Informasi Lagu
56
Nomor
Kode
NKI 56
Buku
Nyanyian Kemenangan Iman
Metronom
0
Cross Ref.
KC 104, NP 75, KJ 195, PK 62, KPJ 253
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di dalam kubur g’lap Tuhanku Yesus Dibaringkan senyap Tuhan Yesus. Mukhalis berbangkitlah Kuasa iblis hilanglah seg’ra Maut dan kubur Tak berkuasa atas-Nya Musuh manusia dialahkan-Nya Nama-Nya pujilah “Tuhan Yesus hiduplah”
Penjaga s’muanya Hilang kuasanya Olehnya tak terhalang Bangkit-Nya.
Kubur terbukalah Yesus bangkitlah Kuasanya maut lenyap Tak bersengat.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKI 56 1
Slide 2 — NKI 56 2
Slide 3 — NKI 56 3
Slide 4 — NKI 56 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKI 56
Sejarah Lagu
Lagu **"Tuhan Yesus Bangkitlah"** (judul asli dalam bahasa Inggris: *"Low in the Grave He Lay"* atau yang lebih populer dikenal dengan judul *"Christ Arose!"*) adalah salah satu himne Paskah yang paling ikonik dalam sejarah gereja.

Berikut adalah kisah mendalam di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Sang Pencipta: Robert Lowry
Lagu ini ditulis oleh **Robert Lowry** (1826–1899), seorang pendeta Baptis asal Amerika Serikat. Selain seorang pengkhotbah yang berbakat, Lowry juga dikenal sebagai komponis musik gerejawi yang sangat produktif pada masanya. Ia tidak hanya menulis lirik, tetapi juga menggubah melodi untuk banyak himne populer lainnya.

### 2. Konteks Penulisan (1874)
Kisah penciptaan lagu ini terjadi pada tahun **1874**, ketika Lowry sedang duduk di ruang kerjanya. Lowry sering kali menghabiskan waktu dengan merenungkan narasi Alkitab dalam Injil Lukas pasal 24, yang mengisahkan tentang para perempuan yang datang ke kubur Yesus pada pagi hari Paskah dan menemukan bahwa Ia telah bangkit.

Lowry ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap suasana **transisi dari kesedihan yang mendalam menuju sukacita yang meluap-luap.** Ia ingin agar jemaat merasakan "kejutan" dari peristiwa kebangkitan tersebut.

### 3. Keunikan Struktur Lagu
Hal yang membuat lagu ini istimewa adalah struktur komposisinya:

* **Bait (Verse):** Menggunakan nada yang lebih rendah, lambat, dan khidmat. Ini menggambarkan suasana kubur yang gelap, sepi, dan kematian yang tampak "menang" untuk sementara waktu. Liriknya seperti *"Terkubur dalam makam, Yesus, Juruselamatku; menanti fajar pagi, Yesus, Tuhanku."*
* **Reff (Chorus):** Di sinilah letak kejeniusan Lowry. Saat memasuki bagian refrain, tempo musik berubah menjadi lebih cepat dan bersemangat dengan nada yang tinggi dan gegap gempita. Liriknya, *"Dia bangkit! Dia bangkit! Dari kubur menanglah!"* adalah ledakan kemenangan yang kontras dengan suasana sunyi di baitnya.

### 4. Makna Teologis
Lagu ini merefleksikan iman Kristen yang mendasar: bahwa kematian bukanlah akhir. Lowry ingin pendengar merasakan bagaimana kegelapan "makam" tidak mampu menahan Kristus. Dalam lirik aslinya (*"Vainly they watch his bed, Vainly they seal the dead"*), Lowry menekankan bahwa upaya manusia (penjagaan tentara Romawi dan segel batu besar) adalah sia-sia di hadapan kuasa Allah.

### 5. Dampak dan Warisan
Sejak diterbitkan pada tahun 1874, lagu ini langsung menjadi favorit di banyak gereja di seluruh dunia. Kepopulerannya tidak pernah pudar karena melodi "Christ Arose!" sangat mudah diingat dan memberikan efek emosional yang kuat bagi jemaat yang merayakan Paskah.

Bagi banyak orang, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan sebuah **"pengalaman teater musikal"**. Mendengarkan bagian refrain setelah bait yang pelan memberikan kesan yang mendalam bahwa kebangkitan Yesus adalah kemenangan yang tak terduga namun pasti.

---

**Fakta Menarik:**
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib di hampir semua kebaktian Paskah di berbagai denominasi gereja. Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tetap mempertahankan nuansa dramatis yang diinginkan oleh Lowry, menjadikannya salah satu himne Paskah yang paling berpengaruh hingga hari ini.