KK
Gita Surga Bergema
Hark! The Herald Angels Sing
Informasi Lagu
173
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 173
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
96
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Felix Mendelsshon/William Hayman Cummings (1840)
Pencipta Syair
Charles Wesley (1739)
Penerjemah
Yamuger (1977)
Cross Ref.
KJ 99, KC 54, MK 31, PS 457, NKI 43
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Gita surga bergema, "Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia."
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, Trang ajaib!
Gita surga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Yang di surga disembah, Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita surga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,
tak memandang diriNya, bahkan maut ditrimaNya,
lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita surga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KJ 99, KC 54, MK 31, PS 457, NKI 43
Gita Sorga Bergema
KC
Gita Sorga Bergema
KJ
Gita sorga bergema
MK
Dengarlah Malaikat Nyanyi
NKI
Gita surga bergema
PS
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Alam Raya Berkumandang
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gembala Yang Ada Di Padang
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Malam Kudus
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
T'lah Turun Ke Dunia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK
Sejarah Lagu
Kisah yang kaya dan berliku di balik salah satu lagu Natal paling dicintai sepanjang masa, "Gita Surga Bergema" atau "Hark! The Herald Angels Sing". Ini adalah cerita tentang tiga tokoh besar yang tak terduga berkolaborasi melintasi abad, bahkan dengan satu di antaranya yang secara eksplisit tidak ingin karyanya digunakan untuk tujuan sakral!
**Para Tokoh Utama:**
1. **Charles Wesley (1707–1788): Sang Penulis Lirik Utama**
* Seorang teolog dan pendeta Anglikan Inggris, yang bersama saudaranya, John Wesley, adalah pendiri gerakan Methodisme.
* Ia adalah penulis himne yang sangat produktif, dengan lebih dari 6.500 himne yang dikreditkan kepadanya.
2. **Felix Mendelssohn Bartholdy (1809–1847): Sang Komposer Melodi Asli**
* Salah satu komposer paling terkenal dari era Romantik awal, asal Jerman. Karyanya mencakup simfoni, oratorio, musik kamar, dan piano.
3. **William Hayman Cummings (1831–1903): Sang Adaptor yang Menggabungkan Lirik dan Melodi**
* Seorang organis, komposer, dan penyanyi tenor Inggris, yang kemudian menjadi direktur Royal Academy of Music.
---
**Kisah di Balik Lagu "Hark! The Herald Angels Sing" / "Gita Surga Bergema":**
Kisah lagu ini dibagi menjadi dua bagian besar yang baru bertemu lebih dari satu abad setelah bagian pertamanya ditulis.
**Bagian 1: Lirik Asli oleh Charles Wesley (1739)**
* **Awal Mula:** Pada tahun 1739, Charles Wesley, yang baru saja mengalami pertobatan spiritual yang mendalam, menulis sebuah himne berjudul asli **"Hark! How All the Welkin Rings."** Kata "welkin" adalah istilah puitis kuno untuk "langit" atau "angkasa".
* **Gaya dan Isi:** Lirik asli Wesley terdiri dari sepuluh bait, masing-masing dengan empat baris. Liriknya sangat fokus pada inkarnasi Yesus Kristus, penebusan, dan kedatangan Kerajaan Allah. Ini adalah himne yang bersemangat dan teologis, menggambarkan sukacita dan keajaiban kelahiran Kristus.
* **Melodi Asli:** Wesley kemungkinan memiliki melodi yang berbeda dalam pikirannya saat menulisnya, atau setidaknya tidak ada kaitannya dengan melodi yang kita kenal sekarang. Melodi yang umum pada masa itu adalah melodi yang cepat, bahkan berirama dansa.
* **Revisi Awal:** Sekitar tahun 1753, seorang pengkhotbah sesama Methodis, **George Whitefield**, merasa bahwa lirik Wesley terlalu bersifat "methodis" dan "berat" bagi jemaat yang lebih luas. Whitefield merevisi beberapa baris, yang paling terkenal mengubah baris pembuka dari "Hark! how all the welkin rings, Glory to the King of Kings" menjadi **"Hark! The Herald Angels Sing, Glory to the new-born King."** Perubahan ini terasa lebih langsung dan lebih mudah dipahami oleh jemaat umum, dan versi Whitefield inilah yang mulai mendapatkan popularitas.
**Bagian 2: Melodi Mendelssohn dan "Perjodohan" Oleh Cummings (1840 & 1855)**
* **Melodi Mendelssohn (1840):** Sekitar satu abad setelah Wesley menulis liriknya, komposer Jerman Felix Mendelssohn menulis sebuah kantata berjudul **"Festgesang" (Festival Song)** pada tahun 1840. Karya ini ditugaskan untuk memperingati perayaan 400 tahun penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di Leipzig.
* "Festgesang" adalah karya yang megah untuk paduan suara pria dan orkestra, dan melodinya yang paling terkenal ada pada bagian kedua yang berjudul **"Vaterland, in deinen Gauen"** (Tanah air, di distrik-distrikmu).
