhan yang "suatu hari" datang ke dunia sebagai bayi yang lemah, dan "suatu hari" mati di salib, adalah Tuhan yang sama yang "suatu hari" akan datang kembali untuk menjemput umat-Nya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Di Indonesia, lagu ini sangat dikenal dalam lingkungan gereja-gereja Protestan dan sering dinyanyikan dalam kebaktian Jumat Agung maupun Paskah karena cakupan liriknya yang mencakup seluruh karya keselamatan Kristus.
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena fungsinya sebagai **"ringkasan Injil"**. Bagi mereka yang tidak memiliki waktu untuk membaca seluruh empat kitab Injil, lagu ini secara singkat menceritakan inti sari dari apa yang dilakukan Yesus bagi dunia.
**Inti Pesan:**
Lagu ini mengajak setiap orang untuk merenung: Jika Dia telah melakukan semua itu "suatu hari" dahulu, maka janji-Nya untuk datang kembali pasti akan terjadi. Ini adalah lagu tentang **Kepastian Keselamatan dan Pengharapan akan Kedatangan Kristus.**
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok Penulis: J. Wilbur Chapman
Lirik lagu ini ditulis oleh **Dr. John Wilbur Chapman** (1859–1918), seorang penginjil terkemuka dari Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Chapman adalah sosok yang sangat berpengaruh dan merupakan mentor bagi penginjil besar Billy Sunday.
Chapman dikenal sebagai pengkhotbah yang sangat menekankan pada kasih Allah dan karya penebusan Kristus. Ia sering bepergian untuk melakukan kampanye penginjilan di berbagai kota, dan melalui pelayanannya, ribuan orang dimenangkan bagi Kristus.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1910**. Inspirasi utamanya bukanlah sebuah peristiwa tragis, melainkan sebuah **perenungan teologis yang mendalam mengenai perjalanan hidup Yesus Kristus.**
Liriknya disusun seperti sebuah narasi "biografi singkat" Yesus dalam satu lagu:
* **Bait 1:** Kelahiran Yesus ("Waktu di sorga pujian bertalun... Ia lahir di Betlehem").
* **Bait 2:** Pelayanan dan penderitaan-Nya ("Waktu di taman Ia berdoa...").
* **Bait 3:** Kematian-Nya di kayu salib ("Waktu di salib dosa dibuang...").
* **Bait 4:** Kebangkitan-Nya ("Waktu kubur-Nya tak lagi menahan...").
* **Bait 5 (Reff/Ending):** Harapan akan kedatangan-Nya kembali ("Hidup-Nya kasih, mati-Nya tebusan...").
Chapman ingin menciptakan sebuah lagu yang membuat jemaat dapat membayangkan setiap momen penting dalam kehidupan Kristus, sehingga mereka memahami bahwa keselamatan yang mereka miliki saat ini adalah hasil dari perjalanan panjang ketaatan Yesus.
### 3. Komposisi Musik: Charles H. Marsh
Lirik yang ditulis oleh Chapman kemudian diiringi oleh musik yang digubah oleh **Charles H. Marsh** (1885–1956). Marsh adalah seorang organis dan komposer yang bekerja sama dengan Chapman dalam berbagai kegiatan pelayanan penginjilan.
Musik yang diciptakan Marsh bersifat khidmat namun memiliki melodi yang mudah diingat (ritme yang mengalir). Kombinasi antara lirik naratif Chapman dan harmoni yang disusun Marsh membuat lagu ini sangat populer di gereja-gereja, terutama dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani (KKR) pada masa itu.
### 4. Makna Teologis: "One Day" (Suatu Hari)
Keunikan lagu ini terletak pada pengulangan frasa **"One Day" (Suatu hari/waktu)**. Setiap bait dimulai dengan kata ini. Ini memberikan efek retoris bahwa setiap peristiwa dalam hidup Yesus bukan terjadi secara kebetulan, melainkan sudah dalam rencana (agenda) Tuhan yang sempurna.
* **Pesan bagi pendengar:** Bahwa Tuhan yang "suatu hari" datang ke dunia sebagai bayi yang lemah, dan "suatu hari" mati di salib, adalah Tuhan yang sama yang "suatu hari" akan datang kembali untuk menjemput umat-Nya.
### 5. Warisan Lagu Ini
Di Indonesia, lagu ini sangat dikenal dalam lingkungan gereja-gereja Protestan dan sering dinyanyikan dalam kebaktian Jumat Agung maupun Paskah karena cakupan liriknya yang mencakup seluruh karya keselamatan Kristus.
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena fungsinya sebagai **"ringkasan Injil"**. Bagi mereka yang tidak memiliki waktu untuk membaca seluruh empat kitab Injil, lagu ini secara singkat menceritakan inti sari dari apa yang dilakukan Yesus bagi dunia.
**Inti Pesan:**
Lagu ini mengajak setiap orang untuk merenung: Jika Dia telah melakukan semua itu "suatu hari" dahulu, maka janji-Nya untuk datang kembali pasti akan terjadi. Ini adalah lagu tentang **Kepastian Keselamatan dan Pengharapan akan Kedatangan Kristus.**
Cross Reference
Sama Tema
Yesus Kristus
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KMM
Cerminan Allah Yang Esa
KMM
Mari Puji Tuhanmu
KMM
Lihatlah Anak Insan
KMM
Nun Di Bukit Yang Jauh
KMM
Kristus Terangkat Ke Sorga
KMM
Yesuslah Tuhanku
KMM
Kristus Jawaban
KMM
Tuhan Yesus Berkuasa
KMM
Yesus Kristuslah Sahabat Kita
KMM
Sahabat yang Paling karib
KMM
Yesus Segala-galanya
KMM
Nama Yesus Berkumandang
KMM
Namanya Tinggi Tiada Taranya
KMM
Dalam Nama Yesus
KMM