Informasi Lagu
215
Nomor
Kode
NKB 215
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Richard Connoly
Pencipta Syair
James McAuley
Penerjemah
F. Suleeman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 7 bait
Nyanyikanlah kidung baru serta nantikan janji Tuhanmu. Nyanyikanlah kidung baru serta nantikan janji Tuhanmu.
Hai s’luruh makhluk angkat suaramu! Bersuka dan pujilah Tuhanmu setiap saat dan di mana pun. Masyhurkanlah keagunganNya!
Lembah, gunung, dataran yang rendah, binatang liar, unggas, dan ternak, halimun, badai, hujan, dan petir memancarkan kekayaanNya.
Samud’ra, danau, sungai yang deras, telaga, mata air yang jernih, segala ikan juga isi laut memancarkan keluhuranNya.
Segala pohon dalam musimnya, kenanga, mawar, bakung, dahlia, sedap malam, cempaka, dan melur memancarkan keagunganNya.
Telinga, mata, tangan, dan benak dengan bahasa, angka, dan simbol di dalam karya, doa, dan jeda memancarkan kebijakanNya
Dan kasih antar pria wanita, segala hikmat, akal yang cerdas, keadilan dan kebenaran pun memancarkan kemuliaanNya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 215 1
Slide 2 — NKB 215 2
Slide 3 — NKB 215 3
Slide 4 — NKB 215 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 215
Sejarah Lagu
Lagu **"Nyanyikanlah Kidung Baru"** (atau dalam bahasa Inggris berjudul **"A Song of Cosmic Praise"**) adalah sebuah karya kolaborasi yang sangat menarik antara dua tokoh intelektual Katolik asal Australia: **James McAuley** (penulis lirik) dan **Richard Connolly** (komposer).

Kisah di balik lagu ini berkaitan erat dengan gerakan pembaharuan liturgi di Gereja Katolik pasca-Konsili Vatikan II. Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:

### 1. Latar Belakang Penciptaan
Pada tahun 1960-an, setelah Konsili Vatikan II, Gereja Katolik mengalami perubahan besar dalam tata ibadah, salah satunya adalah penggunaan bahasa ibu (vernacular) dalam misa, menggantikan bahasa Latin. Perubahan ini menciptakan kebutuhan akan lagu-lagu liturgi baru yang memiliki teologi kuat namun tetap mudah dinyanyikan oleh umat.

James McAuley, seorang penyair terkemuka dan profesor sastra di Australia, dan Richard Connolly, seorang produser musik di stasiun radio ABC (Australian Broadcasting Corporation), ditugaskan untuk menciptakan musik gerejawi yang segar untuk liturgi baru tersebut.

### 2. Sinergi McAuley dan Connolly
Hubungan keduanya sangat unik. McAuley adalah seorang intelektual yang tajam dan seorang petobat (convert) ke Katolik yang dikenal dengan puisi-puisinya yang serius. Sementara itu, Connolly adalah musisi yang memiliki kemampuan untuk menyusun melodi yang tidak hanya indah tetapi juga "membumi"—jauh dari kesan musik gereja yang kaku atau terlalu klasik.

Mereka berdua merasa bahwa lagu gereja saat itu seringkali terlalu sentimental atau secara teologis dangkal. Mereka ingin menciptakan lagu yang mencerminkan **"pujian kosmik"**—sebuah konsep di mana seluruh ciptaan (bintang, bulan, samudera, dan manusia) bersama-sama memuji Sang Pencipta.

### 3. Makna di Balik "A Song of Cosmic Praise"
Lirik yang ditulis oleh McAuley dalam *"A Song of Cosmic Praise"* (judul asli bahasa Inggris) berfokus pada Mazmur 148, yang mengajak segenap ciptaan untuk memuliakan Tuhan.

* **Kosmik:** Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perasaan manusia secara personal, melainkan tentang keterlibatan seluruh alam semesta dalam ibadah.
* **Teologis:** McAuley ingin menekankan bahwa ketika umat beriman bernyanyi di gereja, mereka sebenarnya bergabung dengan "nyanyian" alam semesta yang terus-menerus memuji Tuhan.
* **Kesederhanaan:** Connolly menulis melodi lagu ini agar bisa dinyanyikan oleh jemaat biasa tanpa memerlukan paduan suara profesional. Inilah alasan mengapa lagu ini memiliki struktur yang sangat kuat, megah, namun mudah diingat.

### 4. Dampak dan Warisan
Ketika lagu ini diterbitkan, ia menjadi sangat populer tidak hanya di Australia tetapi juga di berbagai negara berbahasa Inggris dan kemudian diterjemahkan ke banyak bahasa, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat ikonik dalam buku nyanyian gereja (seperti dalam buku *Puji Syukur* atau *Madah Bakti*). Judul **"Nyanyikanlah Kidung Baru"** menjadi ajakan bagi umat untuk meninggalkan "cara lama" yang statis dan menyambut cara baru yang lebih partisipatif dalam beribadah.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Keberhasilan lagu ini terletak pada **keseimbangan**:
1. **Lirik (McAuley):** Menggunakan bahasa puitis yang mendalam namun tidak rumit. Ia mengangkat tema agung alam semesta menjadi sesuatu yang bisa diresapi di dalam gereja.
2. **Musik (Connolly):** Melodinya memiliki karakter "perayaan" (celebratory) yang kuat. Ada rasa sukacita dan kemenangan yang tersirat dalam setiap notnya.

Secara singkat, kisah dibalik lagu ini adalah kisah tentang **"kelahiran kembali musik gereja"** di era modern, di mana seorang penyair dan seorang musisi bersatu untuk memberikan suara bagi alam semesta dalam memuji Penciptanya. Mereka berhasil membuktikan bahwa musik liturgi bisa menjadi jembatan antara kemegahan kosmos dan kesederhanaan hati umat manusia.