Informasi Lagu
109
Nomor
Kode
NP 109
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Robert Lowry
Pencipta Syair
Robert Lowry
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Dosa dapat dihapus Hanya oleh darah Yesus; Jiwa dapat ditebus Hanya oleh darah Yesus. O darah yang kudus, O darah Penebus; Jiwaku ditebus Hanya oleh darah Yesus.
Luput dari dosaku Hanya oleh darah Yesus; Slamat suci hidupku, Hanya oleh darah Yesus.
Damai dianugrahkan hanya oleh darah Yesus; Bukan karna amalan, Hanya oleh darah Yesus.
Satulah harapanku, Hanya oleh darah Yesus; Bukan kebajikanku, Hanya oleh darah Yesus.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 109
Sejarah Lagu
Lagu **"Hanya oleh Darah Yesus"** (judul asli: *Nothing but the Blood of Jesus*) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di seluruh dunia. Lagu ini ditulis pada tahun **1876** oleh seorang pendeta, komposer, dan penulis lagu asal Amerika bernama **Robert Lowry**.

Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Latar Belakang Robert Lowry
Robert Lowry (1826–1899) bukan hanya seorang penulis lagu, tetapi juga seorang pendeta di Gereja Baptis. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat teliti dan puitis. Sepanjang hidupnya, ia telah menulis banyak himne, namun *Nothing but the Blood of Jesus* menjadi karyanya yang paling abadi dan memiliki makna teologis yang sangat dalam.

### 2. Situasi yang Melatarbelakangi
Kisah terciptanya lagu ini tidak muncul dari sebuah peristiwa tragis atau drama besar, melainkan dari sebuah perenungan teologis yang mendalam.

Pada suatu masa, Robert Lowry sedang merenungkan inti dari iman Kristen: **Penebusan manusia.** Ia bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya membuat manusia bisa dibenarkan di hadapan Tuhan?"

Lowry merasa gelisah dengan banyaknya ajaran atau perdebatan teologis pada masanya yang mungkin terlalu rumit. Ia ingin menulis sesuatu yang sederhana, namun sangat kuat, yang merangkum satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Ia merenungkan pertanyaan-pertanyaan retoris dalam liriknya:

* *"Apa yang dapat menghapus dosa?"*
* *"Apa yang dapat memulihkan?"*
* *"Apa yang dapat membuatku utuh kembali?"*

Dan jawaban yang selalu muncul di benaknya, yang ia tuangkan dalam lagu ini, hanyalah satu: **"Tak ada yang lain selain darah Yesus."**

### 3. Sederhana namun Mendalam
Yang membuat lagu ini luar biasa adalah strukturnya yang sangat sederhana (repetitif). Lowry sengaja menggunakan pengulangan untuk menegaskan sebuah kebenaran mutlak bahwa:
* Usaha manusia (perbuatan baik, amal, atau kesalehan) tidak akan pernah cukup untuk menutupi dosa.
* Hanya pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib yang cukup.

Liriknya secara total mengarahkan fokus orang percaya dari "apa yang kita lakukan" menjadi "apa yang telah Yesus lakukan."

### 4. Melodi yang Ikonik
Robert Lowry juga merupakan seorang musisi yang berbakat. Ia menciptakan melodi yang sangat serasi dengan liriknya—melodi yang terdengar seperti sebuah permohonan, namun sekaligus pernyataan iman yang tegas dan penuh kemenangan. Nada yang ia pilih membuat lagu ini mudah diingat oleh siapa pun, dari orang terpelajar hingga anak-anak, yang mencerminkan pesan Injil yang terbuka bagi siapa saja.

### 5. Warisan Lagu Ini
Setelah diterbitkan pada tahun 1876, lagu ini segera menjadi sangat populer di kebaktian-kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*) di Amerika Serikat dan Inggris. Kekuatannya terletak pada sifatnya yang "menelanjangi" kesombongan manusia dan mengangkat kemuliaan kasih karunia Allah.

Hingga saat ini, *Nothing but the Blood of Jesus* sering dinyanyikan dalam perjamuan kudus atau sebagai lagu penutup dalam banyak gereja. Lagu ini berfungsi sebagai pengingat bagi umat Kristen tentang dasar iman mereka: **bahwa damai dengan Tuhan bukan diperoleh melalui usaha diri sendiri, melainkan melalui darah Kristus.**

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"fokus kembali."** Di tengah dunia yang sering menawarkan banyak solusi untuk memperbaiki diri, Robert Lowry mengingatkan kita melalui lagu ini bahwa inti dari keselamatan adalah penyerahan diri sepenuhnya pada karya penebusan Kristus. Itulah sebabnya, meski sudah berusia lebih dari 140 tahun, lagu ini tetap relevan dan menyentuh hati banyak orang hingga hari ini.