NKI
Penghibur Telah Datang
The Comforter Has Come
Informasi Lagu
30
Nomor
Kode
NKI 30
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Style
FinalWaltz, 9-8Waltz
Cross Ref.
NKB 102, KK 284
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Tersiar kabar t’rang keliling alam g’lap
Tempat hati debar ditindih susah b’rat
Saudara bergemar bersorak sebenar
Penghibur t’lah datang.
Penghibur tlah datang
Penghibur tlah datang
Roh dari surgalah karunia Bapa Hu maklumkanlah jua
Pada manusia Penghibur t’lah datang.
Malam yang panjang g’lap dan ratap yang gegap
K’lak akan lalulah dan siang gantilah
Terusir tofan d’ras melintas gunung k’ras
Penghibur t’lah datang
Sultan yang kusembah yang b’ri penyembuhan
Jiwa yang terikat terlolos dari maut
Yang hidup dalam-Nya bernyanyi soraklah
Penghibur t’lah datang.
Betapa lidahku dapat mengabarkan
Anug’rah pelepas cinta yang tak watas
Jiwa yang tersesat dib’ri bahagia
Penghibur t’lah datang.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "The Comforter Has Come" (yang dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan judul "Sebarkan Wartanya" atau "Sang Penghibur T'lah Datang") adalah sebuah himne Injil klasik yang sarat makna dan memiliki kisah menarik di baliknya, mencerminkan semangat kebangunan rohani pada akhir abad ke-19 di Amerika Serikat. Lagu ini merupakan kolaborasi antara lirik yang ditulis oleh **Frank Bottome** dan melodi yang digubah oleh **William James Kirkpatrick**.
Mari kita selami kisah detail di balik penciptaan lagu yang menginspirasi ini:
---
### Latar Belakang Penulis Lirik: Frank Bottome (1823-1894)
Frank Bottome adalah seorang pendeta Metodis yang lahir di Inggris dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai seorang pengkhotbah yang berapi-api, teolog yang mendalam, dan seorang yang sangat mencintai kebangunan rohani. Pendidikan teologisnya yang kuat di Wesleyan University (Middletown, Connecticut) membentuk pemikirannya tentang doktrin-doktrin Kristen, terutama mengenai peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.
Pada masa hidup Bottome, akhir abad ke-19 adalah periode yang sangat dinamis bagi Kekristenan di Amerika. Gerakan-gerakan kebangunan rohani (revival meetings) yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Dwight L. Moody, Ira D. Sankey, dan lainnya, sedang sangat gencar. Ada kerinduan yang besar di antara jemaat untuk mengalami kuasa dan kehadiran Roh Kudus secara pribadi.
**Inspirasi Lirik:**
Bottome terinspirasi oleh janji Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebelum kenaikan-Nya, yang tercatat dalam Injil Yohanes pasal 14, 15, dan 16. Yesus berjanji akan mengutus "Penghibur" (Paraclete dalam bahasa Yunani, yang berarti "seorang yang dipanggil untuk mendampingi," "penolong," "pembela," atau "penasihat") setelah Ia pergi. Janji ini kemudian digenapi pada hari Pentakosta, ketika Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul dan orang percaya (Kisah Para Rasul 2).
Bottome memahami bahwa Roh Kudus bukanlah sekadar konsep teologis, tetapi pribadi ilahi yang hidup, yang datang untuk:
1. **Menghibur dan Menolong:** Memberikan kenyamanan di tengah kesulitan dan bimbingan dalam kebingungan.
2. **Mengajar dan Mengingatkan:** Memimpin umat percaya ke dalam seluruh kebenaran.
3. **Memberi Kuasa:** Untuk bersaksi dan hidup kudus.
4. **Menyakinkan Dunia akan Dosa, Kebenaran, dan Penghakiman:** Menarik orang kepada pertobatan.
Dengan semangat yang membara untuk menyebarkan kebenaran ini, Bottome menulis lirik "The Comforter Has Come." Lirik ini bukan hanya pengumuman fakta, tetapi juga seruan kepada setiap orang percaya untuk menerima dan mengalami kehadiran Roh Kudus, serta untuk memberitakan kabar baik ini kepada dunia. Bagian "Sebarkan Wartanya!" atau "Tell the blessed tidings!" di chorus adalah inti dari seruan ini.
---
### Latar Belakang Penggubah Melodi: William James Kirkpatrick (1838-1921)
William J. Kirkpatrick adalah salah satu komposer himne dan penerbit musik gereja paling produktif pada masanya. Lahir di Irlandia dan kemudian pindah ke Amerika, Kirkpatrick terlibat aktif dalam musik gereja sejak usia muda. Ia adalah seorang multi-instrumentalis, ahli dalam berbagai alat musik.
