Informasi Lagu
81
Nomor
Kode
KJ 81
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
60
Jumlah Bait
5 bait
Style
LoveSong
Cross Ref.
KPJ 242 , NR 23 , MK 1 , PS 443, KPPK 86
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
O, datanglah, Imanuel, tebus umatMu Israel yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O, datang, Tunas Isai, patahkan belenggu pedih dan umatMu lepaskanlah dari lembah sengsaranya. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O Surya Pagi, datanglah dan jiwa kami hiburlah; halaukanlah gelap seram bayangan maut yang kejam. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!
O Kunci Daud, datanglah, gapura sorga bukalah; tutuplah jalan seteru, supaya slamat umatMu. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.
O Tuhan Allah, datanglah, FirmanMu berkuasalah, seperti waktu Kauberi di atas puncak Sinai. Bersoraklah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — KJ 81 1
Slide 2 — KJ 81 2
Slide 3 — KJ 81 3
Slide 4 — KJ 81 4
Slide 5 — KJ 81 5
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 81
Sejarah Lagu
Lagu **"O, Datanglah Imanuel"** (dalam bahasa Latin: *Veni, Veni, Emmanuel*) adalah salah satu lagu rohani tertua dan paling dihormati dalam tradisi Kristen, khususnya pada masa Adven (masa penantian menjelang Natal).

Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara sejarah teologi kuno, sastra Latin abad pertengahan, dan penyuntingan musik era Victoria. Berikut adalah detail kisah di baliknya:

### 1. Akar Sejarah: Antifon "O" (Abad ke-8)
Lirik asli lagu ini tidak ditulis sebagai satu lagu utuh sejak awal, melainkan berasal dari **"O Antiphons"** (Antifon O). Antifon ini adalah tujuh doa pendek yang dinyanyikan dalam ibadah malam gereja (Vespers) selama tujuh hari menjelang Natal, yakni dari tanggal 17 hingga 23 Desember.

* Setiap antifon dimulai dengan seruan "O" dan memanggil Mesias dengan gelar-gelar yang diambil dari nubuat Nabi Yesaya dalam Perjanjian Lama.
* Contoh gelar tersebut adalah *O Sapientia* (O Hikmat), *O Adonai* (O Tuhan), *O Radix Jesse* (O Tunas Isai), hingga *O Emmanuel* (O Imanuel).
* Pada abad ke-8 di biara-biara Eropa, para rahib menyusun tujuh doa ini menjadi satu kesatuan puitis dalam bahasa Latin.

### 2. Transformasi menjadi Puisi Latin (Abad ke-12)
Sekitar abad ke-12, seorang penulis anonim menggabungkan tujuh antifon ini ke dalam bait-bait puisi Latin berjudul *"Veni, Veni, Emmanuel"*. Penulis ini menyusunnya agar bisa dinyanyikan, mengubah format doa ibadah menjadi lirik lagu yang ritmis. Selama berabad-abad, lagu ini hidup dalam tradisi lisan di lingkungan biara.

### 3. Penemuan Musik oleh Thomas Helmore (1854)
Lirik Latin tersebut lama terkubur hingga akhirnya ditemukan kembali oleh seorang pendeta dan musikus Inggris bernama **Thomas Helmore** pada pertengahan abad ke-19.

* Pada tahun 1854, Helmore menerbitkan buku berjudul *Carols for Christmas-tide*.
* Ia memasangkan lirik Latin kuno tersebut dengan melodi dari sebuah buku musik kuno berjudul *Psalteriolum Cantionum Catholicarum* (buku nyanyian Katolik abad ke-15 yang berasal dari Portugal/Perancis).
* Melodi yang dipilih Helmore bersifat **Plainchant** (nyanyian Gregorian) dalam tangga nada *Dorian* yang minor, memberikan nuansa yang misterius, melankolis, namun penuh kerinduan. Inilah mengapa lagu ini terasa sangat "khusyuk" dan berbeda dari lagu Natal yang ceria.

### 4. Terjemahan ke Bahasa Inggris (John Mason Neale)
Meskipun Helmore yang memberikan melodinya, tokoh yang membuat lagu ini mendunia adalah **John Mason Neale**. Dialah yang menerjemahkan lirik Latin tersebut ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1851.

Neale adalah seorang ahli bahasa yang sangat mencintai tradisi gereja kuno. Terjemahannya mempertahankan esensi teologis dari tujuh gelar Mesias tersebut. Versi bahasa Inggrisnya, *"O Come, O Come, Emmanuel"*, menjadi standar yang kita kenal hingga hari ini.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Istimewa?
Jika Anda memperhatikan liriknya, setiap bait merujuk pada harapan akan kedatangan Tuhan sebagai pembebas:
* **Bait 1:** Memanggil Imanuel (Allah beserta kita).
* **Bait 2:** Memanggil Tunas Isai (Raja yang membebaskan tawanan).
* **Bait 3:** Memanggil Sang Surya Pagi (Penghalau kegelapan).
* **Bait 4:** Memanggil Kunci Daud (Pintu menuju surga).

**Fakta Menarik:**
Ada sebuah teka-teki rahasia dalam tujuh Antifon "O" ini. Jika Anda mengambil huruf pertama dari gelar-gelar Kristus dalam bahasa Latin secara terbalik (*Emmanuel, Rex, Oriens, Clavis, Radix, Adonai, Sapientia*), huruf-huruf itu membentuk akrostik: **ERO CRAS**. Dalam bahasa Latin, *Ero Cras* berarti **"Besok, Aku akan datang."**

Ini adalah pesan tersembunyi yang sangat indah: setelah tujuh hari berdoa, Tuhan menjawab dengan pesan bahwa "Besok, Aku akan datang" (tepat pada Malam Natal).

Itulah sebabnya lagu *O, Datanglah Imanuel* bukan sekadar lagu Natal biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual tentang kerinduan manusia akan kedatangan Tuhan.