MB
Kristus bangkit
Informasi Lagu
439
Nomor
Bes
Nada Dasar
Kode
MB 439
Buku
Madah Bakti
Nada Dasar
Bes
Ketukan
4/4 ketuk
Jumlah Bait
3 bait
Nuansa
Pakpak Dairi
Cross Ref.
PS 524
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Kristus bangkit, Kristus mulia,
wartakan dengan lantang;
yang jahat dikalahkan-Nya,
sambutlah dengan girang.
maut dihancurkan-Nya,
Kristus Pemenang jaya!
Di duka tersirat suka,
wartakan dengan lantang;
di mau tersirat hidup,
sambutlah dengan girang.
Salib sumber bahagia,
Kristus Pemenang jaya!
Paska yang jadi harapan
wartakan dengan lantang;
Sang Kristus bersama kita,
sambutlah dengan girang.
Nyanyikanlah pujian,
Kristus Pemenang jaya!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang indah "Tut mir auf die schöne Pforte" yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau kadang "Bukalah Pintu Gerbang Indah".
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Cross Reference
PS 524
Kristus bangkit
PS
Sama Tema
Nyanyian dalam Tahun Gereja - masa Paska