Kirkpatrick dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang mudah diingat, kuat, dan sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia banyak berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal seperti Fanny Crosby dan John R. Sweney, menciptakan ribuan lagu untuk kebaktian kebangunan rohani, sekolah minggu, dan gereja. Lagu-lagu ciptaannya memiliki ciri khas melodi yang optimis, semangat yang membangkitkan, dan harmoni yang kaya.
Pada tahun 1890, ketika Frank Bottome menulis lirik "The Comforter Has Come," kemungkinan besar lirik tersebut diserahkan kepada Kirkpatrick, yang saat itu adalah seorang editor musik dan penerbit terkemuka. Kirkpatrick melihat potensi besar dalam pesan lirik tersebut dan segera menggubah melodi yang mengalir dan penuh semangat untuk mengiringinya.
**Karakteristik Melodi Kirkpatrick:**
Melodi yang diciptakan Kirkpatrick untuk "The Comforter Has Come" mencerminkan pesannya:
* **Energi dan Sukacita:** Melodinya ceria dan penuh semangat, cocok untuk mengungkapkan sukacita akan kehadiran Roh Kudus.
* **Mudah Dinyanyikan:** Dirancang agar mudah dipelajari dan dinyanyikan bersama oleh jemaat, baik di gereja maupun di pertemuan kebangunan rohani.
* **Membangkitkan Semangat:** Harmoni dan ritmenya mendorong partisipasi dan membangkitkan antusiasme rohani.
---
### Lahirnya Lagu (1890)
Pada tahun 1890, perpaduan lirik teologis yang kaya dari Frank Bottome dan melodi yang kuat serta mudah diingat dari W. J. Kirkpatrick menghasilkan "The Comforter Has Come." Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam salah satu kumpulan himne yang disusun oleh Kirkpatrick sendiri.
Dengan cepat, lagu ini menyebar luas di kalangan gereja-gereja Protestan di Amerika Utara dan kemudian ke seluruh dunia. Pesannya yang jelas tentang kedatangan Roh Kudus—sebagai Penolong, Penghibur, dan Pemberi kuasa—sangat relevan bagi banyak orang yang mencari pengalaman rohani yang lebih dalam. Chorus "Sebarkan Wartanya! Sebarkan Wartanya! Kabar baik dari Raja Agung!" menjadi seruan misi yang kuat, mendorong orang percaya untuk tidak hanya menerima Roh Kudus tetapi juga memberitakan kabar baik ini.
### Warisan dan Signifikansi
Hingga hari ini, "The Comforter Has Come" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan, terutama di kebaktian Pentakosta atau dalam acara-acara yang berfokus pada Roh Kudus. Lagu ini terus mengingatkan umat Kristen akan:
* **Kesetiaan Tuhan:** Bahwa Yesus menepati janji-Nya untuk tidak meninggalkan umat-Nya sendirian.
* **Kehadiran Roh Kudus yang Berkelanjutan:** Roh Kudus masih aktif bekerja di dunia dan dalam kehidupan orang percaya.
* **Panggilan Misi:** Bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi dan menyebarkan kabar baik tentang Roh Kudus kepada orang lain.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti dari bagaimana iman yang mendalam, pemahaman teologis yang kokoh, dan bakat musik yang diabdikan kepada Tuhan dapat bersatu untuk menciptakan karya yang abadi, terus memberkati dan menginspirasi generasi-generasi orang percaya.
Mari kita selami kisah detail di balik penciptaan lagu yang menginspirasi ini:
---
### Latar Belakang Penulis Lirik: Frank Bottome (1823-1894)
Frank Bottome adalah seorang pendeta Metodis yang lahir di Inggris dan kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai seorang pengkhotbah yang berapi-api, teolog yang mendalam, dan seorang yang sangat mencintai kebangunan rohani. Pendidikan teologisnya yang kuat di Wesleyan University (Middletown, Connecticut) membentuk pemikirannya tentang doktrin-doktrin Kristen, terutama mengenai peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.
Pada masa hidup Bottome, akhir abad ke-19 adalah periode yang sangat dinamis bagi Kekristenan di Amerika. Gerakan-gerakan kebangunan rohani (revival meetings) yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Dwight L. Moody, Ira D. Sankey, dan lainnya, sedang sangat gencar. Ada kerinduan yang besar di antara jemaat untuk mengalami kuasa dan kehadiran Roh Kudus secara pribadi.
**Inspirasi Lirik:**
Bottome terinspirasi oleh janji Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebelum kenaikan-Nya, yang tercatat dalam Injil Yohanes pasal 14, 15, dan 16. Yesus berjanji akan mengutus "Penghibur" (Paraclete dalam bahasa Yunani, yang berarti "seorang yang dipanggil untuk mendampingi," "penolong," "pembela," atau "penasihat") setelah Ia pergi. Janji ini kemudian digenapi pada hari Pentakosta, ketika Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul dan orang percaya (Kisah Para Rasul 2).
