Informasi Lagu
355
Nomor
Do=Bes
Nada Dasar
Kode
KJ 355
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=Bes
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
96
Jumlah Bait
3 bait
Style
TopChartCountry, Country8Beat
Pencipta Lagu
George Frederick Root (1820)
Pencipta Syair
George Frederick Root (1820)
Penerjemah
Yamuger (1979)
Cross Ref.
KK 445, KC 214, BZ 189
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Yesus memanggil, "Mari segra!" Ikutlah jalan slamat baka; jangan sesat, dengar sabdaNya, "Hai marilah segra!" Sungguh, nanti kita kan senang, bebas dosa hati pun tentram Bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal. Reff
Hai marilah, kecil dan besar, biar hatimu girang benar. Pilihlah Yesus jangan gentar. Hai mari datanglah! Reff
Jangan kaulupa, Ia serta; printah kasihNya patuhilah. Mari dengar lembut suaraNya, "AnakKu, datanglah!" Reff
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KJ 355 1
Slide 2 — KJ 355 2
Slide 3 — KJ 355 3
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 355
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani klasik yang sangat dikenal, "Yesus Memanggil" atau dalam judul aslinya, "Come to the Saviour, Make No Delay" karya George Frederick Root.

Lagu ini adalah salah satu himne undangan (invitation hymn) yang paling abadi dan menyentuh hati dalam tradisi Kristen Protestan, terutama di kalangan gereja-gereja Injili. Kekuatannya terletak pada kesederhanaan liriknya yang langsung dan melodinya yang mudah diingat, namun membawa pesan yang sangat mendalam dan mendesak.

**Sang Komposer: George Frederick Root (1820-1895)**

Untuk memahami lagu ini, kita harus mengenal sosok di baliknya: George Frederick Root. Ia adalah salah satu komposer dan penerbit musik Amerika paling berpengaruh di abad ke-19. Root adalah seorang musisi serbabisa: ia mengajar musik, menulis operet, lagu-lagu sekuler yang populer, kantata, dan tentu saja, lagu-lagu rohani.

Root dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang mudah diingat dan lirik yang resonan dengan perasaan publik. Selama Perang Saudara Amerika, ia menjadi sangat terkenal karena lagu-lagu patriotiknya seperti "Battle Cry of Freedom" dan "Tramp! Tramp! Tramp!" yang membangkitkan semangat para prajurit dan keluarga mereka. Namun, di samping karya-karya sekulernya, Root memiliki hati yang mendalam untuk pelayanan rohani dan secara teratur mengabdikan bakatnya untuk menciptakan musik gereja.

**Konteks Era: Kebangunan Rohani dan Pentingnya "Lagu Undangan"**

Lagu "Come to the Saviour" muncul pada era yang sangat subur bagi kebangunan rohani di Amerika Serikat. Paruh kedua abad ke-19 adalah masa ketika gerakan Kebangunan Rohani Ketiga (Third Great Awakening) sedang gencar, ditandai dengan khotbah-khotbah yang kuat dan pertemuan-pertemuan evangelistik massal yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Dwight L. Moody, dengan musik yang seringkali digubah oleh Ira D. Sankey.

Dalam pertemuan-pertemuan semacam ini, musik memainkan peran krusial. Bukan hanya untuk memimpin pujian, tetapi juga untuk menyiapkan hati pendengar, dan yang paling penting, sebagai "lagu undangan" atau "altar call song". Lagu undangan diputar atau dinyanyikan di akhir khotbah, ketika pendeta atau penginjil mengundang orang-orang untuk maju ke depan, menyatakan pertobatan, atau membuat keputusan iman kepada Kristus. Lagu-lagu semacam ini haruslah:
1. **Mudah Dipelajari:** Agar bisa dinyanyikan bersama secara spontan.
2. **Berpesan Jelas:** Langsung pada intinya tentang pertobatan, anugerah, dan undangan Yesus.
3. **Membangkitkan Emosi:** Mendorong pendengar untuk merespons dengan hati yang terbuka.

George Frederick Root, dengan kepekaan musikal dan spiritualnya, sangat memahami kebutuhan ini. Ia tidak hanya menulis lagu untuk pertemuan-pertemuan besar, tetapi juga untuk sekolah minggu dan pertemuan pemuda, di mana pesan injil perlu disampaikan dengan cara yang sederhana namun kuat.

