NP
Mari, Hai Wanita
The Woman's Hymn
Informasi Lagu
346
Nomor
Kode
NP 346
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Felice de Giardini
Pencipta Syair
E. S. Heck
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Mari, hai wanita, Britakan kasihNya
Yang mulia: Kristus Anak Allah,
Kristus tetap jaya, Kristus Trang dunia
Kita puja.
Mari, para ibu Dan putra putrimu,
Puji Dia; Dan bagi yang penat,
Yang berbeban berat, Bagi orang sesat
Minta doa.
Marilah tabah trus, Nyanyikan hal Kristus
Yang kan datang; Bila kau bertemu,
Tuhan dan Rajamu Kan membri padamu
Damai senang.
Jikalau waktunya Akhir zaman tiba
Di dunia, Kristus harapanmu,
Juru Selamatmu, Pembri pahalamu
Yang mulia.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Mari, Hai Wanita"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul **"The Woman's Hymn"**) adalah sebuah narasi yang menarik karena melibatkan pertemuan antara melodi klasik yang elegan dengan lirik yang lahir dari semangat pergerakan sosial wanita di awal abad ke-20.
Berikut adalah detail kisah di balik karya tersebut:
### 1. Sang Komposer Musik: Felice de Giardini (1716–1796)
Melodi yang digunakan dalam lagu ini tidak diciptakan secara khusus untuk lagu pujian wanita, melainkan berasal dari komposisi klasik jauh sebelumnya.
* **Felice de Giardini** adalah seorang komposer dan pemain biola virtuoso asal Italia yang sangat terkenal di Eropa pada abad ke-18. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di London.
* Melodi yang kita kenal sekarang sebagai "The Woman's Hymn" berasal dari lagu gereja berjudul **"Italian Hymn"** (dikenal juga dengan nama *Moscow*).
* Melodi ini awalnya ditulis untuk lirik *"Come, Thou Almighty King"*. Melodi ciptaan Giardini dikenal karena sifatnya yang megah, berwibawa, dan memiliki struktur yang kuat, sehingga sangat cocok untuk dinyanyikan secara berkelompok dalam kapasitas organisasi besar.
### 2. Sang Penulis Lirik: E. S. Heck
Lirik "The Woman's Hymn" ditulis oleh **E. S. Heck**. Konteks penulisan lagu ini berakar pada awal abad ke-20, sebuah masa di mana gerakan hak pilih wanita (*suffrage movement*) dan organisasi-organisasi sosial berbasis wanita sedang gencar-gencarnya memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan peran sosial yang lebih luas.
Lirik ini diciptakan untuk memberikan semangat kepada para wanita yang tergabung dalam organisasi-organisasi sosial atau keagamaan agar mereka bersatu, bekerja dengan integritas, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui kasih dan pelayanan.
### 3. Makna di Balik Lirik
Jika Anda memperhatikan liriknya, lagu ini bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah **"himne perjuangan"** yang bernada religius sekaligus pemberdayaan:
* **Panggilan Bersatu:** Lagu ini mengajak kaum wanita untuk bangkit dan bersatu. Ini adalah respons terhadap masa di mana suara wanita seringkali terpinggirkan.
* **Pengabdian:** Lagu ini menekankan bahwa kekuatan wanita bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk melayani sesama, mencerdaskan bangsa, dan menjaga keutuhan moral di masyarakat.
* **Harapan:** Dengan menggunakan melodi *Italian Hymn* yang megah, lagu ini memberikan kesan bahwa misi yang diemban oleh para wanita adalah misi yang mulia dan memiliki martabat tinggi di mata Tuhan.
### 4. Penggunaan dalam Konteks Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di lingkungan organisasi wanita Kristen, khususnya dalam gerakan-gerakan organisasi wanita gerejawi (seperti PW/Persekutuan Wanita). Lagu ini sering dinyanyikan pada acara-acara besar seperti:
* Hari perayaan organisasi wanita.
* Kebaktian khusus wanita.
* Konferensi kaum wanita.
Lagu ini menjadi semacam "lagu wajib" yang membangkitkan rasa persaudaraan (*sisterhood*) di antara para anggota.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah contoh bagaimana sebuah melodi klasik dari era Barok (Giardini) dapat "diadopsi" dan diberi nyawa baru oleh semangat zaman yang berbeda (E.S. Heck). Jika musik Giardini memberikan kerangka yang agung, maka lirik Heck memberikan isi yang transformatif, menjadikan "Mari, Hai Wanita" sebagai hymne yang bukan hanya sekadar melodi, melainkan sebuah pernyataan komitmen kaum wanita untuk melayani dunia.