* **Ironi Besar:** Mendelssohn sendiri, seorang komposer yang saleh, secara eksplisit menyatakan harapannya bahwa melodi ini **"Ich hoffe, es wird nie zu heiligen Texten gesungen werden." (Saya harap ini tidak akan pernah dinyanyikan untuk teks-teks sakral.)** Ia ingin melodinya tetap untuk tujuan sekuler, merayakan pencapaian manusia. Ironisnya, harapan ini tidak terwujud, dan karyanya justru menjadi salah satu melodi Natal yang paling sakral!
* **William Hayman Cummings Menggabungkan Keduanya (1855):**
* Lima belas tahun setelah Mendelssohn menulis "Festgesang", seorang organis dan komposer Inggris bernama William Hayman Cummings sedang mencari melodi yang cocok untuk lirik "Hark! The Herald Angels Sing" yang telah direvisi oleh Whitefield.
* Cummings menemukan melodi dari "Festgesang" Mendelssohn. Ia segera menyadari potensi besar melodi yang kuat dan agung itu. Namun, melodi Mendelssohn ditulis dalam waktu 6/8 (dengan ritme yang lebih mengayun atau "processional"), sementara lirik Wesley/Whitefield paling cocok untuk waktu 4/4 yang lebih umum dalam himne.
* **Inilah kontribusi jenius Cummings:** Ia mengadaptasi melodi Mendelssohn, mengubah ritme dan strukturnya agar pas dengan irama dan jumlah suku kata pada lirik "Hark! The Herald Angels Sing". Ia berhasil mengubah melodi "seculer" Mendelssohn menjadi sesuatu yang terasa alami dan khidmat untuk sebuah himne Natal.
* Hasil adaptasinya ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1855 dalam sebuah koleksi berjudul **"Hymns Ancient and Modern."**
**Popularitas dan Warisan:**
* Setelah Cummings "menjodohkan" lirik Wesley dan melodi Mendelssohn, lagu itu segera menjadi sangat populer. Perpaduan antara lirik Wesley yang teologis namun puitis dengan melodi Mendelssohn yang megah dan bersemangat, yang diadaptasi dengan brilian oleh Cummings, menciptakan sebuah mahakarya.
* "Hark! The Herald Angels Sing" dengan cepat menyebar ke seluruh dunia Kristen dan menjadi salah satu lagu Natal yang paling dikenal dan dinyanyikan di gereja-gereja, konser, dan rumah-rumah selama musim Natal.
* Di Indonesia, lagu ini dikenal sebagai **"Gita Surga Bergema"**, sebuah terjemahan langsung dari judul aslinya, dan menjadi salah satu himne Natal yang paling sering dinyanyikan dalam perayaan Natal di gereja-gereja Protestan maupun Katolik.
**Kesimpulan:**
Kisah "Gita Surga Bergema" adalah sebuah perjalanan luar biasa yang menunjukkan bagaimana seni dan inspirasi dapat melintasi waktu, budaya, dan bahkan niat asli penciptanya. Ini adalah warisan kolaboratif—meskipun tidak disengaja—dari seorang teolog abad ke-18 (Charles Wesley), seorang komposer Romantik abad ke-19 (Felix Mendelssohn), dan seorang adaptor brilian (William Hayman Cummings) yang bersama-sama menciptakan sebuah lagu yang terus menggema di hati umat manusia setiap kali Natal tiba.
**Para Tokoh Utama:**
1. **Charles Wesley (1707–1788): Sang Penulis Lirik Utama**
* Seorang teolog dan pendeta Anglikan Inggris, yang bersama saudaranya, John Wesley, adalah pendiri gerakan Methodisme.
* Ia adalah penulis himne yang sangat produktif, dengan lebih dari 6.500 himne yang dikreditkan kepadanya.
2. **Felix Mendelssohn Bartholdy (1809–1847): Sang Komposer Melodi Asli**
* Salah satu komposer paling terkenal dari era Romantik awal, asal Jerman. Karyanya mencakup simfoni, oratorio, musik kamar, dan piano.
3. **William Hayman Cummings (1831–1903): Sang Adaptor yang Menggabungkan Lirik dan Melodi**
* Seorang organis, komposer, dan penyanyi tenor Inggris, yang kemudian menjadi direktur Royal Academy of Music.
---
**Kisah di Balik Lagu "Hark! The Herald Angels Sing" / "Gita Surga Bergema":**
Kisah lagu ini dibagi menjadi dua bagian besar yang baru bertemu lebih dari satu abad setelah bagian pertamanya ditulis.
**Bagian 1: Lirik Asli oleh Charles Wesley (1739)**
* **Awal Mula:** Pada tahun 1739, Charles Wesley, yang baru saja mengalami pertobatan spiritual yang mendalam, menulis sebuah himne berjudul asli **"Hark! How All the Welkin Rings."** Kata "welkin" adalah istilah puitis kuno untuk "langit" atau "angkasa".
* **Gaya dan Isi:** Lirik asli Wesley terdiri dari sepuluh bait, masing-masing dengan empat baris. Liriknya sangat fokus pada inkarnasi Yesus Kristus, penebusan, dan kedatangan Kerajaan Allah. Ini adalah himne yang bersemangat dan teologis, menggambarkan sukacita dan keajaiban kelahiran Kristus.
