PKJ
Tuhan, Kasihanilah
Gospodi pomilu/Kyrie eleison
Informasi Lagu
306
Nomor
Kode
PKJ 306
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
dari Gereja Ortodoks Rusia
Pencipta Syair
dari Gereja Ortodoks Rusia
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Kyrie eleison!
Tuhan, kasihanilah!
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Gospodi Pomiluy"** (bahasa Rusia: *??????? ???????*) atau **"Kyrie Eleison"** (bahasa Yunani: *????? ???????*) adalah salah satu seruan paling mendasar dan tertua dalam tradisi Kekristenan, khususnya dalam Liturgi Ortodoks.
Untuk memahami kisah di balik lagu/seruan ini, kita harus melihatnya dari tiga dimensi: **akar teologis (Yunani)**, **tradisi Rusia**, dan **pengaruh musikalnya**.
### 1. Akar Sejarah: "Kyrie Eleison"
Seruan ini bukan berasal dari Rusia, melainkan warisan langsung dari Gereja purba di Timur (Yunani).
* **Arti:** *Kyrie Eleison* berarti "Tuhan, kasihanilah."
* **Konteks:** Dalam bahasa Yunani klasik, frasa ini digunakan sebagai seruan rakyat kepada kaisar atau penguasa saat mereka memasuki kota. Rakyat berteriak *Kyrie Eleison* untuk memohon belas kasihan, keadilan, atau perlindungan.
* **Adaptasi Gereja:** Gereja mengadopsi seruan ini untuk diberikan kepada satu-satunya Penguasa sejati, yaitu Tuhan. Ini adalah pengakuan kerendahan hati manusia di hadapan kemuliaan Allah.
### 2. Transformasi ke Rusia (Gospodi Pomiluy)
Ketika Kekristenan masuk ke wilayah Rus (Rusia) pada tahun 988 melalui Pangeran Vladimir, bahasa yang digunakan dalam ibadah adalah Slavonik Gerejawi. *Kyrie Eleison* kemudian diterjemahkan menjadi **"Gospodi Pomiluy"**.
Dalam tradisi Ortodoks Rusia, seruan ini bukan sekadar kalimat, melainkan napas doa. Ia diulang-ulang dalam berbagai bentuk:
* **Liturgi:** Diucapkan berulang kali oleh paduan suara (koor) atau diaken sebagai respons atas permohonan doa (litani).
* **Doa Pribadi:** Sering diucapkan dalam doa *Hesychasm* (doa batin) sebagai bentuk penyembahan yang terus-menerus.
### 3. Kisah di Balik Komposisi Musiknya
Tidak ada "satu" lagu *Gospodi Pomiluy*. Ada ratusan gubahan karena setiap komposer besar Rusia (seperti Rachmaninoff, Tchaikovsky, Chesnokov, dan Bortniansky) menulis versi mereka sendiri. Namun, kisah di balik popularitasnya yang menyentuh jiwa terletak pada **filosofi musik liturgi Rusia**:
* **Tanpa Instrumen (A cappella):** Gereja Ortodoks Rusia melarang penggunaan instrumen musik (seperti organ). Mereka percaya bahwa instrumen adalah buatan tangan manusia, sementara hanya "instrumen" yang diciptakan Tuhan—yaitu suara manusia—yang layak memuji-Nya.
* **Deep Bass (Oktavist):** Dalam tradisi Rusia, *Gospodi Pomiluy* sering diiringi oleh suara *basso profondo* (penyanyi bass dengan jangkauan suara sangat rendah). Suara ini melambangkan fondasi bumi atau kedalaman jiwa manusia yang memohon belas kasihan dari dasar lubuk hati yang terdalam.
* **Kisah "Tragedi dan Harapan":** Selama masa penganiayaan agama di era Uni Soviet, banyak gereja dihancurkan. Namun, lagu ini tetap hidup di rumah-rumah secara sembunyi-sembunyi. Bagi orang Rusia, *Gospodi Pomiluy* bukan sekadar lagu, melainkan jeritan kolektif bangsa Rusia di masa-masa sulit (perang, kelaparan, dan penindasan).
### 4. Makna Spiritual yang Mendalam
Mengapa lagu ini diulang-ulang berkali-kali dalam ibadah?
Dalam tradisi Ortodoks, pengulangan *Gospodi Pomiluy* bertujuan untuk:
1. **Menurunkan pikiran ke dalam hati:** Menghilangkan kesombongan intelektual.
2. **Menyadari ketidakberdayaan:** Mengakui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa rahmat Tuhan.
3. **Keselarasan:** Menciptakan suasana meditatif di mana seluruh jemaat bersatu dalam satu permohonan yang sama.
### Kesimpulan
Jika Anda mendengar lagu *Gospodi Pomiluy* dalam rekaman paduan suara Ortodoks Rusia (seperti karya **Pavel Chesnokov** yang paling terkenal), ingatlah bahwa Anda sedang mendengarkan **tradisi yang berusia lebih dari 1.500 tahun**.
