Informasi Lagu
131
Nomor
Kode
NP 131
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
George C. Stebbins
Pencipta Syair
William T. Sleeper
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Dari kongkongan malam gelap, Yesus Tuhan, aku datang; Kini hidupku girang, tentram; PadaMu ku datang. Dulu ku sakit, kini sembuh; Miskin dibrikan harta penuh; Dari sesat sekarang patuh; PadaMu ku datang.
Hidupku gagal tidak terpri; Yesus Tuhan, aku datang; Slamatku Yesus yang memberi, PadaMu ku datang. Ku dihiburMu dalam tegang; Di tengah topan aku tenang; Maka hatiku slalu senang; PadaMu ku datang.
Hidupku kacau dan tekebur; Yesus Tuhan aku datang; Tuhanlah kini yang mengatur, PadaMu ku datang. Dulu kubanggakan diriku, Kini senang dengan kasihMu; Jalan ke surga aku tempuh; PadaMu ku datang.
Dari ancaman maut jahanam, Yesus Tuhan, aku datang; Alam terang tempat ku diam, PadaMu ku datang. Dari sengsara tak terhingga, Aku alami damai nyata; Kulihat wajah Tuhan mulia, PadaMu ku datang.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 131
Sejarah Lagu
Lagu himne **"Out of My Bondage, Sorrow, and Night"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Pada-Mu Ku Datang"**) adalah sebuah mahakarya yang lahir dari pengalaman pertobatan yang mendalam dan kerinduan akan kebebasan rohani.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819–1904)
William True Sleeper adalah seorang pendeta Kongregasional di Amerika Serikat. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada pelayanan misi dan penginjilan. Lirik lagu ini ditulisnya sekitar tahun **1887**.

Sleeper menulis lagu ini bukan sebagai karya sastra belaka, melainkan sebagai ungkapan hati seseorang yang merasa "terbelenggu" oleh dosa, kesedihan, dan keraguan, lalu menemukan titik balik saat berserah sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Ia ingin menggambarkan perjalanan transisi dari kegelapan menuju terang.

### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846–1945)
George Coles Stebbins adalah salah satu komposer himne paling berpengaruh di Amerika pada akhir abad ke-19. Ia bekerja sama dengan penginjil terkenal D.L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey dalam banyak kampanye penginjilan.

Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang emosional namun tetap khusyuk. Ketika ia menerima lirik dari William T. Sleeper, ia merasa tergerak oleh pesan pertobatan yang kuat di dalamnya. Stebbins kemudian menciptakan irama yang lembut namun penuh penekanan, yang mampu membawa jemaat masuk ke dalam suasana doa yang intim.

### 3. Makna dan Pesan Lagu
Lirik asli dalam bahasa Inggris (*Out of my bondage, sorrow, and night*) sangat sarat dengan teologi kasih karunia. Bait demi bait lagu ini menceritakan perjalanan spiritual seseorang:

* **Bait Pertama:** Menggambarkan kondisi manusia yang "terbelenggu" (bondage), penuh "kesedihan" (sorrow), dan dalam "malam" (kegelapan). Ini adalah pengakuan akan ketidakberdayaan manusia tanpa Tuhan.
* **Bait Selanjutnya:** Fokus pada respons kasih Yesus. Frasa *"Jesus, I come"* (Yesus, aku datang) menjadi inti dari lagu ini. Ini adalah pernyataan bahwa kunci kebebasan bukanlah usaha manusia, melainkan datang kepada Kristus apa adanya.
* **Refrein:** Menekankan pada perubahan status dari yang tadinya terhilang menjadi milik-Nya, dari kegelapan menjadi terang, dan dari ketakutan menjadi sukacita.

### 4. Konteks Sejarah Penggunaannya
Lagu ini menjadi sangat populer di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 karena sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani (*revival meetings*) yang dipimpin oleh D.L. Moody.

Di masa itu, banyak orang yang merasa lelah dengan kehidupan duniawi dan mencari penghiburan. Lagu ini menjadi "lagu undangan" (invitation hymn)—lagu yang dinyanyikan di akhir khotbah untuk mengundang jemaat maju ke depan sebagai tanda menyerahkan hidup kepada Tuhan. Kesederhanaan melodi Stebbins dan kedalaman lirik Sleeper membuat lagu ini sangat efektif menyentuh hati pendengar.

### Kesimpulan
Lagu ini abadi karena ia berbicara tentang **kebutuhan universal manusia**: rasa ingin bebas dari beban hidup dan rasa ingin "pulang" atau kembali ke pangkuan Tuhan. Hingga saat ini, lagu ini masih sering dinyanyikan di gereja-gereja tradisional sebagai lagu penyerahan diri yang khidmat.

**Dalam versi bahasa Indonesia ("Pada-Mu Ku Datang"):**
*Pada-Mu ku datang, oh Tuhan yang kudus,*
*Lepas dari duka, hatiku pun lurus.*
*Pada-Mu ku datang, terima diriku,*
*S’karang dan selamanya, jadilah milik-Mu.*

Lirik ini merangkum esensi dari apa yang ditulis oleh Sleeper dan disempurnakan oleh Stebbins: **sebuah ajakan bagi siapa pun yang merasa lelah, untuk menemukan istirahat di dalam kasih Kristus.**