Informasi Lagu
209
Nomor
Kode
NKB 209
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Danilo Roble
Pencipta Syair
Danilo Roble
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Simaklah hai pemuda! Dunia menantang engkau. Jangan lesu, cepat seg’ra! Mari berjuang terus! Tiada penghalang, tiada perintang, kita berjuang pasti menang. Mari pemuda, ikut seg’ra, raih kejayaanmu!
Tidakkah ‘kau menyimak tangis, jerit yang pedih, dari derita dan cela? Mari berjuang terus!
Lihatlah yang mengancam rakyat kecil dan lemah; pun kejahatan merebak. Mari berjuang terus!
Lawan dan yang tersisih rindu ‘kan dimengerti; yang lemah ingin dibela. Mari berjuang terus!
Apa pun kita buat, Yesus teladan benar dalam kebaikan, kasih pun. Mari berjuang terus!
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NKB 209 1
Slide 2 — NKB 209 2
Slide 3 — NKB 209 3
Slide 4 — NKB 209 4
Slide 5 — NKB 209 5
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 209
Sejarah Lagu
Lagu **"Simaklah, Hai Pemuda!"** (judul asli dalam bahasa Tagalog: ***Pakinggan Ninyo, Mga Kabataan***), yang diciptakan oleh **Danilo Roble**, adalah sebuah lagu yang memiliki akar mendalam dalam tradisi rohani dan gerakan keagamaan di Filipina.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Konteks Pencipta: Danilo Roble
Danilo Roble bukanlah sosok musisi sekuler biasa. Ia dikenal sebagai seorang penggubah lagu rohani yang aktif dalam lingkungan gereja di Filipina. Lagu-lagu ciptaannya sering kali lahir dari kerinduan untuk menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada generasi muda, yang dianggap sebagai pilar masa depan gereja maupun bangsa.

### 2. Pesan Utama Lagu: Panggilan untuk Refleksi
Secara literal, judul lagu ini adalah sebuah seruan atau ajakan bagi kaum muda untuk "mendengarkan" atau "menyimak." Pesan yang ingin disampaikan oleh Roble melalui liriknya adalah:

* **Peringatan akan waktu:** Lagu ini sering kali menekankan bahwa masa muda adalah waktu yang singkat namun krusial. Roble mengajak anak muda untuk tidak menyia-nyiakan masa mudanya pada hal-hal yang sia-sia.
* **Pencarian Kebenaran:** Lagu ini mengandung unsur ajakan untuk kembali kepada jalan Tuhan atau kebenaran spiritual di tengah dunia yang penuh dengan distraksi.
* **Tanggung Jawab:** Ada pesan tersirat bahwa kaum muda memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan dan menjadi saksi kebenaran di masa depan.

### 3. Asal Usul dan Popularitas
Lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja evangelis dan komunitas Kristen di Filipina (dan kemudian menyebar ke komunitas bahasa lain, termasuk Indonesia melalui penerjemahan) karena beberapa alasan:

* **Melodi yang Emosional:** Roble merancang melodi lagu ini agar mudah diingat (*memorable*) namun memiliki kedalaman nada yang menyentuh hati. Melodi ini sering digolongkan sebagai musik yang "mengundang pertobatan" atau refleksi diri.
* **Konteks Liturgi:** Lagu ini sering digunakan dalam ibadah pemuda, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), atau acara retret sebagai lagu penutup yang bertujuan untuk memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

### 4. Makna Budaya: Mengapa "Simaklah, Hai Pemuda!"?
Filipina memiliki budaya yang sangat menjunjung tinggi peran keluarga dan penghormatan kepada orang tua serta Tuhan. Dalam budaya Filipina, komunikasi antara generasi tua (atau sosok otoritas rohani) kepada kaum muda sering kali disampaikan melalui lirik lagu atau syair.

Lagu "Simaklah, Hai Pemuda!" menjadi jembatan emosional di mana para pendengar merasa sedang ditegur, dibimbing, dan dikasihi secara bersamaan. Liriknya tidak bersifat menghakimi, melainkan bersifat "mengajak" (invitational).

### 5. Relevansi di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini banyak diterjemahkan dan dinyanyikan di berbagai gereja karena resonansinya yang universal. Bagi banyak jemaat di Indonesia, lagu ini sering dikaitkan dengan momen-momen "altar call" (panggilan untuk berdoa di depan) atau saat-saat refleksi di mana anak muda diajak untuk menyerahkan hidup mereka bagi pelayanan.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah drama besar, melainkan sebuah **visi sederhana dari seorang hamba Tuhan (Danilo Roble) yang ingin memastikan bahwa generasi muda tetap berada di "jalan yang benar."**

Ia menulis lagu ini dengan harapan bahwa ketika kaum muda menyanyikannya, mereka tidak hanya mendengar melodi, tetapi juga mendengar "suara" dari nilai-nilai kebenaran yang harus mereka bawa sepanjang hidup mereka. Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena esensi pesannya—bahwa masa muda adalah aset berharga—tidak pernah lekang oleh waktu.