Informasi Lagu
211
Nomor
Kode
KJ 211
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 262, KC 101
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 7 bait
Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya! Kubur ditinggalkanNya, maut dikalahkanNya. Tuhanku bangkit! Nyanyilah: Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! Tiga ibu datanglah, tidak menemukanNya. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! Sang malaikat mulia membukakan kuburNya. Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! "Jangan takut dan sedih: Yang kaucari tlah pergi!" Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! "Ingat akan sabdaNya yang pernah diucapNya." Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! "Setelah sengsaraNya Allah memuliakanNya." Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya! Yang tersalib hiduplah! Kita hidup olehNya! Tuhanku bangkit! Nyanyilah Haleluya!
Slide Lirik 7 slide
Slide 1 — KJ 211 1
Slide 2 — KJ 211 2
Slide 3 — KJ 211 3
Slide 4 — KJ 211 4
Slide 5 — KJ 211 5
Slide 6 — KJ 211 6
Slide 7 — KJ 211 7
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 211
Sejarah Lagu
Lagu **"Tuhanku Bangkit! Nyanyilah!"** (dalam bahasa Belanda berjudul *"De Heer is waarlijk opgestaan!"*) adalah salah satu kidung Paskah yang sangat dikenal dalam tradisi gereja-gereja Reformed di Belanda dan kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia dalam buku *Nyanyian Kidung Baru (NKB) No. 104*.

Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita perlu melihat kolaborasi antara penulis lirik dan penggubah musiknya, serta konteks teologis yang mereka usung.

### 1. Sosok Penulis Lirik: Henriette Johanna Wilhelmina Modderman (1856–1936)
Henriette Modderman adalah seorang penulis Belanda yang dikenal karena kontribusinya pada sastra rohani. Ia hidup di masa di mana pemahaman akan kebangkitan Kristus menjadi pusat dari iman Kristen yang teguh. Lirik yang ia tulis bukan sekadar puisi puitis, melainkan sebuah **proklamasi iman**.

Inti dari lirik ini adalah penegasan bahwa kebangkitan Yesus bukan sekadar mitos atau dongeng, melainkan sebuah realitas sejarah yang menggemparkan. Judul aslinya, *"De Heer is waarlijk opgestaan!"* (Tuhan sungguh-sungguh telah bangkit), merujuk langsung pada ucapan para murid dalam Lukas 24:34: *"Sesungguhnya Tuhan telah bangkit."*

### 2. Sosok Penggubah Musik: Wim Ter Burg (1914–1995)
Wim Ter Burg adalah seorang komponis, organis, dan konduktor paduan suara asal Belanda yang sangat berpengaruh dalam musik gerejawi di abad ke-20. Ia dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki kekuatan "singability" (mudah dinyanyikan oleh jemaat dalam jumlah besar).

Karya Ter Burg sering kali menggunakan harmoni yang ceria namun megah, yang sangat cocok untuk merayakan kemenangan Paskah. Dalam lagu ini, ia berhasil menciptakan kontras antara suasana duka (yang biasanya mendahului Paskah) dengan sukacita kemenangan yang meledak-ledak.

### 3. Kisah di Balik Pesan Lagu
Secara teologis, lagu ini lahir dari kerinduan untuk membawa jemaat mengalami **"kejut Paskah"**.

* **Pernyataan Realitas:** Penekanan kata "sungguh-sungguh" (waarlijk) adalah respons terhadap keraguan banyak orang di zamannya tentang kebangkitan fisik Yesus. Modderman ingin menegaskan bahwa kebangkitan adalah fakta yang tidak bisa dibantah.
* **Ajak Bermazmur:** Bagian "Nyanyilah" dalam judul menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus bukanlah sesuatu yang hanya disimpan dalam pikiran, melainkan harus diungkapkan melalui pujian yang nyaring.
* **Dampak bagi Kehidupan:** Lirik lagu ini mengajak jemaat untuk tidak lagi tinggal dalam kesedihan atau ketakutan akan kematian. Karena Kristus telah mengalahkan maut, maka umat percaya memiliki kepastian hidup yang baru.

### 4. Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Lagu ini menjadi klasik karena berhasil menangkap **antusiasme jemaat mula-mula**. Saat menyanyikan lagu ini:
* **Struktur Melodinya:** Membangun semangat dari bait ke bait, mencerminkan perjalanan dari kubur yang kosong menuju kemenangan surgawi.
* **Kekuatan Lirik:** Tidak menggunakan bahasa yang rumit atau teologis yang berat, melainkan kalimat-kalimat pendek yang tajam dan menggugah, seperti seruan kemenangan di pagi hari Paskah.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu "Tuhanku Bangkit! Nyanyilah!" adalah kisah tentang dua seniman Kristen yang ingin memastikan bahwa setiap orang yang masuk ke gereja pada hari Paskah tidak hanya mendengar tentang Yesus yang mati, tetapi benar-benar merayakan Yesus yang **hidup**.

Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib di banyak gereja pada kebaktian subuh Paskah. Ia bukan sekadar lagu pengiring, melainkan sebuah deklarasi bahwa iman Kristen berdiri tegak di atas satu fondasi utama: **Kubur itu kosong, dan Tuhan memang sungguh-sungguh telah bangkit.**