**Cuplikan makna lirik (versi Indonesia):**
*"Mari, hai wanita, bangkitlah segera, kerjakan tugasmu dengan gembira..."*
Lirik ini dengan lugas menggambarkan bahwa tugas wanita adalah sebuah panggilan yang harus dijalankan dengan sukacita, keteguhan hati, dan rasa syukur.
Berikut adalah detail kisah di balik karya tersebut:
### 1. Sang Komposer Musik: Felice de Giardini (1716–1796)
Melodi yang digunakan dalam lagu ini tidak diciptakan secara khusus untuk lagu pujian wanita, melainkan berasal dari komposisi klasik jauh sebelumnya.
* **Felice de Giardini** adalah seorang komposer dan pemain biola virtuoso asal Italia yang sangat terkenal di Eropa pada abad ke-18. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya di London.
* Melodi yang kita kenal sekarang sebagai "The Woman's Hymn" berasal dari lagu gereja berjudul **"Italian Hymn"** (dikenal juga dengan nama *Moscow*).
* Melodi ini awalnya ditulis untuk lirik *"Come, Thou Almighty King"*. Melodi ciptaan Giardini dikenal karena sifatnya yang megah, berwibawa, dan memiliki struktur yang kuat, sehingga sangat cocok untuk dinyanyikan secara berkelompok dalam kapasitas organisasi besar.
### 2. Sang Penulis Lirik: E. S. Heck
Lirik "The Woman's Hymn" ditulis oleh **E. S. Heck**. Konteks penulisan lagu ini berakar pada awal abad ke-20, sebuah masa di mana gerakan hak pilih wanita (*suffrage movement*) dan organisasi-organisasi sosial berbasis wanita sedang gencar-gencarnya memperjuangkan kesetaraan, pendidikan, dan peran sosial yang lebih luas.
Lirik ini diciptakan untuk memberikan semangat kepada para wanita yang tergabung dalam organisasi-organisasi sosial atau keagamaan agar mereka bersatu, bekerja dengan integritas, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui kasih dan pelayanan.
### 3. Makna di Balik Lirik
Jika Anda memperhatikan liriknya, lagu ini bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah **"himne perjuangan"** yang bernada religius sekaligus pemberdayaan:
* **Panggilan Bersatu:** Lagu ini mengajak kaum wanita untuk bangkit dan bersatu. Ini adalah respons terhadap masa di mana suara wanita seringkali terpinggirkan.
* **Pengabdian:** Lagu ini menekankan bahwa kekuatan wanita bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk melayani sesama, mencerdaskan bangsa, dan menjaga keutuhan moral di masyarakat.
* **Harapan:** Dengan menggunakan melodi *Italian Hymn* yang megah, lagu ini memberikan kesan bahwa misi yang diemban oleh para wanita adalah misi yang mulia dan memiliki martabat tinggi di mata Tuhan.
### 4. Penggunaan dalam Konteks Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di lingkungan organisasi wanita Kristen, khususnya dalam gerakan-gerakan organisasi wanita gerejawi (seperti PW/Persekutuan Wanita). Lagu ini sering dinyanyikan pada acara-acara besar seperti:
* Hari perayaan organisasi wanita.
* Kebaktian khusus wanita.
* Konferensi kaum wanita.
Lagu ini menjadi semacam "lagu wajib" yang membangkitkan rasa persaudaraan (*sisterhood*) di antara para anggota.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah contoh bagaimana sebuah melodi klasik dari era Barok (Giardini) dapat "diadopsi" dan diberi nyawa baru oleh semangat zaman yang berbeda (E.S. Heck). Jika musik Giardini memberikan kerangka yang agung, maka lirik Heck memberikan isi yang transformatif, menjadikan "Mari, Hai Wanita" sebagai hymne yang bukan hanya sekadar melodi, melainkan sebuah pernyataan komitmen kaum wanita untuk melayani dunia.
**Cuplikan makna lirik (versi Indonesia):**
*"Mari, hai wanita, bangkitlah segera, kerjakan tugasmu dengan gembira..."*
Lirik ini dengan lugas menggambarkan bahwa tugas wanita adalah sebuah panggilan yang harus dijalankan dengan sukacita, keteguhan hati, dan rasa syukur.