Informasi Lagu
100
Nomor
Kode
NKB 100
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
C. H. Morris
Pencipta Syair
C. H. Morris
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
NKI 263
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Rindukah engkau mendapat berkat Tuhan yang penuh di seluruh hidupmu? Mintalah kepada Bapamu yang janjiNya teguh: menyertai langkahmu. Roh Kudus terus meluap di hatimu, kar’na Tuhan berpesan: “Bawalah bejanamu”. Roh Kudus terus meluap di hatimu, pun dengan kuasaNya.
Bawalah bejanamu yang kosong pada Penebus, wahai kawan yang lesu. Dengan hati yang rendah tetap nantikan Roh Kudus, masuk dalam hatimu. Roh Kudus terus meluap di hatimu, kar’na Tuhan berpesan: “Bawalah bejanamu”. Roh Kudus terus meluap di hatimu, pun dengan kuasaNya.
O anugerah ilahi pun mengalirlah terus, tak berubah kasihNya. Bejanamu ‘kan terisi oleh kuasa Roh Kudus; ya dan amin janjiNya. Roh Kudus terus meluap di hatimu, kar’na Tuhan berpesan: “Bawalah bejanamu”. Roh Kudus terus meluap di hatimu, pun dengan kuasaNya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 100 1
Slide 2 — NKB 100 2
Slide 3 — NKB 100 3
Slide 4 — NKB 100 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 100
Cross Reference
Sejarah Lagu
Lagu "Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan" atau aslinya "Bring Your Vessels, Not a Few" adalah salah satu himne klasik yang tak lekang oleh waktu, dengan pesan mendalam tentang iman, ketersediaan, dan kelimpahan berkat Tuhan. Kisah di balik lagu ini berakar kuat pada sebuah narasi biblika yang dramatis dan inspiratif, kemudian diinterpretasikan ulang oleh pengarangnya, Charles H. Morris, dalam konteks kebangunan rohani.

Mari kita selami kisahnya secara detail:

---

### 1. Akar Biblika: Kisah Janda dan Minyak yang Mengalir (2 Raja-raja 4:1-7)

Inspirasi utama untuk lagu ini berasal dari Perjanjian Lama, tepatnya dalam Kitab 2 Raja-raja pasal 4 ayat 1-7. Kisah ini menceritakan tentang seorang janda dari salah satu nabi yang hidup di zaman Nabi Elisa.

* **Kondisi Sang Janda:** Janda ini berada dalam situasi yang sangat putus asa. Suaminya, seorang abdi Tuhan, telah meninggal dunia. Kini, ia dan kedua anaknya harus menghadapi kenyataan pahit: seorang penagih utang datang untuk mengambil kedua anaknya sebagai budak untuk melunasi hutang suaminya. Dalam budaya waktu itu, ini adalah takdir yang mengerikan bagi keluarga.
* **Permohonan kepada Elisa:** Dalam keputusasaan, janda ini mencari pertolongan kepada Nabi Elisa, yang terkenal karena kuasa Tuhan yang menyertainya. Ia memohon belas kasihan dan jalan keluar.
* **Perintah Elisa yang Tak Terduga:** Elisa bertanya kepadanya, "Apakah yang kaupunya di rumah?" Wanita itu menjawab, "Hambamu ini tidak mempunyai apa-apa di rumah, kecuali sedikit minyak dalam buli-buli." Meskipun sedikit, Elisa melihatnya sebagai titik awal bagi mujizat Tuhan.
* **Instruksi Penting:** Elisa kemudian memberikan instruksi yang luar biasa:
1. "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari tetangga-tetanggamu, bejana-bejana kosong, **jangan sedikit saja**." (KJV: "borrow thee vessels abroad of all thy neighbours, even empty vessels; **borrow not a few**.")
2. Kemudian, "masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana itu; setelah penuh, sisihkanlah."
* **Mujizat Terjadi:** Sang janda taat sepenuhnya. Ia dan anak-anaknya mengumpulkan bejana-bejana kosong sebanyak mungkin dari tetangga mereka. Mereka masuk ke rumah, menutup pintu, dan mulai menuangkan minyak dari buli-buli kecil mereka. Yang menakjubkan adalah minyak itu terus mengalir dan mengisi setiap bejana yang mereka miliki!
* **Batas Mujizat:** Minyak itu hanya berhenti mengalir ketika tidak ada lagi bejana kosong yang tersisa. Tuhan tidak kekurangan minyak; yang membatasi mujizat adalah ketersediaan bejana.
* **Penyelesaian Masalah:** Elisa kemudian menyuruh janda itu menjual minyak itu untuk membayar utangnya dan mencukupi kebutuhan hidup dia serta anak-anaknya. Mereka diselamatkan dari perbudakan dan kemiskinan.

