Informasi Lagu
247
Nomor
Kode
NP 247
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Daniel B. Towner
Pencipta Syair
John H. Sammis
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ku beserta Tuhan dalam perjalanan, Sinar sabdaNya jadi suluh; Tuhanku di samping; Ku tetap dibimbing, Serta umat percaya, patuh. Percayalah, Patuh pada Allah; Agar hidup bahagia, Percaya, patuhlah
Hilang awan gelap dan bayangan lenyap; Dalam kasihNya ku berteduh; Hilang bimbang ragu, Hilang tangis sendu, Bila hidup percaya, patuh.
Takkan kupahami kasihNya yang murni Sebelum kuserahkan penuh Hidup, harta skalian atas mezbah Tuhan, Dengan hati percaya, patuh.
Ku beserta Tuhan dalam perjalanan, Persekutuan indah teguh; JalanNya kuikut, PrintahNya kuturut, Selamanya percaya, patuh.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 247
Sejarah Lagu
Lagu **"Trust and Obey"** (bahasa Indonesia: **"Percaya, Patuh"**) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia. Di balik liriknya yang sederhana namun mendalam, terdapat kisah tentang momen kesaksian spontan yang mengubah hidup banyak orang.

Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulis (John H. Sammis)
Lirik lagu ini ditulis oleh **John H. Sammis** pada tahun 1887. Sammis adalah seorang pengusaha yang kemudian menjadi pendeta. Kisah penciptaannya terjadi selama sebuah kamp pertemuan (evangelical camp meeting) di Massachusetts, Amerika Serikat.

D.L. Moody, penginjil terkenal pada masa itu, memimpin pertemuan tersebut, sementara **Daniel B. Towner** (seorang komposer musik gereja) bertanggung jawab atas bagian musik atau nyanyian.

### 2. Momen Inspirasi yang Spontan
Cerita yang paling umum diterima mengenai asal-usul lagu ini adalah sebagai berikut:

Suatu hari, setelah D.L. Moody berkhotbah, seorang pria muda berdiri untuk memberikan kesaksian (testimoni). Pria itu bukanlah seorang orator ulung; dia terlihat gugup dan tidak terbiasa berbicara di depan umum. Dia hanya mengatakan kalimat yang sangat sederhana namun penuh makna:

> *"Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan, tetapi saya sangat percaya kepada Tuhan, dan saya sangat ingin patuh kepada-Nya."*

Kalimat **"Trust and obey"** (Percaya dan Patuh) ini menarik perhatian Daniel B. Towner. Towner, yang duduk di dekatnya, segera mencatat kalimat tersebut di buku catatannya.

### 3. Proses Penulisan
Towner merasa bahwa kesaksian jujur dari pria muda tersebut merangkum esensi dari kehidupan Kristen yang sesungguhnya. Dia kemudian memberikan catatan tersebut kepada John H. Sammis, seorang rekan kerjanya yang juga hadir di pertemuan itu.

Sammis segera terinspirasi oleh ide tersebut dan menyusun bait-bait liriknya. Ia ingin menggambarkan bahwa hubungan antara seorang pengikut Kristus dan Tuhan tidaklah rumit: **Kepercayaan (Trust) harus selalu diikuti oleh Kepatuhan (Obey).**

Tak lama kemudian, Towner menciptakan melodi yang semangat, ceria, namun agung untuk menyertai lirik tersebut. Lagu ini pertama kali diterbitkan dalam buku himne *Hymns Old and New* pada tahun 1887.

### 4. Makna Filosofis di Balik Lirik
Lirik lagu ini menekankan bahwa tidak ada cara lain untuk merasakan kebahagiaan dalam perjalanan rohani selain dengan "percaya dan patuh".
* **"Trust" (Percaya):** Dasar dari hubungan dengan Tuhan. Tanpa kepercayaan, ketaatan hanyalah formalitas.
* **"Obey" (Patuh):** Bukti nyata dari kepercayaan tersebut.

Liriknya menekankan bahwa saat kita berjalan bersama Tuhan dalam terang firman-Nya, Dia akan menyertai kita. Jika kita tidak bisa "menanggung salib" atau "beban" kita, maka cara satu-satunya adalah dengan tetap percaya dan patuh, maka beban itu akan diangkat oleh Tuhan.

### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer karena melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang sangat praktis. Sejak awal kemunculannya, "Trust and Obey" telah menjadi lagu wajib di ribuan gereja di seluruh dunia dalam berbagai bahasa.

Pesan lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena menyampaikan kebenaran universal: **Bahwa dalam ketidakpastian hidup, jawaban bagi orang beriman bukanlah melalui perdebatan intelektual yang rumit, melainkan dengan melangkah dalam kepercayaan dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.**

---
**Potongan Lirik (Terjemahan Bahasa Indonesia):**
*"Percaya, patuh, s’bab tiada cara lain,*
*Tuk bahagia dalam Tuhan, s’lain percaya, patuh."*

Kisah ini mengingatkan kita bahwa seringkali inspirasi besar tidak datang dari pemikiran yang sangat berat, melainkan dari pengakuan iman yang sederhana dan jujur dari hati seseorang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.