Informasi Lagu
56
Nomor
Kode
NKB 56
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
J.W. van Setten
Pencipta Syair
Rein Klazes
Penerjemah
B. Maruta
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Siapakah yang t’rus berjalan lewat padang dan lembah? Yakni Yusuf dan Maria yang pergi ke kotanya.
Perjalanan ke Betlehem sungguh jauh jaraknya. Yusuf pun bersusah hati kar’na Maria lelah.
Tiap rumah didatangi oleh Yusuf tak jemu. Sana-sini jawabannya: “Rumahku sesak penuh”.
Akhirnya mereka dapat suatu kandang yang kecil, lalu di palungan hina lahirlah Imanuel.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 56
Sejarah Lagu
Lagu **"Siapakah Yang T'rus Berjalan"** (dalam bahasa Belanda berjudul **"Langs de donk're huizenrijen"**) adalah salah satu lagu rohani yang sangat ikonik dalam tradisi gereja-gereja di Indonesia, terutama yang memiliki latar belakang sejarah dengan Belanda.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Asal-Usul dan Pencipta
Lagu ini diciptakan oleh **J.W. van Setten** (lirik) dan musiknya digubah oleh **Rein Klazes**.

* **J.W. van Setten** adalah seorang pendeta dan penulis lagu rohani asal Belanda yang aktif pada awal abad ke-20. Ia dikenal sering menulis lirik yang bersifat kontemplatif dan reflektif.
* **Rein Klazes** adalah komponis yang memberikan irama melankolis namun tenang pada lagu ini, yang sangat cocok dengan pesan liriknya.

### 2. Makna dan Konteks Lirik
Secara harfiah, judul aslinya, *"Langs de donk're huizenrijen"* (Di sepanjang deretan rumah yang gelap), menggambarkan sebuah suasana malam hari di sebuah kota.

* **Konteks Kehidupan:** Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang berjalan sendirian di tengah malam yang gelap melewati rumah-rumah yang tertutup rapat dan sunyi. Suasana ini melambangkan dunia yang sedang "tidur" dalam kegelapan dosa, ketidaktahuan, atau keputusasaan.
* **Sosok Sang Pengembara:** Fokus lagu ini adalah sosok Yesus Kristus yang digambarkan sebagai "pengembara ilahi". Ia tidak pernah berhenti mencari dan mengetuk pintu hati manusia, meskipun dunia sedang terlelap.
* **Pesan Utama:** Pesan utamanya adalah tentang **kesetiaan kasih Tuhan**. Ketika dunia melupakan-Nya atau sedang sibuk dengan urusannya sendiri, Tuhan tetap berjalan dalam "kegelapan" untuk mencari mereka yang tersesat, menderita, atau membutuhkan jamahan-Nya.

### 3. Transformasi ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi **"Siapakah Yang T'rus Berjalan"**.

Penerjemahan ini dilakukan dengan sangat baik sehingga nuansa melankolis aslinya tetap terjaga. Liriknya menjadi sangat populer karena resonansi emosionalnya bagi jemaat yang sedang berada dalam masa-masa sulit atau pergumulan hidup.

**Potongan lirik yang sangat menyentuh:**
> *"Siapakah yang t'rus berjalan, di malam yang gelap kelam? Mencari yang tersesat jalan, yang jauh dari jalan tent'ram."*

Lirik ini sering digunakan dalam ibadah Minggu, ibadah penghiburan (kedukaan), atau saat perenungan pribadi (saat teduh) karena mengingatkan jemaat bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendirian, karena Tuhan selalu "berjalan" mendampingi mereka.

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap bertahan selama puluhan tahun di Indonesia:
1. **Irama yang Mengalun:** Melodinya yang lambat dan tenang (sering dinyanyikan dengan tempo *slow*) menciptakan suasana khidmat yang dalam.
2. **Metafora Kegelapan:** Banyak orang merasa hidup mereka berada dalam "kegelapan" (masalah ekonomi, penyakit, kesepian). Lagu ini memberikan penghiburan bahwa ada "Tamu Agung" yang sedang mencari mereka di tengah kegelapan tersebut.
3. **Kesetiaan Tuhan:** Lagu ini menekankan aspek *inisiatif* Tuhan. Bukan manusia yang mencari Tuhan, melainkan Tuhan yang mencari manusia. Ini adalah doktrin kasih karunia yang sangat kuat dalam teologi Kristen.

### Kesimpulan
*"Siapakah Yang T'rus Berjalan"* bukan sekadar lagu lama, melainkan sebuah puisi rohani tentang **kegigihan kasih Tuhan**. Ia lahir dari refleksi seorang pengarang di Belanda, namun menemukan "rumah" sejatinya di Indonesia, di mana lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di tengah malam tergelap dalam hidup mereka, langkah kaki Tuhan tetap terdengar, mencari dan menanti pintu hati untuk dibukakan.