NKB
Hai Kristen, Nyanyilah
Come, Christians, Join to Sing
Informasi Lagu
1
Nomor
Kode
NKB 1
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
100
Jumlah Bait
3 bait
Style
WestCoastPop
Pencipta Lagu
Tradisional Spanyol
Pencipta Syair
Christian Henry Bateman
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI (1990)
Cross Ref.
KPPK 9, NP 37, KLIK 416
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Hai Kristen, nyanyilah – Haleluya! Amin!
Rajamu pujilah – Haleluya! Amin!
Padukan suaramu di dapan Tuhanmu,
nyanyikanlah merdu – Haleluya! Amin!
Hatimu angkatlah – Haleluya! Amin!
Mari bersoraklah – Haleluya! Amin!
Tuhan Sahabatmu tinggal bersamamu,
kasihNya pun teguh – Haleluya! Amin!
Sanjung Mukhalismu – Haleluya! Amin!
Walau bah menyerbu – Haleluya! Amin!
Di sorga yang baka kita menyembahNya,
bernyanyi s’lamanya – Haleluya! Amin!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Hai Kristen, Nyanyilah" (Come, Christians, Join to Sing)** adalah salah satu lagu pujian klasik yang sangat populer di seluruh dunia karena nadanya yang penuh sukacita dan liriknya yang berfokus pada kemuliaan Yesus Kristus.
Kisah di balik lagu ini melibatkan kolaborasi antara sebuah melodi rakyat tradisional dan seorang pendeta Skotlandia yang ingin menciptakan lagu pujian bagi anak-anak.
### 1. Asal-usul Melodi: "Madrid"
Melodi lagu ini memiliki sejarah yang menarik. Awalnya, nada ini dikenal dengan nama **"Madrid"**. Ini adalah sebuah **melodi rakyat (folk tune) dari Spanyol** yang sangat populer pada abad ke-18 dan ke-19.
Karena melodinya yang ceria, ritmik, dan mudah diingat, nada ini sering digunakan dalam berbagai konteks di Spanyol. Pada masa itu, banyak lagu rakyat diadaptasi ke dalam lingkungan gerejawi untuk memudahkan jemaat bernyanyi. Versi yang kita kenal sekarang diatur (diaransemen) oleh Benjamin Carr pada tahun 1824, yang kemudian membuat lagu ini menjadi lagu pujian Kristen yang standar di gereja-gereja berbahasa Inggris dan akhirnya dunia.
### 2. Penulis Lirik: Christian Henry Bateman
Lirik yang kita kenal sekarang ditulis oleh **Christian Henry Bateman** (1813–1889). Bateman adalah seorang pendeta asal Skotlandia yang melayani di Gereja Skotlandia dan kemudian di Gereja Inggris.
Pada tahun 1843, Bateman menerbitkan sebuah buku kumpulan lagu berjudul *"Children's Hymn-book"* (Buku Nyanyian Anak-anak). Tujuan utama Bateman adalah untuk memberikan lagu-lagu yang teologis namun sederhana, sehingga anak-anak dapat memahami dan merayakan iman mereka dengan sukacita.
Lagu "Come, Christians, Join to Sing" (yang awalnya berjudul *"Come, children, join to sing"*) ditulis khusus untuk anak-anak tersebut.
### 3. Evolusi Lirik: Dari Anak-anak Menjadi Seluruh Jemaat
Menariknya, saat pertama kali diterbitkan, lirik aslinya dimulai dengan *"Come, children, join to sing"* (Mari anak-anak, bergabung untuk bernyanyi). Namun, seiring berjalannya waktu, para penyunting lagu pujian menyadari bahwa pesan dalam lirik tersebut sangat universal dan mendalam bagi semua orang percaya, bukan hanya anak-anak.
Akhirnya, kata "children" diubah menjadi **"Christians"** agar pesan ajakan untuk memuji Kristus ini bisa menjadi seruan bagi seluruh gereja atau jemaat.
### 4. Makna dan Teologi Lagu
Lagu ini sangat dicintai karena "kepadatan" teologisnya yang dibungkus dengan nada yang riang:
* **Bait Pertama:** Mengajak umat untuk memuji Yesus sebagai "Raja kita" (Our King) dan "Pemandu kita" (Our Guide). Ini mengakui otoritas Kristus atas hidup orang percaya.
* **Bait Kedua:** Menggambarkan Yesus sebagai "Sahabat kita" (Our Friend) yang tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya.
* **Bait Ketiga:** Puncaknya adalah antisipasi akan surga. Liriknya, *"Praise yet our Christ again; life shall not end the strain; on heaven's blissful shore, His goodness we'll adore,"* menekankan bahwa pujian kepada Kristus tidak akan pernah berakhir, bahkan sampai di keabadian (surga).
### Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan Lama?
Kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Perpaduan antara melodi Spanyol yang ritmik dengan lirik Bateman yang penuh kegembiraan menciptakan suasana yang sangat "merayakan". Lagu ini tidak hanya sekadar memuji, tetapi juga menegaskan bahwa hidup sebagai orang Kristen adalah sebuah perjalanan yang harus ditempuh dengan sukacita karena memiliki Kristus sebagai pemimpin dan sahabat.
Di Indonesia, lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai buku nyanyian gerejawi (seperti PKJ atau buku nyanyian lainnya) dan tetap menjadi pilihan utama untuk lagu pembukaan ibadah karena semangatnya yang membangkitkan rasa syukur.
Kisah di balik lagu ini melibatkan kolaborasi antara sebuah melodi rakyat tradisional dan seorang pendeta Skotlandia yang ingin menciptakan lagu pujian bagi anak-anak.
### 1. Asal-usul Melodi: "Madrid"
Melodi lagu ini memiliki sejarah yang menarik. Awalnya, nada ini dikenal dengan nama **"Madrid"**. Ini adalah sebuah **melodi rakyat (folk tune) dari Spanyol** yang sangat populer pada abad ke-18 dan ke-19.
Karena melodinya yang ceria, ritmik, dan mudah diingat, nada ini sering digunakan dalam berbagai konteks di Spanyol. Pada masa itu, banyak lagu rakyat diadaptasi ke dalam lingkungan gerejawi untuk memudahkan jemaat bernyanyi. Versi yang kita kenal sekarang diatur (diaransemen) oleh Benjamin Carr pada tahun 1824, yang kemudian membuat lagu ini menjadi lagu pujian Kristen yang standar di gereja-gereja berbahasa Inggris dan akhirnya dunia.
### 2. Penulis Lirik: Christian Henry Bateman
Lirik yang kita kenal sekarang ditulis oleh **Christian Henry Bateman** (1813–1889). Bateman adalah seorang pendeta asal Skotlandia yang melayani di Gereja Skotlandia dan kemudian di Gereja Inggris.
Pada tahun 1843, Bateman menerbitkan sebuah buku kumpulan lagu berjudul *"Children's Hymn-book"* (Buku Nyanyian Anak-anak). Tujuan utama Bateman adalah untuk memberikan lagu-lagu yang teologis namun sederhana, sehingga anak-anak dapat memahami dan merayakan iman mereka dengan sukacita.
Lagu "Come, Christians, Join to Sing" (yang awalnya berjudul *"Come, children, join to sing"*) ditulis khusus untuk anak-anak tersebut.
### 3. Evolusi Lirik: Dari Anak-anak Menjadi Seluruh Jemaat
Menariknya, saat pertama kali diterbitkan, lirik aslinya dimulai dengan *"Come, children, join to sing"* (Mari anak-anak, bergabung untuk bernyanyi). Namun, seiring berjalannya waktu, para penyunting lagu pujian menyadari bahwa pesan dalam lirik tersebut sangat universal dan mendalam bagi semua orang percaya, bukan hanya anak-anak.
Akhirnya, kata "children" diubah menjadi **"Christians"** agar pesan ajakan untuk memuji Kristus ini bisa menjadi seruan bagi seluruh gereja atau jemaat.
### 4. Makna dan Teologi Lagu
Lagu ini sangat dicintai karena "kepadatan" teologisnya yang dibungkus dengan nada yang riang:
* **Bait Pertama:** Mengajak umat untuk memuji Yesus sebagai "Raja kita" (Our King) dan "Pemandu kita" (Our Guide). Ini mengakui otoritas Kristus atas hidup orang percaya.
* **Bait Kedua:** Menggambarkan Yesus sebagai "Sahabat kita" (Our Friend) yang tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya.
* **Bait Ketiga:** Puncaknya adalah antisipasi akan surga. Liriknya, *"Praise yet our Christ again; life shall not end the strain; on heaven's blissful shore, His goodness we'll adore,"* menekankan bahwa pujian kepada Kristus tidak akan pernah berakhir, bahkan sampai di keabadian (surga).
### Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan Lama?
Kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Perpaduan antara melodi Spanyol yang ritmik dengan lirik Bateman yang penuh kegembiraan menciptakan suasana yang sangat "merayakan". Lagu ini tidak hanya sekadar memuji, tetapi juga menegaskan bahwa hidup sebagai orang Kristen adalah sebuah perjalanan yang harus ditempuh dengan sukacita karena memiliki Kristus sebagai pemimpin dan sahabat.
Di Indonesia, lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai buku nyanyian gerejawi (seperti PKJ atau buku nyanyian lainnya) dan tetap menjadi pilihan utama untuk lagu pembukaan ibadah karena semangatnya yang membangkitkan rasa syukur.