Informasi Lagu
175
Nomor
Kode
NKB 175
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tradisional
Pencipta Syair
Anonim
Penerjemah
P.H. Pouw / Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Saudaraku! Selamatlah berjuang, dengan teguh layani Tuhanmu. Segala budimu tetap terbayang, tak dapat kami balas kasihmu.
Saudaraku! Kiranya Tuhan jua, memimpin t’rus sepanjang jalanmu. Kiranya Tuhan curahkan berkatNya, berlimpahlah di dalam hidupmu.
Saudaraku! Kita tetap bersatu, di dalam Yesus Kristus, Penebus. Meski sedih dan hati pun terharu, bagimu kami berdoa terus.
Saudaraku! Mari berjabat tangan, yakinlah kita akan bertemu. Dengan gemar dan dalam kesenangan, di sini ataupun di rumah Hu.
Saudaraku! Kami kirimkan salam, bagi saudara di neg’ri seb’rang. Katakanlah baik siang maupun malam: “Di dalam Tuhan hidupmu senang.”
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 175
Sejarah Lagu
Lagu **"Saudaraku! Selamatlah Berjuang"** (yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli **"God Be with You Till We Meet Again"**) adalah salah satu nyanyian rohani paling ikonik yang sering dinyanyikan dalam upacara perpisahan atau pemakaman.

Meskipun sering dianggap sebagai lagu tradisional/anonim karena usianya, lagu ini sebenarnya memiliki sejarah penciptaan yang terdokumentasi dengan sangat baik. Berikut adalah detail kisah dibalik lagu tersebut:

### 1. Penulis dan Latar Belakang (1880)
Lagu ini ditulis oleh **Jeremiah Eames Rankin** (1828–1904), seorang pendeta kongregasional di Washington D.C., Amerika Serikat, pada tahun 1880.

Motivasi Rankin menulis lagu ini sangat sederhana namun mendalam: ia merasa bahwa himne perpisahan yang ada pada zamannya terasa kurang memadai. Ia menginginkan sebuah lagu yang tidak sekadar mengucapkan "selamat tinggal," tetapi sebuah doa agar Tuhan menyertai mereka yang berpisah, memberikan perlindungan, dan memandu langkah mereka sampai mereka bertemu kembali.

### 2. Makna Kata "God Be with You"
Secara etimologis, ungkapan bahasa Inggris **"Goodbye"** sebenarnya berasal dari kontraksi frasa **"God be with ye"** (Tuhan menyertaimu). Rankin menyadari hal ini dan ingin mengembalikan makna spiritual dari ucapan perpisahan tersebut ke dalam bait-bait lagu. Ia ingin memastikan bahwa ketika seseorang mengucapkan "selamat tinggal," mereka sebenarnya sedang mendoakan perlindungan ilahi bagi orang lain.

### 3. Komposisi Musik (William G. Tomer)
Setelah menulis liriknya, Rankin mengirimkannya kepada **William G. Tomer**, seorang guru musik dan mantan pegawai Departemen Perang AS. Tomer kemudian menggubah melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi judul *"God Be with You."*

Melodi ini sangat khas karena kesederhanaan dan nuansa melankolis namun penuh harapan. Tomer berhasil menangkap emosi perpisahan yang berat namun dihibur oleh keyakinan akan pertemuan di masa depan.

### 4. Popularitas dan Penggunaan
Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1882, lagu ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Popularitasnya mencapai puncaknya karena beberapa alasan:
* **Perang Dunia I & II:** Lagu ini menjadi lagu wajib di stasiun-stasiun kereta api saat para tentara harus berangkat ke medan perang dan meninggalkan keluarga mereka.
* **Upacara Pemakaman:** Karena liriknya yang berfokus pada "pertemuan kembali" (yang sering ditafsirkan sebagai pertemuan kembali di surga), lagu ini menjadi sangat lazim dinyanyikan dalam suasana duka cita untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang ditinggalkan.

### 5. Adaptasi ke Bahasa Indonesia
Dalam konteks Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi **"Saudaraku! Selamatlah Berjuang"** (sering ditemukan di buku nyanyian gerejawi seperti *Kidung Jemaat* atau *Pelengkap Kidung Jemaat*).

Meskipun judul bahasa Indonesianya berfokus pada "berjuang," lirik aslinya tetap mempertahankan esensi dari doa Rankin, yaitu:
* Meminta Tuhan menjaga, memimpin, dan membimbing selama masa perpisahan.
* Keyakinan bahwa jarak hanyalah sementara.
* Janji kasih sayang yang tidak akan pernah putus meski terpisah oleh jarak.

### Ringkasan Makna
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"perpisahan yang penuh harapan."** Rankin tidak menulis lagu ini untuk meratapi akhir dari sebuah hubungan, melainkan untuk menegaskan bahwa di dalam keyakinan (iman), perpisahan fisik hanyalah bersifat sementara. Kata-kata "Selamatlah berjuang" dalam versi Indonesia merujuk pada perjuangan hidup di dunia ini, dengan janji bahwa Tuhan akan menjadi teman setia di sepanjang jalan tersebut hingga saatnya bertemu kembali.

Lagu ini tetap menjadi bukti bagaimana sebuah karya yang lahir dari keinginan tulus untuk menghibur sesama mampu bertahan melintasi zaman dan menjadi bahasa universal bagi mereka yang harus mengucapkan selamat tinggal.