Informasi Lagu
195
Nomor
Kode
NP 195
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
100
Jumlah Bait
4 bait
Style
CountryWaltz
Pencipta Lagu
B. B. McKinney
Pencipta Syair
B. B. McKinney
Cross Ref.
NKB 204
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Di dunia yang penuh cemar, Antara sesamamu, Hiduplah saleh dan benar; Nyatakan Yesus dalammu. Reff Nyatakan Yesus dalammu; Nyatakan Yesus dalammu; Sampaikan Firman dengan hati teguh; Nyatakan Yesus dalammu.
Hidupmu kitab terbuka, Dibaca sesamamu; Apakah tiap pembacanya Melihat Yesus dalammu? Reff
Di surga kau kelak senang Berjumpa sahabatmu, Berkat hidupmu dalam trang; Nyatakan Yesus dalammu. Reff
Hiduplah kini bagiNya, Berjiwa tetap teguh; Bimbinglah orang tercela Melihat Yesus dalammu. Reff
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 195 1
Slide 2 — NP 195 2
Slide 3 — NP 195 3
Slide 4 — NP 195 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 195
Sejarah Lagu
Lagu **"Di Dunia yang Penuh Cemar"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Let Others See Jesus in You"***) adalah salah satu lagu himne Kristen yang sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh **Baylus Benjamin (B. B.) McKinney** pada tahun 1924.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok B. B. McKinney
B. B. McKinney (1886–1952) adalah seorang musisi, komposer, dan pemimpin pujian (song leader) asal Amerika Serikat yang sangat produktif. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gerejawi Baptis di abad ke-20. Ia tidak hanya menulis lagu, tetapi juga mengedit banyak buku nyanyian gereja yang digunakan secara luas di Amerika.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (1924)
Lagu ini lahir dari kerinduan McKinney akan kehidupan Kristen yang praktis. Pada tahun 1924, McKinney sedang merenungkan tanggung jawab seorang pengikut Kristus di tengah dunia yang semakin rusak dan penuh dengan "cemar" atau pengaruh buruk.

Ia menyadari bahwa khotbah yang paling efektif bukanlah yang diucapkan dari mimbar, melainkan yang ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari. Baginya, **"Injil yang hidup"** (the living Gospel) adalah ketika orang lain bisa melihat karakter Kristus terpancar melalui tindakan, kata-kata, dan sikap seorang Kristen.

### 3. Makna di Balik Liriknya
Lirik lagu ini merupakan sebuah doa permohonan agar hidup seseorang menjadi cermin bagi Yesus. Berikut adalah inti pesan yang ingin disampaikan McKinney:

* **Dunia yang "Cemar":** McKinney mengakui bahwa dunia penuh dengan tantangan, godaan, dan kegelapan (moral yang merosot). Namun, alih-alih menarik diri dari dunia, ia percaya bahwa orang Kristen justru dipanggil untuk menjadi "terang".
* **"Let Others See Jesus in You":** Ini adalah inti dari iman Kristen yang otentik. McKinney menekankan bahwa orang mungkin tidak membaca Alkitab, tetapi mereka selalu memperhatikan kehidupan orang Kristen. Oleh karena itu, agar orang lain mengenal Kristus, mereka harus terlebih dahulu melihat "Kristus" di dalam diri kita.
* **Tujuan Akhir:** Lagu ini bukan tentang memamerkan kebaikan diri sendiri, melainkan tentang memancarkan kasih, kesabaran, dan kekudusan Tuhan agar orang lain terdorong untuk mencari-Nya.

### 4. Dampak Lagu Ini
Setelah diterbitkan pada tahun 1924, lagu ini dengan cepat menjadi favorit di berbagai kebaktian. Kesederhanaan liriknya yang langsung menyentuh hati—menantang pendengar untuk mengevaluasi diri mereka sendiri—membuat lagu ini abadi.

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sering dinyanyikan dalam berbagai ibadah. Lirik bahasa Indonesianya, *“Di dunia yang penuh cemar, di tengah kancah yang gempar, jadilah saksi bagi-Nya, agar orang melihat Yesus di dalammu,”* dengan sangat tepat menangkap esensi pesan asli McKinney.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"kesaksian hidup"**. B. B. McKinney ingin mengingatkan bahwa menjadi Kristen bukan sekadar label atau menjalankan rutinitas ibadah, melainkan sebuah tanggung jawab untuk menjadi cermin yang bersih bagi Kristus.

Lagu ini menjadi pengingat yang kuat bagi setiap orang percaya hingga hari ini: bahwa di dunia yang mungkin tidak mengenal Tuhan, kehidupan kita mungkin adalah satu-satunya "Alkitab" yang akan dibaca oleh orang-orang di sekitar kita.