Informasi Lagu
6
Nomor
Kode
PPK 6
Buku
Puji Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 291, NP 16, KC 38
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Marilah puji Tuhan kasihNya tak terhingga RahmatNya tak berubah tetap setia slamaNya.
Masyurkanlah namaNya Tuhan yang Maha mulia FirmanNya yang berkuasa membaharui dunia.
AnugrahNya melimpah memlihara umatNya KasihNya tak berubah tetap setia slamaNya.
Partitur / Not
Partitur Chord PPK 6
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Mari Bersyukur Semua" atau "Let Us With A Gladsome Mind" (yang sering disebut sebagai "Chinese Folk Tune") adalah sebuah perjalanan yang indah tentang bagaimana sebuah melodi sederhana dari kehidupan sehari-hari dapat melintasi batas budaya, bahasa, dan zaman untuk menjadi himne rohani yang universal dan sangat dicintai.

Mari kita selami detailnya:

---

### 1. Akar Melodi: "The Boat Song" dari Tiongkok (Traditional Chinese)

Jantung dari lagu ini adalah melodinya yang khas dan mudah diingat, yang berasal dari Tiongkok. Melodi ini dikenal dengan nama **"The Boat Song" (?? - Chúang?)**.

* **Asal-Usul Geografis:** Melodi ini diyakini berasal dari wilayah selatan Tiongkok, khususnya di daerah-daerah yang banyak dilalui sungai seperti Sungai Yangtze atau daerah pesisir. Ini adalah melodi yang erat kaitannya dengan kehidupan para nelayan, tukang perahu, atau petani yang bekerja di sawah atau di sepanjang sungai.
* **Fungsi Awal:** "The Boat Song" bukanlah lagu rohani pada awalnya. Ia adalah lagu rakyat (folk song) yang digunakan dalam berbagai konteks:
* **Lagu Kerja (Work Song):** Para pendayung atau nelayan mungkin menyanyikannya untuk menjaga ritme saat bekerja, mendayung perahu, atau menarik jaring.
* **Lagu Pengantar Tidur (Lullaby):** Melodinya yang menenangkan juga cocok dinyanyikan oleh ibu-ibu untuk menidurkan anak-anak mereka.
* **Lagu Harian:** Menggambarkan denyut kehidupan pedesaan Tiongkok, dengan lirik-lirik yang mungkin bercerita tentang keindahan alam, kesulitan hidup, harapan, atau sekadar pengamatan sehari-hari.
* **Karakteristik Melodi:**
* **Skala Pentatonik:** Melodi Tiongkok ini sering menggunakan skala pentatonik (lima nada), yang memberinya kesan sederhana, alami, dan mudah diingat. Ini juga yang membuatnya terdengar khas "oriental" bagi telinga Barat.
* **Kesederhanaan yang Menghanyutkan:** Meskipun sederhana, melodi ini memiliki kekuatan emosional. Ada nuansa melankolis sekaligus harapan di dalamnya, merefleksikan pasang surut kehidupan.
* **Anonim:** Seperti banyak lagu rakyat, tidak ada komposer tunggal yang diketahui untuk "The Boat Song." Ia adalah ciptaan kolektif masyarakat yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

### 2. Ditemukan dan Diadaptasi untuk Dunia Barat (Awal Abad ke-20)

Melodi "The Boat Song" mulai dikenal oleh dunia Barat melalui beberapa jalur:

* **Misionaris dan Etnomusikolog:** Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak misionaris Kristen dan etnomusikolog Barat yang bekerja di Tiongkok. Mereka tertarik pada musik lokal dan mulai mengumpulkan, mencatat, dan mengadaptasi melodi-melodi rakyat Tiongkok.
* **Keindahan Universal:** Melodi "The Boat Song" menarik perhatian karena keindahannya yang universal, kemudahan dinyanyikan, dan potensi spiritualnya. Para misionaris melihat bahwa melodi yang akrab bagi orang Tionghoa dapat digunakan untuk menyebarkan pesan Injil, sebuah bentuk inkulturasi musik gerejawi.
* **Lirik Bahasa Inggris:** Pada sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an, melodi ini mulai dipadukan dengan lirik-lirik Kristen berbahasa Inggris dan muncul dalam buku-buku himne Barat. Salah satu lirik yang paling terkenal adalah adaptasi dari Mazmur 136 yang berjudul **"Let Us With A Gladsome Mind."** Lirik ini, yang sering dikaitkan dengan Geoffrey Threlfall (meskipun ada beberapa versi lain), berfokus pada syukur kepada Tuhan atas kebaikan dan kemurahan-Nya yang kekal.