Lagu ini bukan tentang "menghibur" pendengar, melainkan tentang "memasukkan" pendengar ke dalam ruang keheningan di mana manusia berhadapan langsung dengan Tuhan. Ia adalah doa yang paling sederhana, namun dianggap sebagai doa yang paling kuat dan lengkap dalam tradisi Ortodoks.
Untuk memahami kisah di balik lagu/seruan ini, kita harus melihatnya dari tiga dimensi: **akar teologis (Yunani)**, **tradisi Rusia**, dan **pengaruh musikalnya**.
### 1. Akar Sejarah: "Kyrie Eleison"
Seruan ini bukan berasal dari Rusia, melainkan warisan langsung dari Gereja purba di Timur (Yunani).
* **Arti:** *Kyrie Eleison* berarti "Tuhan, kasihanilah."
* **Konteks:** Dalam bahasa Yunani klasik, frasa ini digunakan sebagai seruan rakyat kepada kaisar atau penguasa saat mereka memasuki kota. Rakyat berteriak *Kyrie Eleison* untuk memohon belas kasihan, keadilan, atau perlindungan.
* **Adaptasi Gereja:** Gereja mengadopsi seruan ini untuk diberikan kepada satu-satunya Penguasa sejati, yaitu Tuhan. Ini adalah pengakuan kerendahan hati manusia di hadapan kemuliaan Allah.
### 2. Transformasi ke Rusia (Gospodi Pomiluy)
Ketika Kekristenan masuk ke wilayah Rus (Rusia) pada tahun 988 melalui Pangeran Vladimir, bahasa yang digunakan dalam ibadah adalah Slavonik Gerejawi. *Kyrie Eleison* kemudian diterjemahkan menjadi **"Gospodi Pomiluy"**.
Dalam tradisi Ortodoks Rusia, seruan ini bukan sekadar kalimat, melainkan napas doa. Ia diulang-ulang dalam berbagai bentuk:
* **Liturgi:** Diucapkan berulang kali oleh paduan suara (koor) atau diaken sebagai respons atas permohonan doa (litani).
* **Doa Pribadi:** Sering diucapkan dalam doa *Hesychasm* (doa batin) sebagai bentuk penyembahan yang terus-menerus.
### 3. Kisah di Balik Komposisi Musiknya
Tidak ada "satu" lagu *Gospodi Pomiluy*. Ada ratusan gubahan karena setiap komposer besar Rusia (seperti Rachmaninoff, Tchaikovsky, Chesnokov, dan Bortniansky) menulis versi mereka sendiri. Namun, kisah di balik popularitasnya yang menyentuh jiwa terletak pada **filosofi musik liturgi Rusia**:
* **Tanpa Instrumen (A cappella):** Gereja Ortodoks Rusia melarang penggunaan instrumen musik (seperti organ). Mereka percaya bahwa instrumen adalah buatan tangan manusia, sementara hanya "instrumen" yang diciptakan Tuhan—yaitu suara manusia—yang layak memuji-Nya.
* **Deep Bass (Oktavist):** Dalam tradisi Rusia, *Gospodi Pomiluy* sering diiringi oleh suara *basso profondo* (penyanyi bass dengan jangkauan suara sangat rendah). Suara ini melambangkan fondasi bumi atau kedalaman jiwa manusia yang memohon belas kasihan dari dasar lubuk hati yang terdalam.
* **Kisah "Tragedi dan Harapan":** Selama masa penganiayaan agama di era Uni Soviet, banyak gereja dihancurkan. Namun, lagu ini tetap hidup di rumah-rumah secara sembunyi-sembunyi. Bagi orang Rusia, *Gospodi Pomiluy* bukan sekadar lagu, melainkan jeritan kolektif bangsa Rusia di masa-masa sulit (perang, kelaparan, dan penindasan).
### 4. Makna Spiritual yang Mendalam
Mengapa lagu ini diulang-ulang berkali-kali dalam ibadah?
Dalam tradisi Ortodoks, pengulangan *Gospodi Pomiluy* bertujuan untuk:
1. **Menurunkan pikiran ke dalam hati:** Menghilangkan kesombongan intelektual.
2. **Menyadari ketidakberdayaan:** Mengakui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa rahmat Tuhan.
3. **Keselarasan:** Menciptakan suasana meditatif di mana seluruh jemaat bersatu dalam satu permohonan yang sama.
### Kesimpulan
Jika Anda mendengar lagu *Gospodi Pomiluy* dalam rekaman paduan suara Ortodoks Rusia (seperti karya **Pavel Chesnokov** yang paling terkenal), ingatlah bahwa Anda sedang mendengarkan **tradisi yang berusia lebih dari 1.500 tahun**.
Lagu ini bukan tentang "menghibur" pendengar, melainkan tentang "memasukkan" pendengar ke dalam ruang keheningan di mana manusia berhadapan langsung dengan Tuhan. Ia adalah doa yang paling sederhana, namun dianggap sebagai doa yang paling kuat dan lengkap dalam tradisi Ortodoks.
Sama Tema
TAIZE