---

### 2. Pengarang: Charles H. Morris (1863-1929)

Charles H. Morris adalah seorang penulis lagu pujian dan penginjil asal Amerika yang hidup pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Era ini adalah masa kebangunan rohani yang kuat di Amerika Serikat, terutama dalam gerakan Kekudusan (Holiness Movement) dan awal Gerakan Pentakosta. Morris dikenal karena menulis beberapa himne yang populer dan penuh semangat, yang sering digunakan dalam kebaktian kebangunan rohani (KKR) untuk memanggil orang agar menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan mencari kepenuhan Roh Kudus.

Morris memiliki pemahaman yang mendalam tentang Alkitab dan memiliki karunia untuk mengubah kebenaran biblika menjadi lirik yang sederhana namun powerful, yang dapat menggerakkan hati banyak orang.

---

### 3. Inspirasi dan Pesan Lagu "Bring Your Vessels, Not a Few"

Pada tahun 1908, Charles H. Morris terinspirasi oleh kisah janda dan minyak yang tak habis-habisnya itu. Ia melihatnya sebagai alegori sempurna untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan berkat Tuhan, terutama dalam konteks pengalaman Roh Kudus dan hidup yang dipenuhi oleh-Nya.

* **Minyak sebagai Simbol Berkat Tuhan:** Dalam lagu ini, "minyak" secara metaforis melambangkan Roh Kudus, kuasa Tuhan, berkat rohani yang melimpah, anugerah, pengurapan, dan segala kebaikan yang ingin Tuhan curahkan kepada umat-Nya. Seperti minyak yang mengalir tak terbatas dalam kisah Elisa, berkat Tuhan juga tidak terbatas.
* **Bejana sebagai Simbol Diri Kita:** "Bejana-bejana" melambangkan hati kita, hidup kita, iman kita, kesiapan kita, penyerahan diri kita, dan kapasitas kita untuk menerima berkat Tuhan.
* **"Jangan Sedikit Saja" (Not a Few):** Ini adalah inti dari pesan lagu ini. Morris menekankan bahwa Tuhan siap mencurahkan berkat-Nya secara melimpah ruah. Yang sering membatasi berkat itu bukanlah Tuhan, melainkan kita sendiri. Kita sering datang kepada Tuhan dengan hati yang kecil, iman yang terbatas, harapan yang sedikit, atau kesiapan yang minim. Pesan "jangan sedikit saja" adalah seruan untuk:
* **Iman yang Lebih Besar:** Percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan lebih dari yang kita bayangkan.
* **Penyerahan Diri Total:** Memberikan seluruh hidup kita, setiap aspeknya, kepada Tuhan sebagai "bejana" yang siap diisi.
* **Kerinduan yang Dalam:** Memiliki dahaga rohani yang besar untuk kepenuhan Tuhan.
* **Persiapan Hati:** Membersihkan hati dari dosa, mengampuni, dan menciptakan ruang bagi Roh Kudus.
* **Tidak Membatasi Tuhan:** Tidak menetapkan batas pada apa yang bisa Tuhan lakukan atau berikan dalam hidup kita.

* **Kontekstualisasi Kebangunan Rohani:** Lagu ini menjadi sangat populer dalam KKR dan kebaktian kebangunan rohani. Liriknya yang penuh semangat dan melodi yang mudah diingat sering digunakan untuk mendorong jemaat agar mencari "kepenuhan" Roh Kudus, pengalaman "baptisan Roh Kudus" atau "pengudusan" yang merupakan ciri khas gerakan Kekudusan dan Pentakosta. Ini adalah panggilan untuk tidak puas dengan hanya sedikit berkat, tetapi untuk membuka diri sepenuhnya bagi kelimpahan Tuhan.

---

### 4. Dampak dan Warisan

"Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan" tetap menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di banyak gereja di seluruh dunia. Pesannya yang kuat terus relevan bagi setiap generasi:

* **Pengharapan di Tengah Kekurangan:** Mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat mengubah "sedikit" menjadi "melimpah" jika kita datang kepada-Nya dengan iman.
* **Tantangan untuk Memperluas Kapasitas:** Mendorong kita untuk tidak hanya puas dengan sedikit berkat, tetapi untuk terus memperluas hati dan iman kita untuk menerima lebih banyak lagi dari Tuhan.
* **Panggilan untuk Kehidupan yang Penuh:** Mengajak kita untuk tidak hidup dalam kekurangan rohani, tetapi untuk sepenuhnya dipenuhi oleh Roh dan berkat Tuhan.

Dengan demikian, lagu ini bukan hanya tentang sebuah kisah kuno, tetapi tentang sebuah panggilan abadi bagi setiap orang percaya untuk membuka diri secara penuh dan tidak membatasi Tuhan dalam hidup mereka, sehingga berkat-Nya dapat mengalir melimpah ruah, "bukan sedikit saja."
Kembali ke NKB