* **Catatan Penting:** Ada himne berbahasa Inggris lain yang juga berjudul "Let Us With A Gladsome Mind" yang ditulis oleh John Milton pada abad ke-17, tetapi ia menggunakan melodi yang berbeda. Jadi, ketika kita merujuk pada "Let Us With A Gladsome Mind" dengan melodi Tiongkok, kita merujuk pada lirik yang dipadukan *khusus* dengan "The Boat Song."

### 3. Peran Yamuger: Mengadaptasi untuk Gereja di Indonesia

Di Indonesia, melodi Tiongkok ini mendapatkan kehidupan baru melalui peran penting **Yayasan Musik Gerejawi (Yamuger)**.

* **Konteks Indonesia:** Setelah kemerdekaan Indonesia dan seiring dengan pertumbuhan gereja-gereja Protestan, ada kebutuhan besar akan himne-himne yang relevan, mudah dinyanyikan, dan dapat dipahami oleh jemaat. Yamuger didirikan dengan visi untuk mengembangkan musik gerejawi di Indonesia, baik melalui penciptaan lagu-lagu baru maupun adaptasi dari himne-himne klasik atau melodi-melodi dari berbagai budaya.
* **Adaptasi Lirik Indonesia:** Para penyusun himne di Yamuger (seperti Pdt. E. L. Pohan, Yamuger sendiri, atau tim komisi lagu) mengenali keindahan dan potensi melodi "The Boat Song." Mereka menciptakan lirik berbahasa Indonesia yang indah dan bermakna, yaitu **"Mari Bersyukur Semua."** Lirik ini dengan sempurna menangkap semangat syukur dan pujian kepada Tuhan yang Maha Kuasa, selaras dengan ritme dan melodi asli.
* **Popularitas dan Dampak:** Sejak diperkenalkan melalui buku himne seperti **"Kidung Jemaat" (KJ)** atau **"Pelengkap Kidung Jemaat" (PKJ)**, "Mari Bersyukur Semua" dengan cepat menjadi salah satu himne yang paling populer di gereja-gereja Protestan di Indonesia.
* **Mudah Dinyanyikan:** Melodinya yang sederhana membuatnya mudah dipelajari dan dinyanyikan oleh segala usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.
* **Pesan Kuat:** Liriknya yang mengajak untuk bersyukur atas segala berkat Tuhan, dari terang siang hingga anugerah-Nya yang tak putus, sangat menyentuh hati jemaat.
* **Rasa Kebersamaan:** Lagu ini menciptakan rasa kebersamaan dan sukacita saat dinyanyikan secara berjemaat.

### 4. Warisan dan Makna

Kisah "Mari Bersyukur Semua / Let Us With A Gladsome Mind" adalah sebuah testament tentang:

* **Kekuatan Musik Universal:** Bagaimana sebuah melodi yang lahir dari denyut kehidupan sederhana di Tiongkok dapat melampaui batas bahasa dan budaya untuk menjadi ekspresi iman universal.
* **Inkulturasi dalam Musik Gerejawi:** Pentingnya mengadaptasi musik lokal atau melodi yang akrab bagi suatu budaya untuk menyampaikan pesan Injil dan memperkaya ibadah.
* **Warisan Yamuger:** Kontribusi besar Yamuger dalam memperkaya khazanah musik gerejawi di Indonesia, memungkinkan jemaat untuk memuji Tuhan dengan lagu-lagu yang indah dan bermakna.

Dari sebuah perahu di sungai-sungai Tiongkok hingga ke gedung-gedung gereja di seluruh dunia, melodi ini terus mengajak kita untuk merenungkan dan menyatakan syukur atas segala kebaikan Tuhan.
Kembali ke PPK