KK
Saya Mau Ikut Yesus
Autungga Lama Tuak
Informasi Lagu
400
Nomor
Do=Es
Nada Dasar
Kode
KK 400
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=Es
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
88
Jumlah Bait
1 bait
Style
Rumba
Pencipta Lagu
Fridel Eduard Lango (1969)
Pencipta Syair
Fridel Eduard Lango (1969)
Cross Ref.
KJ 375 , KC 225 , BN 698, BE 698, BLP 361
Syair / Lirik
1 bait
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai
slama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita
dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai slama-lamanya.
Slide Lirik
1 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Saya Mau Ikut Yesus"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul ***Autungga Lama Tuak***) adalah salah satu lagu rohani yang sangat ikonik bagi masyarakat Kristen di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di wilayah Sumba.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Fridel Eduard Lango
Fridel Eduard Lango adalah seorang tokoh pendidikan dan penginjil yang berasal dari Sumba, NTT. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai budaya lokal dan ingin menyebarkan nilai-nilai kekristenan dengan cara yang bisa diterima dan menyentuh hati masyarakat Sumba.
### 2. Latar Belakang Penciptaan (Budaya Sumba)
Istilah ***"Autungga Lama Tuak"*** berasal dari bahasa daerah Sumba (dialek Sumba Barat/Wewewa). Secara harfiah, frasa ini menggambarkan sebuah keputusan yang bulat dan keteguhan hati.
* **Autungga:** Bisa diartikan sebagai "saya ikut" atau "saya menyertai".
* **Lama Tuak:** Secara budaya, istilah ini sering berkaitan dengan proses atau perjalanan hidup.
Fridel Lango menulis lagu ini bukan sekadar sebagai lagu pujian biasa, melainkan sebagai **pernyataan komitmen iman**. Pada masa itu, banyak masyarakat di pedalaman Sumba yang sedang mengalami transisi besar dalam keyakinan. Fridel ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak terasa "asing" atau "kebarat-baratan", sehingga ia menggunakan diksi lokal yang puitis untuk menyampaikan ajaran Yesus.
### 3. Makna Lagu: Sebuah Komitmen yang Radikal
Lagu ini merefleksikan suasana batin seseorang yang telah menemukan kebenaran. Dalam liriknya, terdapat penekanan bahwa mengikut Yesus bukanlah sebuah ajakan untuk mencari kenyamanan duniawi, melainkan sebuah **ketaatan mutlak**.
* **Pesan utama:** Lagu ini berbicara tentang meninggalkan "jalan lama" (keyakinan atau cara hidup lama) dan memilih untuk berjalan bersama Yesus, apa pun risikonya.
* **Konteks lokal:** Karena diciptakan oleh orang Sumba untuk orang Sumba, liriknya sangat relevan dengan semangat kekeluargaan dan kejujuran masyarakat setempat.
### 4. Transformasi Menjadi "Saya Mau Ikut Yesus"
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar bisa dinyanyikan oleh jemaat yang lebih luas di luar wilayah penutur bahasa Sumba. Lirik bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang:
> *"Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus, sampai s'lama-lamanya..."*
Lirik ini sebenarnya adalah adaptasi dari lagu rohani internasional berjudul *"I Have Decided to Follow Jesus"* (yang berasal dari kisah pertobatan seorang pria di India), namun Fridel Lango melakukan **inkulturasi** (penyesuaian budaya). Ia menggabungkan semangat lagu tersebut dengan kearifan lokal Sumba melalui karya *Autungga Lama Tuak*.
### 5. Warisan Lagu Ini
Bagi masyarakat NTT, lagu ini bukan sekadar lagu pengisi ibadah. Lagu ini sering dinyanyikan dalam:
* **Upacara Adat yang Kristen:** Menunjukkan bahwa iman Kristen bisa berpadu dengan budaya lokal.
