KK
Di Bawah Salib Yesus
Beneath The Cross Of Jesus
Informasi Lagu
365
Nomor
Kode
KK 365
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Frederick Charles Maker
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
NKB 176, KPPK 156, NKI 45, NP 236
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Di bawah salib Yesus ëku ingin berhenti
yaitu cadas yang teguh , pelindung yang letih.
Tempat musafir berteduh di jalan yang berat;
Naungan itu panas terik bagiku yang penat.
Dan pada salib Yesus tampak di mataku.
sesosok tubuh, terpencil tersiksa bagiku.
Hatiku yang remuk, sedih, melihatnya jelas
bahwa aku tiada layaklah dapat kasih dan belas.
Ya salib, ëku jadikan naungan rumahku.
Semata cahya wajahNya bagiku yang perlu.
Biarkan dunia ëku lepas, tak ada ruginya.
Yang hilang dosa sajalah dan labaku salibNya.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu pujian klasik **"Di Bawah Salib Yesus" (Beneath the Cross of Jesus)** adalah perpaduan antara kehidupan yang singkat namun penuh iman dari penulis liriknya, Elizabeth Cecelia Douglas Clephane, dan keindahan melodi yang diciptakan oleh Frederick C. Maker.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane (1830–1869)
Elizabeth Clephane lahir di Edinburgh, Skotlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius, penuh kasih, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sepanjang hidupnya, ia sering membantu orang miskin di lingkungannya. Oleh teman-temannya, ia dijuluki sebagai "Sunbeam" (Sinar Matahari) karena keceriaan dan kebaikannya.
Namun, Elizabeth memiliki kesehatan yang sangat rapuh. Ia menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi sakit-sakitan. Meskipun hidupnya singkat (ia meninggal pada usia 39 tahun), ia meninggalkan warisan berupa puisi-puisi rohani yang mendalam.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
"Di Bawah Salib Yesus" ditulis pada tahun 1868, hanya setahun sebelum kematiannya. Lirik ini terinspirasi dari **kontemplasi mendalam terhadap penderitaan Kristus di kayu salib**.
Dalam kondisi fisiknya yang melemah, Elizabeth tidak meratapi nasibnya. Sebaliknya, ia menemukan perlindungan dan kedamaian dengan membayangkan dirinya berdiri "di bawah salib". Baginya, salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tempat berlindung yang aman bagi jiwa yang letih, tempat di mana "beban dunia" terasa ringan.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati: *“Aku tak mencari kemegahan, dan dunia tak kucari; yang kuinginkan hanyalah salib-Mu, tempat perlindunganku.”* Baginya, salib adalah tempat di mana kasih karunia Tuhan lebih besar daripada penderitaan fisik yang ia alami.
Puisi ini diterbitkan secara anumerta (setelah ia meninggal) di sebuah majalah bernama *The Family Treasury* pada tahun 1872, dengan judul asli *"Beneath the Cross of Jesus"*.
### 3. Komposisi Musik: Frederick C. Maker (1844–1927)
Lirik indah karya Elizabeth kemudian dipertemukan dengan melodi yang tepat oleh **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer gerejawi asal Bristol, Inggris.
Maker menggubah melodi untuk lagu ini pada tahun 1881. Ia menamai nada (tune) lagu ini **"St. Christopher"**. Nama ini dipilih karena St. Christopher sering dianggap sebagai pelindung para musafir atau pengembara. Pemilihan nama ini sangat tepat karena lirik lagu tersebut berbicara tentang jiwa yang sedang "mengembara" dan akhirnya menemukan tempat perhentian di bawah salib Kristus.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Lagu ini tetap populer selama lebih dari 150 tahun karena pesan universalnya:
* **Perlindungan:** Bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian dan rasa sakit, salib adalah "tembok yang kokoh" (sebuah perlindungan yang aman).
* **Penyerahan Diri:** Pengakuan bahwa semua kebanggaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih Kristus.
* **Visi Iman:** Bait terakhir lagu ini sering dianggap sebagai puncak dari pengalaman iman: *“Bagiku, salib-Mu adalah keindahan utama, di mana hatiku berdiam dan pandanganku tertuju pada-Mu.”*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang seorang wanita yang meskipun menderita secara fisik, jiwanya menemukan kekuatan yang luar biasa di dalam penghayatan akan pengorbanan Yesus. Ia tidak melihat salib sebagai simbol kematian semata, melainkan sebagai **tempat perlindungan yang teduh**. Ketika Frederick C. Maker menambahkan melodinya yang anggun dan melankolis, lirik tersebut berubah menjadi salah satu pujian paling sakral dan menenangkan di dunia Kristen.
