Informasi Lagu
277
Nomor
Kode
NKI 277
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Cross Ref.
KK 427, BE 214, KJ 388, NP 277
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Sentosa dalam Yesus bers’lamat sepenuh Oleh sebab cinta-Nya, hatiku t’lah teduh Hai! suara yang bersorak terdengar olehku Nyanyian malak-malak nyata kepadaku. Sentosa dalam Yesus bers’lamat sepenuh Oleh sebab cinta-Nya, hatiku t’lah teduh.
Sentosa dalam Yesus, tidak yang b’ri kuatir Pencobaan dan dosa sudahlah tersingkir Luput segala dosa, luput ketakutan Tidaklah air mata dalam kemuliaan.
Sentosa dalam Yesus sampai selamanya Hidup kekal yang tentu sesama Yesuslah Sungguh tak dapat setan merampas milik-Nya Darah-Nya Tuhan Yesus jadi senjatalah.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKI 277 1
Slide 2 — NKI 277 2
Slide 3 — NKI 277 3
Slide 4 — NKI 277 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKI 277
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Aman di Tangan Yesus" (Safe in the Arms of Jesus)** adalah salah satu cerita paling mengharukan dalam sejarah musik rohani. Lagu ini lahir dari persahabatan yang erat antara dua tokoh besar musik gerejawi: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **William H. Doane** (komposer musik).

Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu abadi ini:

### 1. Permintaan yang Mendadak (1868)
Pada suatu hari di tahun 1868, William H. Doane datang menemui Fanny Crosby dengan terburu-buru. Doane baru saja menyusun sebuah melodi musik yang indah, namun ia belum memiliki lirik untuk melodi tersebut.

Doane berkata kepada Fanny, *"Fanny, saya harus mengejar kereta api dalam waktu dua puluh menit. Bisakah kamu menuliskan lirik untuk melodi ini?"*

### 2. Proses Penulisan yang "Ajaib"
Fanny Crosby, yang meskipun buta sejak usia dini, adalah seorang penyair yang sangat produktif. Ia menerima tantangan itu. Ia meminta Doane untuk memainkan melodi tersebut sekali saja agar ia bisa menangkap "jiwa" dari musiknya.

Setelah mendengar melodi itu, Fanny duduk terdiam selama beberapa saat. Ia kemudian berkata, *"Melodi itu bunyinya seperti 'Safe in the arms of Jesus' (Aman di tangan Yesus)."*

Hanya dalam waktu **15 hingga 20 menit**, Fanny menyelesaikan lirik lagu tersebut. Ia bahkan tidak perlu menggunakan huruf Braille untuk menulisnya, karena ia menulis semuanya di dalam pikirannya sebelum mendiktekannya kepada asistennya. Ketika Doane kembali untuk mengambil liriknya, lagu tersebut sudah selesai tepat waktu sebelum ia harus berlari mengejar keretanya.

### 3. Makna di Balik Liriknya
Fanny Crosby menulis lagu ini sebagai penghiburan bagi mereka yang sedang berduka. Liriknya berbicara tentang perlindungan ilahi dari cobaan hidup, godaan, dan ketakutan akan kematian.

Bait-baitnya menggambarkan ketenangan seorang anak yang beristirahat di pelukan ibunya, yang dianalogikan sebagai jiwa orang percaya yang beristirahat di dalam tangan Tuhan.

* *Safe in the arms of Jesus,* (Aman di tangan Yesus)
* *Safe on His gentle breast,* (Aman di dada-Nya yang lembut)
* *There by His love o’ershaded,* (Di sana, dinaungi kasih-Nya)
* *Sweetly my soul shall rest.* (Jiwa-ku akan beristirahat dengan manis)

### 4. Pengaruh Lagu ini bagi Dunia
Lagu ini segera menjadi sangat populer, bukan hanya karena melodinya yang indah, tetapi karena pesan penghiburannya yang universal.

Salah satu momen paling bersejarah terkait lagu ini terjadi pada pemakaman **Presiden Amerika Serikat, Ulysses S. Grant** (1885). Lagu ini dinyanyikan saat prosesi pemakamannya karena keindahannya yang memberikan rasa damai di tengah suasana duka yang mendalam bagi bangsa.

### Mengapa Lagu ini Begitu Istimewa?
Kisah di balik lagu ini menunjukkan dua hal:
1. **Talenta Fanny Crosby:** Meskipun ia tidak bisa melihat, imajinasinya tentang surga dan kasih Tuhan sangat jelas, sehingga ia bisa menulis lirik yang menghibur jutaan orang hingga hari ini.
2. **Kecepatan dan Inspirasi:** Fakta bahwa lagu ini ditulis dalam waktu kurang dari 20 menit sering dianggap oleh banyak orang sebagai "inspirasi surgawi" yang mengalir begitu saja melalui kolaborasi antara musisi dan penyair tersebut.

Hingga saat ini, "Aman di Tangan Yesus" tetap menjadi salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan dalam upacara pemakaman atau kebaktian penghiburan di berbagai gereja di seluruh dunia, karena liriknya dianggap mampu memberikan kekuatan bagi mereka yang merasa kehilangan atau sedang berada di masa sulit.