KC
Burung Pipit Yang Kecil
Informasi Lagu
17
Nomor
Kode
KC 17
Buku
Kidung Ceria
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 385, KK 420
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1.
Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan.
Terlebih diriku dikasihi Tuhan.
2.
Bunga bakung di padang diberi keindahan.
Terlebih diriku, dikasih Tuhan.
3.
Burung yang besar, kecil, bunga indah warnanya,
satu tak terlupa, oleh Penciptanya.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Burung Pipit yang Kecil"** (judul asli bahasa Inggris: *“His Eye Is on the Sparrow”*) adalah salah satu lagu rohani paling ikonik sepanjang masa. Lagu ini bukan sekadar melodi indah, melainkan sebuah kesaksian iman yang lahir dari penderitaan yang sangat mendalam.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Civilla D. Martin (1905)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Civilla D. Martin**. Kisahnya berawal dari sebuah persahabatan yang menyentuh hati. Pada tahun 1905, Civilla dan suaminya sedang berkunjung ke Elmira, New York, untuk menemui seorang pasangan lans Doolittle yang sangat mereka kenal.
Ibu Doolittle adalah seorang wanita yang telah terbaring di tempat tidur selama hampir 20 tahun akibat penyakit kronis. Meskipun kondisi fisiknya sangat lemah dan terbatas, ia memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh.
Suatu hari, Civilla bertanya kepada Ibu Doolittle, *"Bagaimana Anda bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita meski dalam kondisi seperti ini sepanjang waktu?"*
Ibu Doolittle menjawab dengan kalimat yang sangat sederhana namun kuat: **"Jika Tuhan memperhatikan burung pipit yang kecil, saya tahu Dia pasti memperhatikan saya."**
Kalimat itu sangat membekas di hati Civilla. Begitu sampai di rumah, Civilla langsung terinspirasi dan menulis lirik lagu tersebut dalam satu kali duduk. Ia menuliskan keyakinan bahwa jika Tuhan yang menciptakan alam semesta mau memperhatikan makhluk sekecil burung pipit, maka Dia tentu jauh lebih memperhatikan setiap manusia yang mengalami penderitaan.
### 2. Komposer Musik: Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla memberikan naskah tersebut kepada seorang komposer lagu rohani terkenal bernama **Charles H. Gabriel**. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang kita kenal sekarang—melodi yang tenang, penuh pengharapan, dan menyentuh jiwa.
### 3. Mengapa John Zundel / Debora Samudera?
Anda menyebutkan nama **John Zundel** dan **Debora Samudera**. Ada sedikit klarifikasi terkait nama-nama ini:
* **John Zundel:** Beliau adalah komposer abad ke-19 yang sangat terkenal dengan lagu *"Love Divine, All Loves Excelling"* (sering dikaitkan dengan lagu rohani klasik lainnya). Terkadang, dalam beberapa buku nyanyian gerejawi, terjadi kerancuan atribusi komposer karena banyaknya lagu rohani yang disusun ulang. Namun, secara historis, komposisi asli untuk lirik *“His Eye Is on the Sparrow”* adalah karya **Charles H. Gabriel**.
* **Debora Samudera:** Dalam konteks Indonesia, nama ini kemungkinan besar adalah penyanyi atau penerjemah yang mempopulerkan versi bahasa Indonesia dari lagu ini. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, dan Debora Samudera dikenal sebagai salah satu penyanyi yang membawakan versi bahasa Indonesia dengan penghayatan yang sangat dalam.
### Makna Mendalam Lagu Ini
Lagu ini didasarkan pada ayat Alkitab **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
Kisah di balik lagu ini mengajarkan bahwa **penderitaan bukan berarti Tuhan meninggalkan kita**. Justru di saat seseorang merasa paling "kecil", paling tidak berdaya, dan paling terlupakan (seperti Ibu Doolittle di tempat tidurnya), di saat itulah Tuhan sedang memperhatikan mereka dengan perhatian yang sangat khusus.
Lagu ini menjadi lagu penyemangat bagi banyak orang di seluruh dunia, termasuk menjadi lagu favorit dari penyanyi legendaris **Mahalia Jackson**, yang sering menyanyikan lagu ini sebagai sumber kekuatan pribadinya.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Civilla D. Martin (1905)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Civilla D. Martin**. Kisahnya berawal dari sebuah persahabatan yang menyentuh hati. Pada tahun 1905, Civilla dan suaminya sedang berkunjung ke Elmira, New York, untuk menemui seorang pasangan lans Doolittle yang sangat mereka kenal.
Ibu Doolittle adalah seorang wanita yang telah terbaring di tempat tidur selama hampir 20 tahun akibat penyakit kronis. Meskipun kondisi fisiknya sangat lemah dan terbatas, ia memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh.
Suatu hari, Civilla bertanya kepada Ibu Doolittle, *"Bagaimana Anda bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita meski dalam kondisi seperti ini sepanjang waktu?"*
Ibu Doolittle menjawab dengan kalimat yang sangat sederhana namun kuat: **"Jika Tuhan memperhatikan burung pipit yang kecil, saya tahu Dia pasti memperhatikan saya."**
Kalimat itu sangat membekas di hati Civilla. Begitu sampai di rumah, Civilla langsung terinspirasi dan menulis lirik lagu tersebut dalam satu kali duduk. Ia menuliskan keyakinan bahwa jika Tuhan yang menciptakan alam semesta mau memperhatikan makhluk sekecil burung pipit, maka Dia tentu jauh lebih memperhatikan setiap manusia yang mengalami penderitaan.
### 2. Komposer Musik: Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla memberikan naskah tersebut kepada seorang komposer lagu rohani terkenal bernama **Charles H. Gabriel**. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang kita kenal sekarang—melodi yang tenang, penuh pengharapan, dan menyentuh jiwa.
### 3. Mengapa John Zundel / Debora Samudera?
Anda menyebutkan nama **John Zundel** dan **Debora Samudera**. Ada sedikit klarifikasi terkait nama-nama ini:
* **John Zundel:** Beliau adalah komposer abad ke-19 yang sangat terkenal dengan lagu *"Love Divine, All Loves Excelling"* (sering dikaitkan dengan lagu rohani klasik lainnya). Terkadang, dalam beberapa buku nyanyian gerejawi, terjadi kerancuan atribusi komposer karena banyaknya lagu rohani yang disusun ulang. Namun, secara historis, komposisi asli untuk lirik *“His Eye Is on the Sparrow”* adalah karya **Charles H. Gabriel**.
* **Debora Samudera:** Dalam konteks Indonesia, nama ini kemungkinan besar adalah penyanyi atau penerjemah yang mempopulerkan versi bahasa Indonesia dari lagu ini. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, dan Debora Samudera dikenal sebagai salah satu penyanyi yang membawakan versi bahasa Indonesia dengan penghayatan yang sangat dalam.
### Makna Mendalam Lagu Ini
Lagu ini didasarkan pada ayat Alkitab **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
Kisah di balik lagu ini mengajarkan bahwa **penderitaan bukan berarti Tuhan meninggalkan kita**. Justru di saat seseorang merasa paling "kecil", paling tidak berdaya, dan paling terlupakan (seperti Ibu Doolittle di tempat tidurnya), di saat itulah Tuhan sedang memperhatikan mereka dengan perhatian yang sangat khusus.
Lagu ini menjadi lagu penyemangat bagi banyak orang di seluruh dunia, termasuk menjadi lagu favorit dari penyanyi legendaris **Mahalia Jackson**, yang sering menyanyikan lagu ini sebagai sumber kekuatan pribadinya.