NR
hai, Bangkit Bagi Yesus
Stand Up, Stand Up for Jesus
Informasi Lagu
190
Nomor
Kode
NR 190
Buku
Nyanyian Rohani
Metronom
0
Cross Ref.
KK 379, KJ 340, KC 266
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Hai, bangkit bagi Yesus, pahlawan palang-Nya,
kibarkan panji Raja di atas dunia.
Perang rohani ini dipimpin Tuhanmu,
yang akan mengalahkan segala seteru.
Hai, bangkit bagi Yesus dan ikut tentara
ke medan perjuangan, dengar nafiri-Nya.
Meskipun tak terbilang pasukan seteru,
percaya bahwa Yesus menjadi kuatmu.
Hai, bangkit bagi Yesus dan harap kuat-Nya
tenagamu sendiri tentu lekas lemah.
Perlu di perjuangan senjatamu lengkap:
berdoa dan berjaga dan tahanlah tetap.
Hai, bangkit bagi Yesus; tak lama lagi prang;
perjuangan bergenti dan kamu pun menang.
Yang bertekun setia dianugrahi-Nya
mahkota kehidupan di negeri baka
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah yang mendalam dan mengharukan di balik lagu rohani klasik yang kuat, "Stand Up, Stand Up for Jesus" (Hai Bangkit Bagi Yesus). Kisah ini adalah perpaduan antara tragedi, inspirasi, dan kebangunan rohani.
Lirik lagu ini ditulis oleh **George Duffield Jr.**, seorang pendeta Presbiterian, pada tahun 1858, dan kemudian dipadukan dengan melodi berjudul "WEBB" yang digubah oleh **George James Webb** pada tahun 1837.
***
### Latar Belakang: Kebangunan Rohani 1857-1859 dan Sosok Dudley Tyng
Kisah ini berawal di tengah-tengah "Kebangunan Rohani Tanpa Nama" atau "Kebangunan Rohani Doa Besar" yang melanda Amerika Serikat dari tahun 1857 hingga 1859. Ini adalah periode kebangunan rohani yang luar biasa, ditandai dengan pertemuan doa besar-besaran, pertobatan massal, dan semangat evangelistik yang membara di berbagai kota.
Di Philadelphia, salah satu figur sentral dalam kebangunan rohani ini adalah **Dudley Atkins Tyng** (1825–1858). Tyng adalah seorang pendeta Episkopal yang muda, dinamis, dan bersemangat. Ia dikenal karena khotbah-khotbahnya yang berapi-api dan kemampuannya menarik ribuan orang ke pertemuan-pertemuan evangelisasinya.
Pada tanggal 29 Maret 1858, Tyng memimpin sebuah pertemuan kebangunan rohani besar di Jaynes Hall, sebuah aula berkapasitas 5.000 kursi di Philadelphia. Pertemuan itu sangat sukses, dan diyakini lebih dari seribu orang membuat keputusan untuk mengikuti Yesus pada hari itu. Ini adalah puncak pelayanannya, di mana Tyng berseru dengan lantang kepada jemaatnya: **"Stand up for Jesus!" (Bangkitlah bagi Yesus!)**
***
### Tragedi yang Tak Terduga
Beberapa minggu setelah khotbah yang monumental itu, tepatnya pada tanggal 13 April 1858, sebuah peristiwa tragis yang tak terduga menimpa Dudley Tyng. Ia sedang bermain-main dengan seekor keledai kecil di dekat mesin pemotong jagung di pertaniannya. Lengan baju Tyng tersangkut pada roda gigi mesin, menyebabkan lengannya hancur parah. Meskipun dokter segera melakukan amputasi, lukanya terlalu parah dan infeksi dengan cepat menyebar.