* **Acara Kematian atau Perjamuan:** Sebagai simbol bahwa sampai akhir hayat pun, seseorang tetap setia pada pilihannya mengikut Tuhan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"kontekstualisasi iman"**. Fridel Eduard Lango berhasil menjembatani ajaran kekristenan yang universal dengan bahasa hati masyarakat Sumba. *Autungga Lama Tuak* menjadi bukti bahwa ketika iman menyentuh akar budaya seseorang, iman tersebut akan menjadi jauh lebih kuat dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Fridel Eduard Lango
Fridel Eduard Lango adalah seorang tokoh pendidikan dan penginjil yang berasal dari Sumba, NTT. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai budaya lokal dan ingin menyebarkan nilai-nilai kekristenan dengan cara yang bisa diterima dan menyentuh hati masyarakat Sumba.
### 2. Latar Belakang Penciptaan (Budaya Sumba)
Istilah ***"Autungga Lama Tuak"*** berasal dari bahasa daerah Sumba (dialek Sumba Barat/Wewewa). Secara harfiah, frasa ini menggambarkan sebuah keputusan yang bulat dan keteguhan hati.
* **Autungga:** Bisa diartikan sebagai "saya ikut" atau "saya menyertai".
* **Lama Tuak:** Secara budaya, istilah ini sering berkaitan dengan proses atau perjalanan hidup.
Fridel Lango menulis lagu ini bukan sekadar sebagai lagu pujian biasa, melainkan sebagai **pernyataan komitmen iman**. Pada masa itu, banyak masyarakat di pedalaman Sumba yang sedang mengalami transisi besar dalam keyakinan. Fridel ingin menciptakan sebuah lagu yang tidak terasa "asing" atau "kebarat-baratan", sehingga ia menggunakan diksi lokal yang puitis untuk menyampaikan ajaran Yesus.
### 3. Makna Lagu: Sebuah Komitmen yang Radikal
Lagu ini merefleksikan suasana batin seseorang yang telah menemukan kebenaran. Dalam liriknya, terdapat penekanan bahwa mengikut Yesus bukanlah sebuah ajakan untuk mencari kenyamanan duniawi, melainkan sebuah **ketaatan mutlak**.
* **Pesan utama:** Lagu ini berbicara tentang meninggalkan "jalan lama" (keyakinan atau cara hidup lama) dan memilih untuk berjalan bersama Yesus, apa pun risikonya.
* **Konteks lokal:** Karena diciptakan oleh orang Sumba untuk orang Sumba, liriknya sangat relevan dengan semangat kekeluargaan dan kejujuran masyarakat setempat.
### 4. Transformasi Menjadi "Saya Mau Ikut Yesus"
Lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar bisa dinyanyikan oleh jemaat yang lebih luas di luar wilayah penutur bahasa Sumba. Lirik bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang:
> *"Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus, sampai s'lama-lamanya..."*
Lirik ini sebenarnya adalah adaptasi dari lagu rohani internasional berjudul *"I Have Decided to Follow Jesus"* (yang berasal dari kisah pertobatan seorang pria di India), namun Fridel Lango melakukan **inkulturasi** (penyesuaian budaya). Ia menggabungkan semangat lagu tersebut dengan kearifan lokal Sumba melalui karya *Autungga Lama Tuak*.
### 5. Warisan Lagu Ini
Bagi masyarakat NTT, lagu ini bukan sekadar lagu pengisi ibadah. Lagu ini sering dinyanyikan dalam:
* **Upacara Adat yang Kristen:** Menunjukkan bahwa iman Kristen bisa berpadu dengan budaya lokal.
* **Acara Kematian atau Perjamuan:** Sebagai simbol bahwa sampai akhir hayat pun, seseorang tetap setia pada pilihannya mengikut Tuhan.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"kontekstualisasi iman"**. Fridel Eduard Lango berhasil menjembatani ajaran kekristenan yang universal dengan bahasa hati masyarakat Sumba. *Autungga Lama Tuak* menjadi bukti bahwa ketika iman menyentuh akar budaya seseorang, iman tersebut akan menjadi jauh lebih kuat dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Cross Reference
KJ 375 , KC 225 , BN 698, BE 698, BLP 361
Sai Ihuthononku Jesus
BE
Saya Mau Ikut Yesus
BLP
Saya Mau Ikut Yesus
BN
Saya Mau Ikut Yesus
KC
Saya Mau Ikut Yesus
KJ
Sama Tema
Sidi