Bottome memahami bahwa Roh Kudus bukanlah sekadar konsep teologis, tetapi pribadi ilahi yang hidup, yang datang untuk:
1. **Menghibur dan Menolong:** Memberikan kenyamanan di tengah kesulitan dan bimbingan dalam kebingungan.
2. **Mengajar dan Mengingatkan:** Memimpin umat percaya ke dalam seluruh kebenaran.
3. **Memberi Kuasa:** Untuk bersaksi dan hidup kudus.
4. **Menyakinkan Dunia akan Dosa, Kebenaran, dan Penghakiman:** Menarik orang kepada pertobatan.
Dengan semangat yang membara untuk menyebarkan kebenaran ini, Bottome menulis lirik "The Comforter Has Come." Lirik ini bukan hanya pengumuman fakta, tetapi juga seruan kepada setiap orang percaya untuk menerima dan mengalami kehadiran Roh Kudus, serta untuk memberitakan kabar baik ini kepada dunia. Bagian "Sebarkan Wartanya!" atau "Tell the blessed tidings!" di chorus adalah inti dari seruan ini.
---
### Latar Belakang Penggubah Melodi: William James Kirkpatrick (1838-1921)
William J. Kirkpatrick adalah salah satu komposer himne dan penerbit musik gereja paling produktif pada masanya. Lahir di Irlandia dan kemudian pindah ke Amerika, Kirkpatrick terlibat aktif dalam musik gereja sejak usia muda. Ia adalah seorang multi-instrumentalis, ahli dalam berbagai alat musik.
Kirkpatrick dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang mudah diingat, kuat, dan sangat cocok untuk dinyanyikan oleh jemaat. Ia banyak berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal seperti Fanny Crosby dan John R. Sweney, menciptakan ribuan lagu untuk kebaktian kebangunan rohani, sekolah minggu, dan gereja. Lagu-lagu ciptaannya memiliki ciri khas melodi yang optimis, semangat yang membangkitkan, dan harmoni yang kaya.
Pada tahun 1890, ketika Frank Bottome menulis lirik "The Comforter Has Come," kemungkinan besar lirik tersebut diserahkan kepada Kirkpatrick, yang saat itu adalah seorang editor musik dan penerbit terkemuka. Kirkpatrick melihat potensi besar dalam pesan lirik tersebut dan segera menggubah melodi yang mengalir dan penuh semangat untuk mengiringinya.
**Karakteristik Melodi Kirkpatrick:**
Melodi yang diciptakan Kirkpatrick untuk "The Comforter Has Come" mencerminkan pesannya:
* **Energi dan Sukacita:** Melodinya ceria dan penuh semangat, cocok untuk mengungkapkan sukacita akan kehadiran Roh Kudus.
* **Mudah Dinyanyikan:** Dirancang agar mudah dipelajari dan dinyanyikan bersama oleh jemaat, baik di gereja maupun di pertemuan kebangunan rohani.
* **Membangkitkan Semangat:** Harmoni dan ritmenya mendorong partisipasi dan membangkitkan antusiasme rohani.
---
### Lahirnya Lagu (1890)
Pada tahun 1890, perpaduan lirik teologis yang kaya dari Frank Bottome dan melodi yang kuat serta mudah diingat dari W. J. Kirkpatrick menghasilkan "The Comforter Has Come." Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam salah satu kumpulan himne yang disusun oleh Kirkpatrick sendiri.
Dengan cepat, lagu ini menyebar luas di kalangan gereja-gereja Protestan di Amerika Utara dan kemudian ke seluruh dunia. Pesannya yang jelas tentang kedatangan Roh Kudus—sebagai Penolong, Penghibur, dan Pemberi kuasa—sangat relevan bagi banyak orang yang mencari pengalaman rohani yang lebih dalam. Chorus "Sebarkan Wartanya! Sebarkan Wartanya! Kabar baik dari Raja Agung!" menjadi seruan misi yang kuat, mendorong orang percaya untuk tidak hanya menerima Roh Kudus tetapi juga memberitakan kabar baik ini.
### Warisan dan Signifikansi
Hingga hari ini, "The Comforter Has Come" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan, terutama di kebaktian Pentakosta atau dalam acara-acara yang berfokus pada Roh Kudus. Lagu ini terus mengingatkan umat Kristen akan:
* **Kesetiaan Tuhan:** Bahwa Yesus menepati janji-Nya untuk tidak meninggalkan umat-Nya sendirian.
* **Kehadiran Roh Kudus yang Berkelanjutan:** Roh Kudus masih aktif bekerja di dunia dan dalam kehidupan orang percaya.
* **Panggilan Misi:** Bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi dan menyebarkan kabar baik tentang Roh Kudus kepada orang lain.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti dari bagaimana iman yang mendalam, pemahaman teologis yang kokoh, dan bakat musik yang diabdikan kepada Tuhan dapat bersatu untuk menciptakan karya yang abadi, terus memberkati dan menginspirasi generasi-generasi orang percaya.