Tyng tahu bahwa ajalnya sudah dekat. Di ranjang kematiannya, ia memanggil seorang teman dan mengatakan pesan terakhirnya:
**"Stand up for Jesus! Tell them, 'Let no one be a coward!' Now, let us sing a hymn."**
(Bangkitlah bagi Yesus! Katakan pada mereka, 'Jangan biarkan seorang pun menjadi pengecut!' Sekarang, mari kita menyanyikan sebuah himne.)
Lima hari kemudian, pada tanggal 18 April 1858, Dudley Atkins Tyng meninggal dunia pada usia 33 tahun, meninggalkan seorang istri dan enam anak.
***
### Inspirasi untuk Lirik: George Duffield Jr.
Kabar duka dan pesan terakhir Tyng segera menyebar luas, menghantam hati komunitas Kristen di Philadelphia. **George Duffield Jr.** adalah seorang pendeta Presbiterian yang merupakan sahabat dekat Dudley Tyng. Ia sangat terpukul dengan kematian temannya itu.
Pada tanggal 25 April 1858, seminggu setelah kematian Tyng, George Duffield Jr. diminta untuk menyampaikan khotbah peringatan di gerejanya, First Presbyterian Church di Philadelphia, untuk mengenang sahabatnya. Duffield merasa sangat terinspirasi oleh kata-kata terakhir Tyng yang penuh semangat dan keberanian: "Stand up for Jesus!"
Untuk memperkuat pesannya dan untuk menghormati warisan Tyng, Duffield menulis sebuah puisi atau himne yang ia bacakan di akhir khotbahnya. Setiap baitnya diakhiri dengan seruan "Stand Up, Stand Up for Jesus!"
Awalnya, Duffield tidak bermaksud agar puisinya menjadi lagu rohani. Ia hanya ingin merangkum semangat dan pesan Tyng. Namun, khotbah dan puisi itu begitu menyentuh jemaatnya sehingga mereka meminta salinan liriknya. Duffield dengan senang hati mendistribusikannya.
***
### Terlahirnya Lagu: George James Webb
Beberapa waktu kemudian, lirik-lirik yang kuat ini sampai ke tangan **George James Webb**, seorang komposer dan organis gereja yang dihormati di Boston. Webb adalah seorang tokoh penting dalam musik gereja Amerika, dikenal karena karya-karyanya yang indah.
Pada tahun 1837, Webb telah menggubah sebuah melodi berjudul **"WEBB"** (yang juga dikenal sebagai "Morning Side" atau "Tilly"). Melodi ini awalnya ditulis untuk lagu anak-anak. Namun, ketika ia membaca lirik-lirik Duffield yang penuh semangat, Webb segera menyadari bahwa melodi "WEBB" sangat cocok untuk dipadukan dengan lirik "Stand Up, Stand Up for Jesus." Kombinasi lirik yang inspiratif dan melodi yang kuat menciptakan sebuah lagu rohani yang tak terlupakan.
***
### Warisan dan Pesan Abadi
Sejak saat itu, lagu "Stand Up, Stand Up for Jesus" dengan cepat menyebar ke seluruh gereja di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia. Lagu ini menjadi seruan kebangkitan dan keberanian bagi umat Kristen, mengingatkan mereka untuk:
* **Berdiri teguh dalam iman:** Melawan godaan, tantangan, dan kompromi.
* **Menyatakan Kristus:** Berani bersaksi tentang Yesus di tengah dunia yang seringkali tidak bersahabat.
* **Berperang secara rohani:** Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk menghadapi kekuatan kegelapan.
* **Mengingat pengorbanan:** Menghargai mereka yang telah hidup dan mati dengan setia bagi Kristus.
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat yang kuat bahwa dari sebuah tragedi dan kesedihan yang mendalam, bisa lahir sebuah pesan harapan dan kekuatan yang abadi. Kata-kata terakhir seorang hamba Tuhan yang setia, Dudley Tyng, menjadi inspirasi bagi George Duffield Jr. untuk menulis lirik, yang kemudian oleh George James Webb diberi melodi, menciptakan himne yang hingga kini terus menginspirasi jutaan orang untuk "Bangkit bagi Yesus!"