Saat ini, "Di Bawah Salib Yesus" sering dinyanyikan dalam masa Pra-Paskah atau saat kebaktian Jumat Agung, sebagai pengingat akan pengorbanan yang menjadi dasar iman umat Kristen.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Elizabeth Cecelia Douglas Clephane (1830–1869)
Elizabeth Clephane lahir di Edinburgh, Skotlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius, penuh kasih, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sepanjang hidupnya, ia sering membantu orang miskin di lingkungannya. Oleh teman-temannya, ia dijuluki sebagai "Sunbeam" (Sinar Matahari) karena keceriaan dan kebaikannya.
Namun, Elizabeth memiliki kesehatan yang sangat rapuh. Ia menjalani sebagian besar hidupnya dalam kondisi sakit-sakitan. Meskipun hidupnya singkat (ia meninggal pada usia 39 tahun), ia meninggalkan warisan berupa puisi-puisi rohani yang mendalam.
### 2. Inspirasi di Balik Liriknya
"Di Bawah Salib Yesus" ditulis pada tahun 1868, hanya setahun sebelum kematiannya. Lirik ini terinspirasi dari **kontemplasi mendalam terhadap penderitaan Kristus di kayu salib**.
Dalam kondisi fisiknya yang melemah, Elizabeth tidak meratapi nasibnya. Sebaliknya, ia menemukan perlindungan dan kedamaian dengan membayangkan dirinya berdiri "di bawah salib". Baginya, salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tempat berlindung yang aman bagi jiwa yang letih, tempat di mana "beban dunia" terasa ringan.
Liriknya mencerminkan kerendahan hati: *“Aku tak mencari kemegahan, dan dunia tak kucari; yang kuinginkan hanyalah salib-Mu, tempat perlindunganku.”* Baginya, salib adalah tempat di mana kasih karunia Tuhan lebih besar daripada penderitaan fisik yang ia alami.
Puisi ini diterbitkan secara anumerta (setelah ia meninggal) di sebuah majalah bernama *The Family Treasury* pada tahun 1872, dengan judul asli *"Beneath the Cross of Jesus"*.
### 3. Komposisi Musik: Frederick C. Maker (1844–1927)
Lirik indah karya Elizabeth kemudian dipertemukan dengan melodi yang tepat oleh **Frederick C. Maker**, seorang organis dan komposer gerejawi asal Bristol, Inggris.
Maker menggubah melodi untuk lagu ini pada tahun 1881. Ia menamai nada (tune) lagu ini **"St. Christopher"**. Nama ini dipilih karena St. Christopher sering dianggap sebagai pelindung para musafir atau pengembara. Pemilihan nama ini sangat tepat karena lirik lagu tersebut berbicara tentang jiwa yang sedang "mengembara" dan akhirnya menemukan tempat perhentian di bawah salib Kristus.
### 4. Makna Teologis yang Mendalam
Lagu ini tetap populer selama lebih dari 150 tahun karena pesan universalnya:
* **Perlindungan:** Bahwa dalam dunia yang penuh ketidakpastian dan rasa sakit, salib adalah "tembok yang kokoh" (sebuah perlindungan yang aman).
* **Penyerahan Diri:** Pengakuan bahwa semua kebanggaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih Kristus.
* **Visi Iman:** Bait terakhir lagu ini sering dianggap sebagai puncak dari pengalaman iman: *“Bagiku, salib-Mu adalah keindahan utama, di mana hatiku berdiam dan pandanganku tertuju pada-Mu.”*
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah kisah tentang seorang wanita yang meskipun menderita secara fisik, jiwanya menemukan kekuatan yang luar biasa di dalam penghayatan akan pengorbanan Yesus. Ia tidak melihat salib sebagai simbol kematian semata, melainkan sebagai **tempat perlindungan yang teduh**. Ketika Frederick C. Maker menambahkan melodinya yang anggun dan melankolis, lirik tersebut berubah menjadi salah satu pujian paling sakral dan menenangkan di dunia Kristen.
Saat ini, "Di Bawah Salib Yesus" sering dinyanyikan dalam masa Pra-Paskah atau saat kebaktian Jumat Agung, sebagai pengingat akan pengorbanan yang menjadi dasar iman umat Kristen.
Cross Reference
NKB 176, KPPK 156, NKI 45, NP 236
Di Bawah Salib Yesus
KPPK
Di Bawah Salib Yesus
NKB
Di Bawah Salib Yesus
NKI
Di Kaki Salib Yesus
NP
Sama Tema
Pernyataan Keyakinan Iman
Aku Percaya
KK
Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku
KK
Bukanlah Kepada Kami
KK
Dalam Nama Yesus
KK
Mengapa Yesus Turun Dari Surga
KK
Nun Di Bukit Yang Jauh
KK
Segala Benua Dan Langit Penuh
KK
Sejak 'Ku Ikut Tuhanku
KK
Seluruh Umat Tuhan
KK
Tuhan Allah Gembalaku
KK
T'lah Kutemukan Dasar Kuat
KK
Tuhan Bentengku
KK
Tuhanku Berjanji
KK
Tuhanku, Pimpinlah
KK
Yesus Tetap Mengasihi Aku
KK
Yesusku Cukup Bagiku
KK