* **Melodi Asli:** Wesley kemungkinan memiliki melodi yang berbeda dalam pikirannya saat menulisnya, atau setidaknya tidak ada kaitannya dengan melodi yang kita kenal sekarang. Melodi yang umum pada masa itu adalah melodi yang cepat, bahkan berirama dansa.
* **Revisi Awal:** Sekitar tahun 1753, seorang pengkhotbah sesama Methodis, **George Whitefield**, merasa bahwa lirik Wesley terlalu bersifat "methodis" dan "berat" bagi jemaat yang lebih luas. Whitefield merevisi beberapa baris, yang paling terkenal mengubah baris pembuka dari "Hark! how all the welkin rings, Glory to the King of Kings" menjadi **"Hark! The Herald Angels Sing, Glory to the new-born King."** Perubahan ini terasa lebih langsung dan lebih mudah dipahami oleh jemaat umum, dan versi Whitefield inilah yang mulai mendapatkan popularitas.
**Bagian 2: Melodi Mendelssohn dan "Perjodohan" Oleh Cummings (1840 & 1855)**
* **Melodi Mendelssohn (1840):** Sekitar satu abad setelah Wesley menulis liriknya, komposer Jerman Felix Mendelssohn menulis sebuah kantata berjudul **"Festgesang" (Festival Song)** pada tahun 1840. Karya ini ditugaskan untuk memperingati perayaan 400 tahun penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di Leipzig.
* "Festgesang" adalah karya yang megah untuk paduan suara pria dan orkestra, dan melodinya yang paling terkenal ada pada bagian kedua yang berjudul **"Vaterland, in deinen Gauen"** (Tanah air, di distrik-distrikmu).
* **Ironi Besar:** Mendelssohn sendiri, seorang komposer yang saleh, secara eksplisit menyatakan harapannya bahwa melodi ini **"Ich hoffe, es wird nie zu heiligen Texten gesungen werden." (Saya harap ini tidak akan pernah dinyanyikan untuk teks-teks sakral.)** Ia ingin melodinya tetap untuk tujuan sekuler, merayakan pencapaian manusia. Ironisnya, harapan ini tidak terwujud, dan karyanya justru menjadi salah satu melodi Natal yang paling sakral!
* **William Hayman Cummings Menggabungkan Keduanya (1855):**
* Lima belas tahun setelah Mendelssohn menulis "Festgesang", seorang organis dan komposer Inggris bernama William Hayman Cummings sedang mencari melodi yang cocok untuk lirik "Hark! The Herald Angels Sing" yang telah direvisi oleh Whitefield.
* Cummings menemukan melodi dari "Festgesang" Mendelssohn. Ia segera menyadari potensi besar melodi yang kuat dan agung itu. Namun, melodi Mendelssohn ditulis dalam waktu 6/8 (dengan ritme yang lebih mengayun atau "processional"), sementara lirik Wesley/Whitefield paling cocok untuk waktu 4/4 yang lebih umum dalam himne.
* **Inilah kontribusi jenius Cummings:** Ia mengadaptasi melodi Mendelssohn, mengubah ritme dan strukturnya agar pas dengan irama dan jumlah suku kata pada lirik "Hark! The Herald Angels Sing". Ia berhasil mengubah melodi "seculer" Mendelssohn menjadi sesuatu yang terasa alami dan khidmat untuk sebuah himne Natal.
* Hasil adaptasinya ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1855 dalam sebuah koleksi berjudul **"Hymns Ancient and Modern."**
**Popularitas dan Warisan:**
* Setelah Cummings "menjodohkan" lirik Wesley dan melodi Mendelssohn, lagu itu segera menjadi sangat populer. Perpaduan antara lirik Wesley yang teologis namun puitis dengan melodi Mendelssohn yang megah dan bersemangat, yang diadaptasi dengan brilian oleh Cummings, menciptakan sebuah mahakarya.
* "Hark! The Herald Angels Sing" dengan cepat menyebar ke seluruh dunia Kristen dan menjadi salah satu lagu Natal yang paling dikenal dan dinyanyikan di gereja-gereja, konser, dan rumah-rumah selama musim Natal.
* Di Indonesia, lagu ini dikenal sebagai **"Gita Surga Bergema"**, sebuah terjemahan langsung dari judul aslinya, dan menjadi salah satu himne Natal yang paling sering dinyanyikan dalam perayaan Natal di gereja-gereja Protestan maupun Katolik.
**Kesimpulan:**
Kisah "Gita Surga Bergema" adalah sebuah perjalanan luar biasa yang menunjukkan bagaimana seni dan inspirasi dapat melintasi waktu, budaya, dan bahkan niat asli penciptanya. Ini adalah warisan kolaboratif—meskipun tidak disengaja—dari seorang teolog abad ke-18 (Charles Wesley), seorang komposer Romantik abad ke-19 (Felix Mendelssohn), dan seorang adaptor brilian (William Hayman Cummings) yang bersama-sama menciptakan sebuah lagu yang terus menggema di hati umat manusia setiap kali Natal tiba.