Lirik lagu ini ditulis oleh **George Duffield Jr.**, seorang pendeta Presbiterian, pada tahun 1858, dan kemudian dipadukan dengan melodi berjudul "WEBB" yang digubah oleh **George James Webb** pada tahun 1837.
***
### Latar Belakang: Kebangunan Rohani 1857-1859 dan Sosok Dudley Tyng
Kisah ini berawal di tengah-tengah "Kebangunan Rohani Tanpa Nama" atau "Kebangunan Rohani Doa Besar" yang melanda Amerika Serikat dari tahun 1857 hingga 1859. Ini adalah periode kebangunan rohani yang luar biasa, ditandai dengan pertemuan doa besar-besaran, pertobatan massal, dan semangat evangelistik yang membara di berbagai kota.
Di Philadelphia, salah satu figur sentral dalam kebangunan rohani ini adalah **Dudley Atkins Tyng** (1825–1858). Tyng adalah seorang pendeta Episkopal yang muda, dinamis, dan bersemangat. Ia dikenal karena khotbah-khotbahnya yang berapi-api dan kemampuannya menarik ribuan orang ke pertemuan-pertemuan evangelisasinya.
Pada tanggal 29 Maret 1858, Tyng memimpin sebuah pertemuan kebangunan rohani besar di Jaynes Hall, sebuah aula berkapasitas 5.000 kursi di Philadelphia. Pertemuan itu sangat sukses, dan diyakini lebih dari seribu orang membuat keputusan untuk mengikuti Yesus pada hari itu. Ini adalah puncak pelayanannya, di mana Tyng berseru dengan lantang kepada jemaatnya: **"Stand up for Jesus!" (Bangkitlah bagi Yesus!)**
***
### Tragedi yang Tak Terduga
Beberapa minggu setelah khotbah yang monumental itu, tepatnya pada tanggal 13 April 1858, sebuah peristiwa tragis yang tak terduga menimpa Dudley Tyng. Ia sedang bermain-main dengan seekor keledai kecil di dekat mesin pemotong jagung di pertaniannya. Lengan baju Tyng tersangkut pada roda gigi mesin, menyebabkan lengannya hancur parah. Meskipun dokter segera melakukan amputasi, lukanya terlalu parah dan infeksi dengan cepat menyebar.
Tyng tahu bahwa ajalnya sudah dekat. Di ranjang kematiannya, ia memanggil seorang teman dan mengatakan pesan terakhirnya:
**"Stand up for Jesus! Tell them, 'Let no one be a coward!' Now, let us sing a hymn."**
(Bangkitlah bagi Yesus! Katakan pada mereka, 'Jangan biarkan seorang pun menjadi pengecut!' Sekarang, mari kita menyanyikan sebuah himne.)
Lima hari kemudian, pada tanggal 18 April 1858, Dudley Atkins Tyng meninggal dunia pada usia 33 tahun, meninggalkan seorang istri dan enam anak.
***
### Inspirasi untuk Lirik: George Duffield Jr.
Kabar duka dan pesan terakhir Tyng segera menyebar luas, menghantam hati komunitas Kristen di Philadelphia. **George Duffield Jr.** adalah seorang pendeta Presbiterian yang merupakan sahabat dekat Dudley Tyng. Ia sangat terpukul dengan kematian temannya itu.
Pada tanggal 25 April 1858, seminggu setelah kematian Tyng, George Duffield Jr. diminta untuk menyampaikan khotbah peringatan di gerejanya, First Presbyterian Church di Philadelphia, untuk mengenang sahabatnya. Duffield merasa sangat terinspirasi oleh kata-kata terakhir Tyng yang penuh semangat dan keberanian: "Stand up for Jesus!"
Untuk memperkuat pesannya dan untuk menghormati warisan Tyng, Duffield menulis sebuah puisi atau himne yang ia bacakan di akhir khotbahnya. Setiap baitnya diakhiri dengan seruan "Stand Up, Stand Up for Jesus!"
