KJ
Bila Nanti Yesus Datang
When He Cometh
Informasi Lagu
274
Nomor
do = d
Nada Dasar
Kode
KJ 274
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
do = d
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
George Frederick Root (1820)
Pencipta Syair
William Orcutt Cushing (1823)
Penerjemah
Yamuger (1980)
Cross Ref.
KC 211, BE 368, BN 368, KK 308
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Bila nanti Yesus datang menata intanNya,
tiap orang yang percaya, kepunyaanNya.
Reff
Tiap orang percaya kelak bercahaya bagai
Intan permata di mahkotaNya.
Dikumpulkan, disatukan permata tercinta
yang dibasuh, disucikan dengan darahNya.
Reff
Anak-anak yang percaya dirangkul olehNya
dan menjadi mutiara kesayanganNya.
Reff
Hai semua, tua muda, terimalah Dia!
Bagi kita tersedia tempat mulia.
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Cross Reference
KC 211, BE 368, BN 368, KK 308
Tuhan Jesus, Tuhan Jesus
BE
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus
BN
Bila Nanti Yesus Datang
KC
Bila Nanti Yesus Datang
KK
Sama Tema
Akhir Zaman dan Penggenapan
Sejarah Lagu
Lagu "Bila Nanti Yesus Datang" atau "When He Cometh" adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai dan memiliki kisah inspiratif di baliknya, yang melibatkan dua tokoh penting dalam sejarah musik rohani Amerika: penulis lirik **William Orcutt Cushing** dan komposer musik **George Frederick Root**.
Mari kita selami kisahnya secara detail:
---
### **1. Sang Penulis Lirik: William Orcutt Cushing (1823-1897)**
William O. Cushing adalah seorang pendeta Metodis yang penuh dedikasi. Ia melayani jemaatnya dengan setia selama bertahun-tahun. Namun, sekitar tahun 1870-an, Cushing menderita penyakit tenggorokan parah yang membuatnya kehilangan suaranya dan tidak bisa lagi berkhotbah. Ini adalah pukulan berat bagi seorang pria yang hidupnya didedikasikan untuk pelayanan firman Tuhan.
Dalam keputusasaan dan kekecewaan, Cushing berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Tuhan agar memberinya cara lain untuk melayani-Nya. Ia tidak ingin menjadi tidak berguna. Doanya terjawab ketika ia merasakan dorongan kuat untuk menulis himne. Meskipun tidak bisa lagi berbicara dari mimbar, ia bisa tetap melayani melalui pena dan kata-kata, menginspirasi orang lain melalui syair-syairnya.
**Inspirasi untuk "When He Cometh":**
Salah satu momen pencerahan terbesar bagi Cushing datang saat ia merenungkan ayat Alkitab dari **Maleakhi 3:17**:
> *"Mereka akan menjadi milik-Ku sendiri," firman TUHAN semesta alam, "pada hari yang akan Kuadakan itu, sebagai **permata** yang berharga. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang mengasihani anaknya yang melayani dia."*
Ayat ini berbicara tentang bagaimana Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya sebagai "permata" (jewels) yang berharga pada Hari Kedatangan-Nya. Cushing sangat tersentuh oleh gambaran ini. Ia membayangkan Yesus Kristus datang kembali, dan setiap jiwa yang percaya kepada-Nya, terutama anak-anak yang polos dan tulus, akan menjadi seperti permata yang gemerlapan, menghiasi mahkota-Nya yang mulia. Ia melihat setiap anak di sekolah minggu, setiap orang percaya, sebagai calon permata yang akan Tuhan kumpulkan.
Dengan inspirasi yang begitu mendalam, Cushing mulai menulis lirik untuk "When He Cometh." Ia ingin menyampaikan pesan tentang betapa berharganya setiap jiwa di mata Tuhan, dan sukacita yang akan dirasakan ketika Yesus datang untuk mengumpulkan "permata-permata-Nya."
Liriknya sederhana namun penuh makna:
* *When He cometh, when He cometh to make up His jewels,* (Bila nanti Yesus datang, bila nanti Ia datang untuk mengumpulkan permata-Nya)
* *All His jewels, precious jewels, His loved and His own.* (Semua permata-Nya, permata berharga, milik-Nya yang terkasih)
* *Like the stars of the morning, His bright crown adorning,* (Seperti bintang pagi, menghiasi mahkota-Nya yang cemerlang)
* *They shall shine in their beauty, bright gems for His crown.* (Mereka akan bersinar dalam keindahannya, permata terang untuk mahkota-Nya)
### **2. Sang Komposer: George Frederick Root (1820-1895)**
George Frederick Root adalah salah satu komposer dan penerbit musik Amerika yang paling produktif dan berpengaruh di abad ke-19. Ia dikenal luas karena lagu-lagu patriotiknya selama Perang Saudara Amerika (seperti "Battle Cry of Freedom") dan juga karena kontribusinya yang signifikan dalam genre musik gospel (himne) yang kala itu sedang berkembang pesat di Amerika. Root memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat dan dinyanyikan, terutama untuk anak-anak dan jemaat awam.
