Informasi Lagu
120
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KJ 120
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
120
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Tradisional Amerika.
Pencipta Syair
Negro Spiritual (1800)
Penerjemah
Yamuger (1981)
Cross Ref.
KPPK 106, KK 180, MK 88, NP 60
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Reff Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua, hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih! Di waktu kaum gembala menjaga dombanya, Terpancar dari langit cahaya mulia. Reff
Gembala sangat takut ketika mendengar nyanyian bala sorga gempita menggegar. Reff
Terbaring di palungan yang hina dan rendah, Sang Bayi menyampaikan selamat dunia. Reff
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KJ 120 1
Slide 2 — KJ 120 2
Slide 3 — KJ 120 3
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 120
Sejarah Lagu
Kisah yang kaya dan mendalam di balik lagu "Go Tell It On The Mountain" (Hai, Siarkan Di Gunung), sebuah Negro Spiritual atau lagu rohani kulit hitam yang ikonik.

Lagu ini bukan sekadar melodi Natal yang meriah, melainkan sebuah artefak budaya yang sarat makna, lahir dari penderitaan dan harapan orang Afrika-Amerika yang diperbudak di Amerika Serikat.

---

### **1. Asal Mula: Dari Penderitaan Menjadi Nyanyian Harapan (Abad ke-18 & 19)**

"Go Tell It On The Mountain" adalah bagian dari genre "Negro Spirituals," lagu-lagu yang diciptakan secara kolektif oleh budak-budak Afrika-Amerika di perkebunan-perkebunan di Amerika Selatan. Lagu-lagu ini berfungsi sebagai:

* **Penyelamat Jiwa:** Di tengah kekejaman perbudakan, spirituals adalah satu-satunya pelipur lara dan sumber kekuatan rohani. Mereka menemukan penghiburan dalam kisah-kisah Alkitab, terutama janji keselamatan dan pembebasan.
* **Media Komunikasi Rahasia:** Seringkali, spirituals mengandung pesan-pesan kode rahasia yang hanya dimengerti oleh sesama budak. Ini bisa berupa petunjuk arah untuk melarikan diri melalui "Underground Railroad," peringatan tentang bahaya, atau panggilan untuk berkumpul.
* **Ekspresi Budaya:** Spirituals memadukan tradisi musik Afrika dengan melodi dan harmoni Barat. Mereka sering menggunakan struktur "panggilan dan tanggapan" (call and response) yang kuat, mencerminkan interaksi sosial dan partisipasi komunal dalam budaya Afrika.
* **Bentuk Protes:** Walaupun secara tersirat, nyanyian ini adalah bentuk perlawanan terhadap penindasan. Mengungkapkan kerinduan akan kebebasan, keadilan, dan martabat yang ditolak dalam kehidupan sehari-hari mereka.

"Go Tell It On The Mountain" diyakini berasal dari masa ini, kemungkinan besar di tengah-tengah abad ke-19. Seperti banyak spirituals lainnya, penulis aslinya tidak diketahui karena lagu-lagu ini berkembang secara lisan, seringkali diimprovisasi dan diadaptasi dalam pertemuan keagamaan rahasia atau saat bekerja di ladang.

### **2. Makna yang Terkandung: Kisah Natal dan Panggilan untuk Kebebasan**

Pada permukaannya, lirik "Go Tell It On The Mountain" menceritakan kisah Natal yang familier: kelahiran Yesus Kristus di Betlehem.

* **Ayat Utama:**
* "Go tell it on the mountain, over the hills and everywhere; Go tell it on the mountain, that Jesus Christ is born." (Siarkanlah di gunung, di bukit dan di mana-mana; Siarkanlah di gunung, bahwa Yesus Kristus t'lah lahir.)
* Ini adalah seruan kegembiraan dan penyebaran berita baik, sama seperti malaikat yang menyampaikan kabar sukacita kepada para gembala.

Namun, di bawah permukaan, bagi budak-budak, pesan ini memiliki resonansi yang jauh lebih dalam dan berlapis:

