Informasi Lagu
195
Nomor
Kode
KJ 195
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KC 104, NP 75, NKI 56, PPK 62. KPJ 253
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di makam yang gelap Yesus terbaring menanti merekah fajar terang. Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya. Ia hidup dan berkuasa slamanya! Tlah menang, tlah menang! Kristus bangkit dan menang!
Dan sia-sialah kubur dijaga, pun tiada gunanya batu besar. Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya. Ia hidup dan berkuasa slamanya! Tlah menang, tlah menang! Kristus bangkit dan menang!
Maut dan Iblis pun tidak berdaya menahan Tuhanku, Sang Penebus. Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya. Ia hidup dan berkuasa slamanya! Tlah menang, tlah menang! Kristus bangkit dan menang!
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KJ 195 1
Slide 2 — KJ 195 2
Slide 3 — KJ 195 3
Slide 4 — KJ 195 4
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 195
Sejarah Lagu
Lagu **"Tuhan Yesus Bangkitlah"** (judul asli dalam bahasa Inggris: *"Low in the Grave He Lay"* atau yang lebih populer dikenal dengan judul *"Christ Arose!"*) adalah salah satu himne Paskah yang paling ikonik dalam sejarah gereja.

Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Sang Pencipta: Robert Lowry
Lagu ini ditulis oleh **Robert Lowry** (1826–1899), seorang pendeta Baptis asal Amerika Serikat. Selain seorang pengkhotbah yang berbakat, Lowry juga dikenal sebagai komponis musik gerejawi yang sangat produktif pada masanya. Ia tidak hanya menulis lirik, tetapi juga menggubah melodi untuk banyak himne populer lainnya.

### 2. Konteks Penulisan (1874)
Kisah penciptaan lagu ini terjadi pada tahun **1874**, ketika Lowry sedang duduk di ruang kerjanya. Lowry sering kali menghabiskan waktu dengan merenungkan narasi Alkitab dalam Injil Lukas pasal 24, yang mengisahkan tentang para perempuan yang datang ke kubur Yesus pada pagi hari Paskah dan menemukan bahwa Ia telah bangkit.

Lowry ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap suasana **transisi dari kesedihan yang mendalam menuju sukacita yang meluap-luap.** Ia ingin agar jemaat merasakan "kejutan" dari peristiwa kebangkitan tersebut.

### 3. Keunikan Struktur Lagu
Hal yang membuat lagu ini istimewa adalah struktur komposisinya:

* **Bait (Verse):** Menggunakan nada yang lebih rendah, lambat, dan khidmat. Ini menggambarkan suasana kubur yang gelap, sepi, dan kematian yang tampak "menang" untuk sementara waktu. Liriknya seperti *"Terkubur dalam makam, Yesus, Juruselamatku; menanti fajar pagi, Yesus, Tuhanku."*
* **Reff (Chorus):** Di sinilah letak kejeniusan Lowry. Saat memasuki bagian refrain, tempo musik berubah menjadi lebih cepat dan bersemangat dengan nada yang tinggi dan gegap gempita. Liriknya, *"Dia bangkit! Dia bangkit! Dari kubur menanglah!"* adalah ledakan kemenangan yang kontras dengan suasana sunyi di baitnya.

### 4. Makna Teologis
Lagu ini merefleksikan iman Kristen yang mendasar: bahwa kematian bukanlah akhir. Lowry ingin pendengar merasakan bagaimana kegelapan "makam" tidak mampu menahan Kristus. Dalam lirik aslinya (*"Vainly they watch his bed, Vainly they seal the dead"*), Lowry menekankan bahwa upaya manusia (penjagaan tentara Romawi dan segel batu besar) adalah sia-sia di hadapan kuasa Allah.

### 5. Dampak dan Warisan
Sejak diterbitkan pada tahun 1874, lagu ini langsung menjadi favorit di banyak gereja di seluruh dunia. Kepopulerannya tidak pernah pudar karena melodi "Christ Arose!" sangat mudah diingat dan memberikan efek emosional yang kuat bagi jemaat yang merayakan Paskah.

Bagi banyak orang, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan sebuah **"pengalaman teater musikal"**. Mendengarkan bagian refrain setelah bait yang pelan memberikan kesan yang mendalam bahwa kebangkitan Yesus adalah kemenangan yang tak terduga namun pasti.

---

**Fakta Menarik:**
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib di hampir semua kebaktian Paskah di berbagai denominasi gereja. Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tetap mempertahankan nuansa dramatis yang diinginkan oleh Lowry, menjadikannya salah satu himne Paskah yang paling berpengaruh hingga hari ini.