Informasi Lagu
267
Nomor
Kode
NP 267
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Benton D. Ackley
Pencipta Syair
Alfred H. Ackley
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Bahagia melayani Rajaku, O betapa bahagia! Ada damai dan sentosa bagiku Melayani Rajaku. Melayani Rajaku, Kuserahkan hidupku; Sukacita, damai, berkat Melayani Rajaku.
Bahagia melayani Rajaku, O betapa bahagia! Dalam glap dan trang tetap nyanyianku, Melayani Rajaku.
Bahagia melayani Rajaku, O Betapa bahagia! TanganNya selalu kupegang teguh, Melayani Rajaku.
Bahagia melayani Rajaku, O betapa bahagia! Kubaktikan harta, jiwa ragaku Melayani Rajaku.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 267
Sejarah Lagu
Lagu **"Melayani Rajaku"** atau dalam judul aslinya **"In the Service of the King"** adalah salah satu lagu himne Kristen yang sangat populer. Di balik nada yang penuh semangat dan lirik yang menggugah, terdapat kisah menarik tentang bagaimana lagu ini lahir dari sebuah perdebatan teologis dan rasa frustrasi seorang pendeta.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Sosok Alfred H. Ackley
Alfred Henry Ackley (1887–1960) adalah seorang pendeta, pengajar, dan musisi asal Amerika Serikat. Ia dikenal sangat mencintai musik dan menghabiskan sebagian besar hidupnya melayani di gereja. Kakaknya, Benton D. Ackley, juga seorang musisi yang sering bekerja sama dengannya dalam menulis lagu.

### 2. Latar Belakang: Perdebatan dengan Mahasiswa
Kisah lagu ini bermula di sebuah kampus tempat Alfred H. Ackley mengajar. Pada suatu hari, seorang mahasiswa muda menghampirinya dengan nada sinis dan kritis. Mahasiswa tersebut mempertanyakan relevansi pelayanan kepada Kristus di zaman modern.

Mahasiswa itu berkata kepada Ackley, *"Mengapa saya harus peduli dengan Kristus atau melayani-Nya? Bukankah Kristus sudah mati dan sejarah-Nya sudah selesai? Apakah melayani Dia benar-benar ada gunanya di dunia yang sudah maju seperti sekarang?"*

Mahasiswa tersebut tampaknya terpengaruh oleh paham sekularisme atau ateisme yang mulai berkembang kuat pada masa itu, yang menganggap bahwa agama adalah sisa-sisa masa lalu yang tidak lagi relevan bagi manusia modern.

### 3. Inspirasi di Balik Lirik
Alfred Ackley merasa tertantang dan tersentuh oleh pertanyaan tersebut. Ia tidak menjawab dengan argumen filosofis yang rumit, melainkan dengan keyakinan pribadinya. Ia sadar bahwa Kristus bukanlah sekadar tokoh sejarah yang sudah mati, melainkan Tuhan yang hidup dan bertahta.

Dalam percakapan dengan kakaknya, Benton D. Ackley, mereka mendiskusikan rasa frustrasi tersebut. Alfred ingin menegaskan bahwa ia melayani Raja yang **masih hidup**, bukan yang mati.

Terinspirasi dari keyakinan bahwa Yesus telah bangkit dan Ia sedang memimpin umat-Nya saat ini, Alfred mulai menulis liriknya. Ia ingin menyampaikan pesan: *"Saya melayani Kristus yang hidup, dan saya tahu Dia hidup karena Dia ada di dalam hati saya."*

### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini mencerminkan jawaban langsung atas keraguan mahasiswa tadi:
* **"Kutahu Dia hidup..."**: Ini adalah inti dari iman Kristen (kebangkitan).
* **"Melayani Rajaku"**: Menegaskan bahwa hidup ini memiliki tujuan yang mulia, yakni menjadi pelayan bagi Raja di atas segala raja.

Alfred menulis liriknya, sementara Benton (yang lebih banyak berkecimpung di penulisan melodi) membantu memoles komposisinya. Lagu ini selesai ditulis pada tahun **1933**.

### 5. Warisan Lagu
Lagu ini kemudian meledak popularitasnya dan menjadi salah satu himne wajib dalam berbagai kebaktian di seluruh dunia. Lagu ini sering disebut sebagai *"He Lives"* atau *"I Serve a Risen Savior"* (karena baris pertama dalam bahasa Inggris: *"I serve a risen Savior, He's in the world today"*).

**Pesan moral dari kisah ini:**
Lagu "Melayani Rajaku" adalah pengingat bahwa iman Kristen bukanlah tentang menyembah sebuah ideologi masa lalu atau tokoh sejarah yang sudah tiada. Sebaliknya, ini adalah tentang hubungan personal dengan Yesus yang hidup, yang dampaknya dirasakan dalam kehidupan sehari-hari pengikut-Nya.

Ketika seseorang bertanya mengapa Anda melayani Tuhan di tengah dunia yang penuh keraguan, kisah lagu ini mengajarkan kita untuk menjawabnya bukan dengan debat, melainkan dengan kesaksian hidup: **"Karena Dia hidup, saya tahu Dia nyata."**