Awalnya, Duffield tidak bermaksud agar puisinya menjadi lagu rohani. Ia hanya ingin merangkum semangat dan pesan Tyng. Namun, khotbah dan puisi itu begitu menyentuh jemaatnya sehingga mereka meminta salinan liriknya. Duffield dengan senang hati mendistribusikannya.
***
### Terlahirnya Lagu: George James Webb
Beberapa waktu kemudian, lirik-lirik yang kuat ini sampai ke tangan **George James Webb**, seorang komposer dan organis gereja yang dihormati di Boston. Webb adalah seorang tokoh penting dalam musik gereja Amerika, dikenal karena karya-karyanya yang indah.
Pada tahun 1837, Webb telah menggubah sebuah melodi berjudul **"WEBB"** (yang juga dikenal sebagai "Morning Side" atau "Tilly"). Melodi ini awalnya ditulis untuk lagu anak-anak. Namun, ketika ia membaca lirik-lirik Duffield yang penuh semangat, Webb segera menyadari bahwa melodi "WEBB" sangat cocok untuk dipadukan dengan lirik "Stand Up, Stand Up for Jesus." Kombinasi lirik yang inspiratif dan melodi yang kuat menciptakan sebuah lagu rohani yang tak terlupakan.
***
### Warisan dan Pesan Abadi
Sejak saat itu, lagu "Stand Up, Stand Up for Jesus" dengan cepat menyebar ke seluruh gereja di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia. Lagu ini menjadi seruan kebangkitan dan keberanian bagi umat Kristen, mengingatkan mereka untuk:
* **Berdiri teguh dalam iman:** Melawan godaan, tantangan, dan kompromi.
* **Menyatakan Kristus:** Berani bersaksi tentang Yesus di tengah dunia yang seringkali tidak bersahabat.
* **Berperang secara rohani:** Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk menghadapi kekuatan kegelapan.
* **Mengingat pengorbanan:** Menghargai mereka yang telah hidup dan mati dengan setia bagi Kristus.
Kisah di balik lagu ini adalah pengingat yang kuat bahwa dari sebuah tragedi dan kesedihan yang mendalam, bisa lahir sebuah pesan harapan dan kekuatan yang abadi. Kata-kata terakhir seorang hamba Tuhan yang setia, Dudley Tyng, menjadi inspirasi bagi George Duffield Jr. untuk menulis lirik, yang kemudian oleh George James Webb diberi melodi, menciptakan himne yang hingga kini terus menginspirasi jutaan orang untuk "Bangkit bagi Yesus!"
Cross Reference
Sama Tema
Gereja Dan Kerajaan Allah
Sungguh Kerajaan Allah di Bumi Tak Kalah
NR
Di atas Satu Alas
NR
Teguhlah Tuhan, Kotaku
NR
Lindungkanlah, Luaskanlah, Ya Tuhan
NR
Sekali'kan Menang Karunia
NR
Perang yang Akhir Inilah
NR
Tetap Merindu Kita
NR
Keluar dari Kaum
NR
Hai, Waris Kerajaan
NR
T'rang Siang T'lah Dihanti Malam
NR
Dunia dalam Rawa Paya
NR
Walaupun Hujan Turun
NR
Kar'na Pahlawan, yang Setiawan
NR
Ya Raja Damai, Tuhanku
NR
ya Hari Kudus, yang Dirindukan Amat
NR
Setialah Kepada Tuhanku
NR
Tuhan yang Hidup, Kami Engkau Punya
NR
Pasti Akan Digenapkan
NR
Satu Pintu Masuklah: Tuhan Yesus
NR
Bergandengan Tanganlah
NR
Yang T'lah Berjaya di Rumah Raja
NR
Bangunlah, Bangunlah
NR
Laskar Kristen, Maju Masuklah Perang
NR
Laskar Kristen, Maju Masuklah Perang
NR
Serikat Persaudaraan
NR