**Kolaborasi Ilahi:**
Pada suatu waktu, William O. Cushing mengirimkan lirik-lirik yang baru saja ia tulis kepada George Frederick Root. Ini adalah praktik umum pada masa itu; para penulis lirik dan komposer sering berkolaborasi tanpa harus bertemu langsung. Root, dengan mata dan telinga musiknya yang tajam, segera menyadari potensi besar dalam lirik Cushing. Ia merasa bahwa kata-kata tersebut, yang begitu indah dan penuh harapan, sangat cocok untuk sebuah melodi yang riang dan mudah diresapi.
Root segera menyusun musik untuk lirik "When He Cometh." Melodinya dirancang agar menarik bagi anak-anak, mudah dihafal, dan dapat dinyanyikan dengan semangat di sekolah minggu atau kebaktian. Ia berhasil menangkap esensi sukacita dan harapan dari pesan Cushing tentang kedatangan Yesus dan nilai setiap jiwa.
### **3. Publikasi dan Dampak**
Lagu "When He Cometh" diterbitkan pada tahun **1869** dalam koleksi himne Root yang berjudul **"The Prize"**. Sejak saat itu, lagu ini dengan cepat menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak-anak sekolah minggu.
* **Pesan yang Mengena:** Tema "permata" yang berharga sangat visual dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka bisa membayangkan diri mereka sebagai permata yang akan dikumpulkan dan membuat mahkota Yesus bersinar. Ini menanamkan rasa berharga dan pentingnya bagi Tuhan.
* **Melodi yang Menarik:** Melodi Root yang ceria dan mudah diingat memastikan lagu ini terus dinyanyikan dan disukai oleh generasi demi generasi.
* **Aplikasi Teologis:** Lagu ini tidak hanya mengajarkan tentang Kedatangan Kedua Kristus, tetapi juga tentang nilai intrinsik setiap individu di mata Tuhan, dan pentingnya kehidupan yang kudus untuk "bersinar" bagi-Nya.
### **Kesimpulan**
"Bila Nanti Yesus Datang" adalah sebuah testimoni indah tentang bagaimana Tuhan dapat menggunakan keadaan sulit (kehilangan suara Cushing) untuk membuka pintu pelayanan yang baru dan lebih luas. Ini juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara seorang penulis lirik yang bersemangat dengan inspirasi ilahi dan seorang komposer berbakat yang mampu mengubah kata-kata menjadi melodi yang abadi.
Lagu ini terus memberkati jutaan orang di seluruh dunia, mengingatkan kita akan janji kedatangan Kristus dan betapa setiap jiwa sangat berharga di mata-Nya, sebagai permata yang akan menghiasi mahkota-Nya yang mulia.
Mari kita selami kisahnya secara detail:
---
### **1. Sang Penulis Lirik: William Orcutt Cushing (1823-1897)**
William O. Cushing adalah seorang pendeta Metodis yang penuh dedikasi. Ia melayani jemaatnya dengan setia selama bertahun-tahun. Namun, sekitar tahun 1870-an, Cushing menderita penyakit tenggorokan parah yang membuatnya kehilangan suaranya dan tidak bisa lagi berkhotbah. Ini adalah pukulan berat bagi seorang pria yang hidupnya didedikasikan untuk pelayanan firman Tuhan.
Dalam keputusasaan dan kekecewaan, Cushing berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Tuhan agar memberinya cara lain untuk melayani-Nya. Ia tidak ingin menjadi tidak berguna. Doanya terjawab ketika ia merasakan dorongan kuat untuk menulis himne. Meskipun tidak bisa lagi berbicara dari mimbar, ia bisa tetap melayani melalui pena dan kata-kata, menginspirasi orang lain melalui syair-syairnya.
**Inspirasi untuk "When He Cometh":**
Salah satu momen pencerahan terbesar bagi Cushing datang saat ia merenungkan ayat Alkitab dari **Maleakhi 3:17**:
> *"Mereka akan menjadi milik-Ku sendiri," firman TUHAN semesta alam, "pada hari yang akan Kuadakan itu, sebagai **permata** yang berharga. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang mengasihani anaknya yang melayani dia."*
Ayat ini berbicara tentang bagaimana Tuhan akan mengumpulkan umat-Nya sebagai "permata" (jewels) yang berharga pada Hari Kedatangan-Nya. Cushing sangat tersentuh oleh gambaran ini. Ia membayangkan Yesus Kristus datang kembali, dan setiap jiwa yang percaya kepada-Nya, terutama anak-anak yang polos dan tulus, akan menjadi seperti permata yang gemerlapan, menghiasi mahkota-Nya yang mulia. Ia melihat setiap anak di sekolah minggu, setiap orang percaya, sebagai calon permata yang akan Tuhan kumpulkan.
