Informasi Lagu
362
Nomor
Kode
NP 362
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
B. B. McKinney
Pencipta Syair
John Newton
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Rahmat Tuhan Yesus Kristus, Kasih Bapa di surga, Dan Karunia Rohulkudus Kiranya tetap serta. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 362
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"May the Grace of Christ Our Saviour"** (dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan judul **"Doa Nikmat"** atau **"Kasih Karunia Tuhan"**) melibatkan dua tokoh besar dalam sejarah musik gerejawi: **John Newton** (penulis lirik) dan **B. B. McKinney** (penulis melodi/aransemen yang paling populer).

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di baliknya:

### 1. Lirik: Karya John Newton (Penulis "Amazing Grace")
Lirik lagu ini ditulis oleh **John Newton** (1725–1807). Newton adalah seorang mantan pedagang budak yang mengalami pertobatan dramatis dan kemudian menjadi pendeta Anglikan yang sangat berpengaruh.

Lirik ini pertama kali muncul dalam koleksi berjudul *Olney Hymns* (1779), sebuah buku nyanyian yang ia susun bersama temannya, penyair William Cowper.

**Makna di balik liriknya:**
Lirik ini didasarkan pada ayat **2 Korintus 13:14**, yang merupakan berkat penutup yang sangat umum dalam ibadah Kristen:
> *"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian."*

Newton menulis lirik ini sebagai sebuah **doa penutup** (doxology) yang sederhana namun sangat dalam. Ia ingin agar jemaat yang meninggalkan gereja tidak hanya membawa pulang pengajaran, tetapi juga merasakan kehadiran Allah Tritunggal (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) dalam hidup mereka sehari-hari. Baginya, "kasih karunia" bukan sekadar doktrin, melainkan realitas yang menjaga manusia dari pagi hingga malam.

### 2. Musik: Peran B. B. McKinney
Meskipun liriknya berasal dari abad ke-18, melodi yang paling dikenal luas dan digunakan di banyak gereja hari ini dikaitkan dengan **Baylus Benjamin McKinney** (1886–1952).

McKinney adalah seorang tokoh musik gerejawi asal Amerika Serikat yang sangat produktif. Ia adalah pemimpin departemen musik di *Sunday School Board* dari Konvensi Baptis Selatan. Ia dikenal karena kemampuannya mengaransemen lagu-lagu lama agar lebih relevan dan mudah dinyanyikan oleh jemaat awam.

McKinney mengambil lirik klasik Newton dan memberikan sentuhan melodi yang hangat, tenang, dan kontemplatif. Melodi ini dibuat agar mudah diingat (singable) sehingga berfungsi sempurna sebagai lagu penutup ibadah yang menenangkan jiwa sebelum jemaat kembali ke dunia luar.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Istimewa?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:

* **Esensi Teologi yang Padat:** Dalam empat baris liriknya, lagu ini merangkum seluruh kerangka iman Kristen tentang Allah Tritunggal:
* *Kasih karunia Kristus* (keselamatan).
* *Kasih Allah* (sumber segala sesuatu).
* *Persekutuan Roh Kudus* (pendampingan sehari-hari).
* **Fungsi Liturgis:** Lagu ini bukan lagu pujian yang megah atau penuh semangat, melainkan doa yang "lembut". Ini menjadikannya lagu yang sangat tepat untuk mengakhiri ibadah, memberikan rasa damai (peace) setelah pergumulan hidup yang dibawa jemaat ke dalam gereja.
* **Kerendahan Hati Newton:** Seperti halnya "Amazing Grace", Newton menulis lirik ini dengan kesadaran bahwa manusia tidak layak menerima kasih karunia tersebut, namun Allah memberikannya secara cuma-cuma.

### Kesimpulan
Saat Anda menyanyikan lagu ini, Anda sedang menyanyikan doa yang ditulis oleh seorang pria yang pernah "hilang namun ditemukan" (John Newton), yang kemudian dibalut dengan komposisi musik yang dirancang untuk membawa jemaat pulang dengan damai (B. B. McKinney).

Ini adalah pengingat bahwa ibadah tidak berakhir saat pintu gereja ditutup, melainkan berlanjut saat kita melangkah ke dunia luar dengan membawa "kasih karunia, kasih Allah, dan persekutuan Roh" tersebut.