**Kelahiran "Come to the Saviour, Make No Delay" (Sekitar 1887)**

Meskipun tanggal pasti dan detail spesifik mengenai inspirasi tunggal di balik "Come to the Saviour" tidak didokumentasikan dalam satu "eureka moment" yang dramatis seperti beberapa lagu lain, kita tahu bahwa Root menulis lagu ini sebagai bagian dari dedikasinya yang berkelanjutan terhadap musik rohani, kemungkinan besar sekitar tahun 1887.

Ia ingin menciptakan sebuah himne yang secara langsung mengajak individu untuk merespons panggilan keselamatan Yesus Kristus tanpa penundaan. Root tidak hanya piawai dalam melodi, tetapi juga dalam crafting lirik yang memikat.

**Analisis Lirik dan Pesan:**

Lirik asli "Come to the Saviour, Make No Delay" adalah contoh sempurna dari pesan undangan Injil yang mendesak:

* **Ayat 1:**
* *"Come to the Saviour, make no delay; Here in His Word He shows us the way; Here in our midst He's waiting today, Waiting to bless you, waiting to bless you."*
* (Datanglah pada Juruselamat, jangan menunda; Di dalam Firman-Nya Ia menunjukkan jalan; Di tengah kita Ia menanti hari ini, Menanti untuk memberkatimu, menanti untuk memberkatimu.)
* Pesan utamanya adalah **urgensi** ("make no delay") dan **kehadiran Kristus** ("He's waiting today"). Ini menekankan bahwa kesempatan tidak boleh disia-siakan.

* **Ayat 2:**
* *"Come to the Saviour, all that are weary, Come, and He'll give you comfort and rest; Burdened with sorrow, lonely and dreary, Come, lay your head on the Saviour's breast."*
* (Datanglah pada Juruselamat, semua yang lelah; Datanglah, dan Ia akan memberimu penghiburan dan ketenangan; Terbebani kesedihan, sepi dan murung, Datanglah, sandarkan kepalamu di dada Juruselamat.)
* Ayat ini berfokus pada **empati dan tawaran penghiburan** bagi mereka yang letih, berbeban, dan kesepian – sebuah gambaran yang sangat relevan di tengah masyarakat mana pun, termasuk mereka yang baru saja melewati trauma perang atau kesulitan hidup.

* **Ayat 3:**
* *"Come to the Saviour, He'll welcome you in; Though your heart's stained and covered with sin; He will forgive you, make you so clean, Come to the Saviour, come to Him now."*
* (Datanglah pada Juruselamat, Ia akan menyambutmu; Meskipun hatimu ternoda dan tertutup dosa; Ia akan mengampunimu, membuatmu sangat bersih, Datanglah pada Juruselamat, datanglah pada-Nya sekarang.)
* Ini adalah inti dari Injil: **pengampunan dan penyucian** dari dosa, tanpa memandang seberapa kotor hati seseorang. Kembali ditekankan ajakan "datanglah sekarang".

**Melodi yang Mengikat:**

Melodi lagu ini adalah salah satu kekuatan terbesarnya. Root menciptakan sebuah melodi yang:
* **Sederhana:** Mudah dinyanyikan oleh jemaat dari segala usia dan kemampuan musikal.
* **Catchy:** Cepat melekat di pikiran dan hati.
* **Optimistis namun Lembut:** Mengandung harapan dan undangan, bukan intimidasi.

Kombinasi lirik yang lugas dan melodi yang indah ini menjadikan "Come to the Saviour" alat yang sangat efektif dalam penginjilan dan pembinaan rohani.

**Dampak dan Warisan:**

"Come to the Saviour" dengan cepat menyebar luas di gereja-gereja Protestan di Amerika Utara dan kemudian ke seluruh dunia melalui misi-misi dan buku-buku lagu rohani. Lagu ini menjadi lagu wajib dalam berbagai pertemuan kebangunan rohani, kebaktian gereja, sekolah minggu, dan kamp rohani.

Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Yesus Memanggil" dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari repertoar lagu-lagu rohani Kristen. Kekuatan pesannya yang universal tentang undangan keselamatan, pengampunan, dan kedekatan Tuhan terus relevan lintas generasi dan budaya.

Singkatnya, "Yesus Memanggil" bukan sekadar lagu; ia adalah buah dari bakat musikal George Frederick Root yang luar biasa yang dipadukan dengan gairah rohaninya yang mendalam, lahir dari kebutuhan akan alat musik yang efektif untuk menyampaikan pesan Injil pada era kebangunan rohani. Ini adalah himne yang terus memanggil hati yang lelah dan berbeban untuk menemukan istirahat dan keselamatan dalam kasih Yesus Kristus.
Kembali ke KJ