Dengan inspirasi yang begitu mendalam, Cushing mulai menulis lirik untuk "When He Cometh." Ia ingin menyampaikan pesan tentang betapa berharganya setiap jiwa di mata Tuhan, dan sukacita yang akan dirasakan ketika Yesus datang untuk mengumpulkan "permata-permata-Nya."
Liriknya sederhana namun penuh makna:
* *When He cometh, when He cometh to make up His jewels,* (Bila nanti Yesus datang, bila nanti Ia datang untuk mengumpulkan permata-Nya)
* *All His jewels, precious jewels, His loved and His own.* (Semua permata-Nya, permata berharga, milik-Nya yang terkasih)
* *Like the stars of the morning, His bright crown adorning,* (Seperti bintang pagi, menghiasi mahkota-Nya yang cemerlang)
* *They shall shine in their beauty, bright gems for His crown.* (Mereka akan bersinar dalam keindahannya, permata terang untuk mahkota-Nya)
### **2. Sang Komposer: George Frederick Root (1820-1895)**
George Frederick Root adalah salah satu komposer dan penerbit musik Amerika yang paling produktif dan berpengaruh di abad ke-19. Ia dikenal luas karena lagu-lagu patriotiknya selama Perang Saudara Amerika (seperti "Battle Cry of Freedom") dan juga karena kontribusinya yang signifikan dalam genre musik gospel (himne) yang kala itu sedang berkembang pesat di Amerika. Root memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat dan dinyanyikan, terutama untuk anak-anak dan jemaat awam.
**Kolaborasi Ilahi:**
Pada suatu waktu, William O. Cushing mengirimkan lirik-lirik yang baru saja ia tulis kepada George Frederick Root. Ini adalah praktik umum pada masa itu; para penulis lirik dan komposer sering berkolaborasi tanpa harus bertemu langsung. Root, dengan mata dan telinga musiknya yang tajam, segera menyadari potensi besar dalam lirik Cushing. Ia merasa bahwa kata-kata tersebut, yang begitu indah dan penuh harapan, sangat cocok untuk sebuah melodi yang riang dan mudah diresapi.
Root segera menyusun musik untuk lirik "When He Cometh." Melodinya dirancang agar menarik bagi anak-anak, mudah dihafal, dan dapat dinyanyikan dengan semangat di sekolah minggu atau kebaktian. Ia berhasil menangkap esensi sukacita dan harapan dari pesan Cushing tentang kedatangan Yesus dan nilai setiap jiwa.
### **3. Publikasi dan Dampak**
Lagu "When He Cometh" diterbitkan pada tahun **1869** dalam koleksi himne Root yang berjudul **"The Prize"**. Sejak saat itu, lagu ini dengan cepat menjadi sangat populer, terutama di kalangan anak-anak sekolah minggu.
* **Pesan yang Mengena:** Tema "permata" yang berharga sangat visual dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka bisa membayangkan diri mereka sebagai permata yang akan dikumpulkan dan membuat mahkota Yesus bersinar. Ini menanamkan rasa berharga dan pentingnya bagi Tuhan.
* **Melodi yang Menarik:** Melodi Root yang ceria dan mudah diingat memastikan lagu ini terus dinyanyikan dan disukai oleh generasi demi generasi.
* **Aplikasi Teologis:** Lagu ini tidak hanya mengajarkan tentang Kedatangan Kedua Kristus, tetapi juga tentang nilai intrinsik setiap individu di mata Tuhan, dan pentingnya kehidupan yang kudus untuk "bersinar" bagi-Nya.
### **Kesimpulan**
"Bila Nanti Yesus Datang" adalah sebuah testimoni indah tentang bagaimana Tuhan dapat menggunakan keadaan sulit (kehilangan suara Cushing) untuk membuka pintu pelayanan yang baru dan lebih luas. Ini juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara seorang penulis lirik yang bersemangat dengan inspirasi ilahi dan seorang komposer berbakat yang mampu mengubah kata-kata menjadi melodi yang abadi.
Lagu ini terus memberkati jutaan orang di seluruh dunia, mengingatkan kita akan janji kedatangan Kristus dan betapa setiap jiwa sangat berharga di mata-Nya, sebagai permata yang akan menghiasi mahkota-Nya yang mulia.