* **"Gunung" (Mountain):** Ini bisa berarti beberapa hal.
* **Secara harfiah:** Sebuah tempat tinggi yang strategis, dari mana pesan dapat disiarkan jauh dan luas. Bagi budak, ini mungkin bisa merujuk pada sebuah bukit atau tempat aman di mana mereka bisa berbicara dan berencana.
* **Metaforis:** Puncak pencerahan spiritual, tempat wahyu atau kejelasan ditemukan. Atau, secara tersembunyi, bisa menjadi titik kumpul rahasia, atau bahkan simbol harapan yang tinggi dan cita-cita kebebasan.
* **"Di Atas Bukit dan Di Mana-mana" (Over the hills and everywhere):** Ini bukan hanya tentang menyebarkan kabar, tetapi juga tentang pergerakan, perjalanan, dan keinginan untuk bebas bepergian tanpa batasan. "Di mana-mana" menunjukkan jangkauan yang luas, mungkin juga merujuk pada pelarian dari perbudakan.
* **"Yesus Kristus T'lah Lahir" (Jesus Christ is born):**
* **Sebagai Penyelamat:** Bagi orang yang diperbudak, Yesus bukan hanya tokoh religius, tetapi juga simbol seorang pembebas yang datang untuk menyelamatkan yang tertindas. Kelahiran-Nya melambangkan awal yang baru, harapan baru, dan janji penebusan dari penderitaan.
* **Pesan Kode untuk Pembebasan Duniawi:** Dalam konteks perbudakan, kelahiran Yesus bisa menjadi metafora untuk "kelahiran" kebebasan bagi mereka sendiri. "Kristus" bisa diartikan sebagai seorang pemimpin yang akan datang, atau bahkan sebagai personifikasi dari gerakan pembebasan itu sendiri. Kabar "kelahiran" ini adalah kabar bahwa perubahan besar akan datang, bahwa penindasan tidak akan berlangsung selamanya.
* **Kisah Para Gembala dan Orang Majus:** Bagian lirik yang menceritakan gembala yang menjaga domba mereka dan orang majus yang mencari bintang juga memiliki makna. Budak sering merasa seperti gembala yang rendah hati, menantikan tanda dari surga. Orang majus mungkin mewakili harapan akan bimbingan atau jalan menuju kebebasan.

Jadi, lagu ini adalah perpaduan antara kisah suci dan jeritan hati yang ingin bebas. Kelahiran Yesus adalah janji bahwa tidak peduli seberapa gelap situasinya, cahaya dan kebebasan akan selalu datang.

### **3. Popularisasi dan Pewarisan: Dari Perkebunan ke Panggung Dunia**

Setelah Emansipasi (pembebasan budak) pada tahun 1865, banyak spirituals, termasuk "Go Tell It On The Mountain," mulai dikumpulkan dan disebarluaskan.

* **The Fisk Jubilee Singers (1870-an):** Kelompok paduan suara dari Fisk University (universitas yang didirikan untuk orang kulit hitam bebas di Nashville, Tennessee) memainkan peran yang sangat krusial. Mereka mulai berkeliling Amerika dan Eropa pada tahun 1871 untuk menggalang dana bagi universitas mereka. Awalnya mereka menyanyikan musik klasik Eropa, tetapi atas saran pimpinan mereka, mereka mulai menyertakan Negro Spirituals.
* Reaksi publik sangat luar biasa. Spirituals, yang dulunya dianggap "musik budak" yang primitif, tiba-tiba diakui sebagai bentuk seni yang kuat dan indah.
* Fisk Jubilee Singers adalah yang pertama mempopulerkan "Go Tell It On The Mountain" kepada khalayak yang lebih luas, memperkenalkan lagu ini kepada dunia di luar gereja-gereja dan komunitas Afrika-Amerika. Mereka membantu mencatat dan melestarikan banyak spirituals, termasuk versi awal dari lagu ini.

Sejak saat itu, "Go Tell It On The Mountain" telah menjadi lagu yang dicintai di seluruh dunia, terutama selama musim Natal. Ia telah diadaptasi oleh berbagai artis dari berbagai genre, dari gospel, folk, hingga pop.

### **4. Warisan Abadi: Anthema Harapan dan Perjuangan**

Hingga hari ini, "Go Tell It On The Mountain" tetap menjadi lebih dari sekadar lagu Natal yang ceria. Ini adalah:

* **Testamen Ketahanan Manusia:** Sebuah bukti kekuatan spiritual dan ketahanan orang-orang yang diperbudak, yang menemukan harapan dan suara di tengah penindasan yang luar biasa.
* **Simbol Pembebasan:** Lagu ini terus menjadi lagu rohani yang kuat yang merayakan kebebasan – baik spiritual maupun duniawi. Pesannya tentang menyebarkan kabar baik dan harapan untuk pembebasan tetap relevan dalam berbagai konteks perjuangan sosial.
* **Jembatan Antar Generasi:** Lagu ini menghubungkan masa lalu yang penuh penderitaan dengan masa kini yang merayakan kebebasan dan keadilan, mengingatkan kita akan sejarah dan perjuangan yang membentuk budaya Amerika.

Jadi, ketika kita mendengar "Go Tell It On The Mountain," kita tidak hanya mendengar melodi tentang kelahiran Yesus, tetapi juga gema jutaan suara yang merindukan kebebasan, yang berani bersuara dan menyiarkan harapan mereka "di gunung, di bukit, dan di mana-mana."
Kembali ke KJ